Welcome Pontianak Centre

Kamis, 28 Oktober 2010

Dirut PLN Melakukan Kunjungan ke PLTU Kalbar





TANJUNG GUNDUL--Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan melakukan lawatan ke Kalbar, Kamis (14/10) siang. Bos jaringan media cetak terbesar di Indonesia itu, meninjau proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Antara lain di Dusun Parit Baru, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, dan PLTU di Dusun Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.

Dahlan menilai, proyek pembanguan PLTU Tanjung Gundul belum dimulai. Bukan tanpa alasan figur yang pernah menjalani operasi ganti hati itu menegaskan demikian. Dahlan langsung mendapatkan laporan dari PLN dan pelaksana proyek mengenai hal itu. "Ya, sekarang alat beratnya cuma satu yang dikerahkan. Jadi, saya anggap belum dimulai kalau pengerahan alat berat tidak sesuai dengan volume pekerjaan," tegas Dahlan disela-sela melakukan peninjauan di lokasi pembangunan PLTU di Tanjung Gundul, kemarin (14/10) sore.

Jika demikian, tegas Dahlan, PLN tidak akan mengeluarkan uang muka kepada pelaksana pekerjaan. Padahal, tegas Dahlan, uang muka sangat diperlukan untuk “mengebut” penyelesaian proyek ini. Dia menilai kegiatan pembangunan belum sungguh-sungguh. "Kita tidak berani mengeluarkan uang muka, kalau tidak melihat adanya kesungguhan dalam mengerjakan," ungkap Dahlan. Ia menegaskan, PLN akan terus mengontrol perkembangan pelaksanaan proyek ini. Bahkan sekarang ini sudah ada manager proyek yang harus tinggal di lokasi melakukan pemantauan selama 24 jam.

Dahlan mengungkapkan, sesuai kontrak, PLTU Tanjung Gundul akan selesai pertengahan Maret 2012 nanti. Sesuai aturan jika pengerjaan proyek selesainya molor dari waktu yang sudah ditentukan, kontraktor atau pelaksana akan dikenakan sanksi. "Kita akan kenakan sanksi yang ada sesuai dengan kontrak. Pekerjaan tidak boleh ditunda dan terlambat," kata Dahlan. Maka dari itu kontraktor harus melaksanakan segera pekerjaannya dan tidak menunda-nunda lagi. "Kontraktor harus menyelesaikan pekerjaan karena sudah membayar uang jaminan sebesar Rp100 milyar kepada kita," tegasnya. Jalan masuk ke lokasi PLTU, baru setengah jadi. Saat ini tengah dilakukan penyelesaian. Untuk PLTU ini, PLN masih harus membebaskan tanah lagi di sekitar lokasi yang siap dibangun. “Anggaran untuk proyek PLTU ini sebesar Rp500 miliar lebih,” ungkap Dahlan.

PLTU Tanjung Gundul ini nantinya menyuplai 55 MW listrik yang didistribusikan ke Singkawang, Bengkayang, dan Sambas. “Singkawang juga bagus, tanpa harus menunggu ini (PLTU). Tapi, kalau dengan beroperasinya PLTU ini nantinya, maka supply listrik akan lebih baik lagi,” ungkapnya. Proyek PLTU ini didanai dengan APLN (Kredit Asbanda). Dikerjakan oleh Consortium of Indofuji Energi, Guangdong Machinery Imp & Exp. Co. Ltd, PT Persada Inti Energi - PT Advance Technology Indonesia dengan Konsultan (Design Review & Drawing App.), PT Prima Layanan Nasional Enjiniring.Kebutuhan Batubara (data kontrak) 360.000 Ton/Tahun (Low-Range Coal), Kapasitas Jetty (kontrak) 5000-12000 DWT.

Untuk PLTU Parit Baru, Dahlan menjelaskan, saat ini tengah dilaksanakan tes pembebanan. Sebab di wilayah Parit Baru yang masuk dalam daerah Jungkat, kondisi gambutnya sangat tebal, sehingga pemancangan tiang konstruksi harus penuh dengan kehati-hatian, karena menyangkut beban berat yang harus bergerak. Oleh sebab itu tiga hari lagi akan diketahui seberapa cepat pekerjaan PLTU di Parit Baru. ”Parit Baru tanahnya bergambut. Sehingga perlu perhitungan tepat untuk pembangunan,” ungkapnya.

Dahlan memperkirakan, awal Januari 2011, boiler sudah mulai didirikan. Itu berarti pada akhir Desember tiang pancang dan pengerukan sudah selesai, dan pengerjaan pondasi sipil dipastikan selesai. Sehingga konstruksi yang digunakan merupakan satu-satunya PLTU yang pembangunannya berbeda di Indonesia dengan menggunakan konstruksi mengambang di tanah gambut. Sama halnya dengan PLTU Gorontalo, PLTU tersebut tidak menggunakan tiang pancang, namun langsung didirikan di atas gunung batu.”Kondisi lingkungan pembangunan yang membuat kita harus mempergunakan metode tersebut. Sebab selama ini yang jadi permasalahan konstruksi seperti apa untuk sana, dan sekarang sudah ditemukan penyelesaiannya, sehingga membuat PLTU Parit Baru menjadi konstruksi baru yang berbeda dengan PLTU lainnya,” jelas dia.

Dalam kunjungan kerja sehari ke Kalbar, Dirut PLN didampingi Direktur Operasional Wilayah Barat, Harry Jaya Pahlawan, General Manager PLN Pembangkit Sumatera II, Heri Siswanto, General Manager PLN Wilayah Kalbar Widodo Budi Nugroho, Manager PLN Cabang Pontianak Fauzi Arubusman, Manajer PLN Singkawang Achmad Ismail, dan jajaran pejabat PLN Kalbar, serta pejabat PLN Cabang Singkawang.

1 komentar:

  1. Kapan ya pltu parit baru daerah jungkat selesai, dan kapan pembukaan penerimaan karyawan. nya

    BalasHapus