Welcome Pontianak Centre

Selasa, 19 Oktober 2010

Kabupaten Sambas



 

 
Kabupaten Sambas adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km² atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Propinsi Kalimantan Barat), merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah propinsi Kalimantan Barat. Panjang pantai ±128,5 km dan panjang perbatasan negara ±97 km.\

Kondisi umum

Batas wilayah

Kabupaten Sambas terletak diantara 1’23” LU dan 108’39” BT. Dengan batas administratif:
Utara Sarawak, Malaysia Timur
Selatan Kota Singkawang
Barat Laut Natuna, Samudera Pasifik
Timur Kabupaten Bengkayang

Kabupaten Sambas yang terbentuk sekarang ini adalah hasil pemekaran Kabupaten pada tahun 2000 sebelumnya Wilayah Kabupaten Sambas sejak tahun 1960 adalah meliputi juga Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang sekarang dimana pembentukan Kabupaten Sambas pada tahun 1960 itu adalah berdasarkan bekas Wilayah Kekuasaan Kesultanan Sambas.

Wilayah administratif

Wilayah administratif Sambas meliputi 17 (Tujuhbelas) Kecamatan yaitu kecamatan Sambas, Sebawi, Galing, Tebas, Semparuk, Pemangkat, Selakau, Tekarang, Jawai, Jawai Selatan, Tanggaran, Sajad, Sejangkung, Paloh, Teluk Keramat, Subah, dan kecamatan Sajingan dengan desa keseluruhan berjumlah 175 desa.

Wilayah administratif Sambas meliputi 19 (Sembilanbelas) Kecamatan yaitu kecamatan Sambas, kecamatan Sebawi , kecamatan Tebas, kecamatan Semparuk, kecamatan Pemangkat, kecamatan Salatiga, kecamatan Selakau, kecamatan Selakau Timur, kecamatan Tekarang, kecamatan Jawai, kecamatan Jawai Selatan, kecamatan Sajad, kecamatan Sejangkung, kecamatan Paloh, kecamatan Teluk Keramat, kecamatan Tangaran, kecamatan Subah, dan kecamatan Sajingan Besar dengan desa keseluruhan berjumlah 183 desa.

Demografi

Penduduk Kabupaten Sambas berdasarkan data kantor Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil Kabupaten Sambas tahun 2005, jumlah penduduk Kabupaten Sambas berjumlah 494.531 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki 246.787 jiwa dan penduduk perempuan 247.744 jiwa dengan kepadatan rata-rata 77,32 jiwa/km². Terdiri Dari Suku Dayak, Melayu Sambas, Cina Hakka, dll.Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sambas berdasarkan data Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas Tahun 2004 adalah 18.005 KK Miskin dengan jumlah 74.968 jiwa.

Sejarah

Sejarah Kerajaan Sambas berkaitan dengan Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Banjar. Kerajaan Sambas kemudian dilanjutkan oleh Kesultanan Sambas yang asal usulnya tidak bisa terlepas dari kerajaan di Brunei Darussalam. Antara kedua kerajaan ini mempunyai kaitan persaudaraan yang sangat erat.Pada zaman dahulu, di Negeri Brunei Darussalam, bertahtalah seorang Raja yang bergelar Sri Paduka Sultan Muhammad. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan diserahkan kepada anak cucunya secara turun temurun. Sampailah pada keturunan yang kesembilan yaitu Sultan AbdulDjalil Akbar.

Ekonomi

Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gambaraan kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat Keadaan perekonomian Kabupaten Sambas yaitu:[1]

* PAD sebesar Rp 16.350.041.018
* Pendapatan per kapita sebesar Rp 3.419.922
* Pajak bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 8.560.013.046
* Upah minimum regional (UMR) sebesar Rp 400.000

Sedangkan Tingkat pendapatan Mata pencaharian Menurut sektor yaitu:

* Pertanian berjumlah 207.350 orang
* Industri Pengolahan berjumlah 152.028 orang
* Listrik, gas, dan air berjumlah 9.053 orang
* Bangunan berjumlah 28.308 orang
* Perdagangan berjumlah 34.695 orang
* Perhubungan berjumlah 2.874 orang
* Keuangan berjumlah 9.723 orang
* Jasa kemasyarakatan Lainnya berjumlah 34.678 orang[1]

Iklim

Kabupaten Sambas termasuk daerah beriklim tropis dengan curah hujan bulanan rata-rata 187.348 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 11 hari/bulan. Curah hujan yang tertinggi terjadi pada bulan September sampai dengan Januari dan curah hujan terendah antara bulan Juni sampai dengan Agustus.

Temperatur udara rata-rata berkisar antara 22,9°C. Sampai 31,05 °C. Suhu udara terendah 21,2 °C terjadi pada bulan Agustus dan yang tertinggi 33,0 °C pada bulan Juli. Kelembaban udara relatif 81-90%, tekanan udara 1,001-1,01/Hm Bar, kecepatan angin 155 – 173 km/hari, elipasi sinar matahari 50.73%, penguapan (evaporasi ) harian antara 4,2-5,9 Hm dan evapotranspirasi bulanan 134,7 – 171,4 mm.

Jenis dan Tekstur Tanah

Jenis Tanah

Jenis tanah di daerah datar meliputi jenis Organosol, Aluvial dan Podsolik Merah Kuning (PMK) sedangkan di daerah berbukit dan bergunung meliputi jenis tanah Latosol dan PMK. Secara terperinci luas masing-masing jenis tanah tersebut adalah sebagai berikut:
* Organosol : 136.230 ha
* PMK : 157.320 ha
* Aluvial : 230.630 ha
* Podsol : 44.600 ha
* Latosol : 70.790 ha

[sunting] Tekstur Tanah

* Halus : 300.798 ha
* Sedang : 157.320 ha
* Kasar : 76.112 ha
* Gambut : 69.510 ha
* Lainnya : 72.990 ha

Geomorfologi
Ketinggian

* Ketinggian 0-7 m terdapat : Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Jawai, Paloh dan Teluk Keramat
* Ketinggian 8-25 terdapat : Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Pemangkat dan Teluk Keramat.
* Ketinggian 26-100m dpl : Kecamatan Sejangkung, Sambas, Tebas, Selakau, Pemangkat, Teluk Keramat dan Paloh.

Daerah Aliran Sungai

Secara umum Kabupaten Sambas memiliki 3 (tiga) Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan total hamparan 516.200 ha, meliputi:[1]

* DAS Paloh : 64.375 ha.
* DAS Sambas : 258.700 ha
* DAS Sebangkau : 193.125 ha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar