Welcome Pontianak Centre
Tampilkan postingan dengan label Bengkayang News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bengkayang News. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 November 2010

Tunggakan Turun


MANAJER Ranting PLN Bengkayang, G Adi Kurniawan mengatakan, tunggakan pelanggan di Kabupaten Bengkayang mulai turun. Tingkat kesadaran masyarakat pun mulai tinggi. Data terakhir menyebutkan, sebelumnya tunggakan Rp800 juta skearang tinggal Rp600 juta.

“Kita sangat bersyukur sekali, tunggakan mulai turun. Kita akan terus tingkatkan agar tunggakan bisa nol. Sebelumnya, sangat besar sebelum saya masuk ke Bengkayang,” kata Adi, kepada Pontianak Post, di Bengkayang. Menurut Adi, sejumlah cara mulai diterapkan guna menekan angka tunggakan tersebut. “Kita berbagai cara agar bisa menekan angka tunggakan,” katanya. Bahkan, kata Adi, sejumlah intansi pemerintah pun ikut menunggak.

“Rumah dinas camat saja ada yang menunggak selama empat belas bulan,” kata Adi yang baru beberapa bulan menjadi Manajer Ranting PLN Bengkayang ini. Adi dalam kesempatan ini menyebutkan, yang paling banyak menunggak adalah di Kecamatan Samalantan. Di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Singkawang ini, tak satu pun pelanggan yang membayar tepat waktu.

“Semuanya nunggak,” kata Adi. Adi akan berupaya maksimal guna menekan angka tunggakan dengan cara memberi penghargaan kepada pelanggan yang membayar rekening listrik tepat waktu. “Kita akan beri penghargaan. Misalnya, mulai Januari-Agustus mereka yang membayar rekening tanpa tunggakan akan diberi penghargaan,” kata alumnus STIH Singkawang ini.

Disinggung soal program gerakan sehari sejuta sambungan yang dilaksanakan tanggal 27 Oktober lalu serentak di Indonesia termasuk di Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Bengkayang memperoleh sedikitnya 227 jatah calon pelanggan yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang.

“Semua kecamatan (tujuh belas kecamatan) yang ada di Kabupaten Bengkayang ini semuanya dapat jatah. Semuanya sudah selesai, walaupun tidak bisa satu hari. Sebab, kita kekurangan karyawan untuk melakukan sambungan tersebut,” kata Adi mengungkapkan.

Angin Kencang Tumbangkan Pepohonan

BENGKAYANG-Angin kencang yang terjadi di Kabupaten Bengkayang Senin (1/11) pukul 11.00 WIB kemarin sangat membahayakan bagi pejalan kaki, pengendara sepeda motor maupun mobil. Sejumlah pohon besar bertumbangan di sekitar Gunung Vandereng.

Selain angin kencang melanda Kabupaten Bengkayang hujan lebat juga ikut membahayakan kendaraan yang melintas jalan yang banyak tikungan ini. “Cuaca memang sedikit berbeda akhir-akhir ini. Kita khawatir melintas,” ujar salah satu pengendara sepeda motor yang sedang berteduh di sebuah warung di Gunung Vandereng, kemarin. Menurut dia, hampir setiap hari hujan melanda Kabupaten Bengkayang ini.

“Kalau hujan terus menerus bisa banjir. Angin kencang juga sering terjadi,” kata pengendara yang hampir setiap hari melintasi. Salah satu pengendara mobil, Hendi mengakui, sempat terjadi kemacetan ketika pohon besar ini tumbang. Untung saja, kata Hendi, ada sejumlah anak muda yang segera membersihkannya. “Ada anak muda yang hujan-hujan langsung memotong. Mereka juga minta sumbangan.

Kita tak masalah yang penting jangan sampai terjadi kemacetan,” kata Hendi yang berasal dari Singkawang. Menurut Hendi, jika hujan terus menerus bisa mengakibatkan banjir. “Di Sui Betung sering terjadi banjir bandang. Semoga saja hal ini tak terjadi. Sekarang air mulai turun ke jalan,” kata Hendi. Pantauan Pontianak Post di lapangan, sejumlah anak muda langsung membersihkan dengan alat tradisional seperti parang dan kapak.

Mereka bahu membahu membersihkan kayu besar yang melintas di jalan utama yang menghubungkan antara Singkawang-Bengkayang. Ada dua pohon yang besar tumbang dan sejumlah pohon kecil juga ikut bertumbangan termasuk pohon pisang. Menurut warga setempat, pohon sering tumbang ketika angin kencang. “Pengendara sepeda motor dan mobil memang harus ekstra hati-hati, jangan sampai tertimpa,” katanya.

Camat Surati Bupati


LOKASI yang akan dibangun PLTU oleh Perusahaan Listrik Negara ternyata masih meninggalkan masalah soal tanah yang diklaim masih belum dibebaskan. Bila tak diselesaikan dengan baik, maka tak tertutup kemungkinan akan menimbulkan persoalan baru.

“Kita minta tim 9 yang diketuai Sekda Bengkayang untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Jangan sampai masalah ini dibiarkan dan tidak akan titik penyelesaian,” kata penasihat hukum pemilik tanah Tanjung Gundul, Bambang Setiadi, kepada Pontianak Post, kemarin. Menurut Bambang, kliennya bernama Norhusen dan Suherman memiliki surat menyurat.

“Kita kembali tegaskan. Tidak ada niatan untuk menghambat persoalan pembangunan PLTU Tanjung Gundul. Namun, kita ingin tanah yang dijadikan lokasi pembangunan PLTU harus diselesaikan dulu. Jangan rampas hak-hak masyarakat,” kata Bambang. Sementara itu, Camat Sui Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Juriat mengirimkan surat ke Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot.

Surat tersebut ditulis perihal sengketa tanah Tanjung Gundul yang merupakan wilayah kerjanya. Surat tertanggal 27 Oktober 2010 itu dikirimkan camat kepada Kabag Tapem Setdakab Bengkayang yang bersifat penting. Isi surat tersebut yakni, menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Karimunting Dusun Tanjung Gundul yang dituangkan dalam berita acara yang dibuat tanggal 7 Oktober 2010 dan hasil peninjauan di lapangan tanggal 27 Oktober 2010.

Menurut camat, yang menjadi dasar awal munculnya masalah adalah ketika pengukuran tanah proyek PLTU Tanjung Gundul dilaksanakan oleh pihak BPN Kabupaten Bengkayang, tanah warga yang terdiri Haji Norhusen, Suherman, Anwar, Nagiat dinyatakan pihak BPN menumpang lewat untuk pengukuran. Tapi, kenyataannya tanah dimaksud masuk dalam area pembuatan PLTU Tanjung Gundul.

“Berkaitan dengan point satu di atas yang menjadikan benang merah sengketa antara pihak PLTU Tanjung Gundul dengan warga setempat adalah tanah yang dibayar pihak PT PLN Persero kepada pemegang sertifikat didalamnya ada kepemilikan tanah warga sebagaimana yang disebutnya namanya di point satu di atas,” kata Juriat dalam suratnya yang sudah dikirim ke Bengkayang.

Guna menginventaris masalah dimaksud, camat melakukan mediasi untuk menghimpun aspirasi masyarakat setempat dan hasilnya dapat dilihat berita acara terlampir. “Selanjutnya kami turun ke lapangan sebagai saksi-saksi yang dilaksanakan tanggal 27 Oktober 2010. Berkaitan dengan point satu, dua dan tiga di atas, kami mohon kepada tim pembebasan tanah Kabupaten Bengkayang dibawah Koordinator Kabag Tapem Setdakab Bengkayang untuk menyikapinya lebih lanjut,” kata Juriat lagi. “Kita sangat mendukung surat dari camat tersebut,” kata Bambang lagi.

Jumat, 29 Oktober 2010

JCH Bengkayang Dilepas


BENGKAYANG-Rabu (27/10) sebanyak 49 jamaah calon haji Kabupaten Bengkayang untuk menunaikan ibadah haji dilepas keberangkatannya pukul 09.00 WIB dari Masjid Agung Syuhada Bengkayang.

Jamaah dilepas Asisten III Setdakab Bengkayang Obaja, yang mewakili Bupati yang berhalangan hadir. Jamaah akan menuju asrama haji Pontianak. Turut hadir pada acara pelepasan tersebut Kepala Inspektur Bengkayang, Y Sutahan Tambun, Kepala Kantor Kementerian Agama Bengkayang yang diwakilkan oleh Kasi Mapenda, Paija, Muspida Bengkayang dan para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bengkayang.

Menurut Ketua Pelaksana Haji Kabupaten Bengkayang, Darsyafudin tanggal 28 Oktober akan berangkat dari Pontianak menuju embarkasi Batam bersama-sama dengan jamaah calon haji dari Kabupaten Pontianak, KKR dan Kota Pontianak. “Dari Batam menuju Arab Saudi tanggal 29 Oktober 2010 pukul 10.00 WIB dengan no penerbangan SV 5509,” kata Darsyafuddin yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkayang ini.

Bupati dalam amanat tertulis yang dibacakan Asisten III agar selalu menjaga kesehatan, kebersamaan dan toleransi sesama. Selain itu, mendoakan keselamatan dan kelancaran pembangunan. 49 jamaah Kabupaten Bengkayang terdiri laki-laki 29 orang dan sisanya perempuan 20. Usia paling tua 84 tahun atas nama Dadung asal Kecamatan Bengkayang dan yang termuda umur 34 tahun atas nama Harianto asal Kecamatan Sungai Raya.

PLN Atasi Krisis Listrik Kabupaten Bengkayang


PONTIANAK- PLTM Merasap mempunyai arti yang sangat strategis, mengingat bahwa PLTM menggunakan energy yang renewable (terbarukan), bersih dan murah. Meskipun kapasitas PLTM ini relative kecil, namun ini merupakan salah satu upaya dan bukti konkrit bahwa PLN selalu ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan pasokan dengan memperhatikan potensi sumber daya setempat, serta meningkatkan efisiensi, mengingat PLTM Merasap ini digerakkan oleh tenaga air (non BBM). Demikian disampaikan Direktur Operasi Indonesia Barat PT PLN (Persero), Hari Jaya Pahlawan pada Peresmian Pengoperasian PLTM Merasap berkapasitas (2x750 kW), di Kabupaten Bengkayang.

“Sudah barang tentu dengan beroperasinya PLTM Merasap ini akan memberikan semangat baru bagi PLN untuk mengembangkan potensi renewable energy khususnya tenaga air, yang cukup banyak ditemui dibeberapa daerah di Kalimantan Barat ini,” ujar Hari.Selain itu, Hari mengatakan, pihaknya sedang melakukan penelitian lebih lanjut tentang potensi tenaga air bagi PLTM, terutama yang dekat ke perbatasan serta tidak terlalu jauh dari pusat beban. Diharapkan dengan pengembangan tenaga air untuk PLTM maka terjadi pasokan listrik yang lebih andal, bersih dan berkelanjutan, bagi daerah daerah yang terpencil, jauh dari jaringan dan pembangkit listrik besar.

“Keinginan PLN tersebut diatas sudah barang tentu akan sulit terwujud tanpa adanya kerjasama yang baik antara Unit-Unit PLN dengan Pemerintah Daerah, Masyarakat, serta para anggota DPRD yang terhormat, serta semua pihak terkait,” ujar dia.Sementara itu, Bambang Budiarto, General Manager PLN Wilayah Kalbar, menambahkan Kalbar memiliki banyak potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan terutama untuk membangun pembangkit listrik berbasis sumber energi terbarukan. Salah satunya potensi air terjun Riam Merasap yang memiliki debit air yang cukup besar. “Walau keberadaan air terjun Riam Merasap selama ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, namun potensinya belum termanfaatkan secara optimal,” ungkap Bambang.

Berdasarkan hasil survey yang telah dilaksanakan sejak tahun 1983 oleh tim survey PLN Wilayah Kalbar dan Prokitring Kalimantan, maka berdasarkan kontrak Nomor 051.PJ/041/DIR/2007 tanggal 4 April 2007 proyek PLTM Merasap mulai dikerjakan dan memakan waktu kurang lebih dua tahun hingga siap beroperasi. Pekerjaan pembangunan PLTM Merasap dilaksanakan oleh PT. ADHI KARYA yang bekerjasama dengan perusahaan CNTIC dari China dan LAPIJOINT OPERATION dengan melibatkan sekitar 200 orang teknisi lokal dan teknisi yang berasal dari negara China.

“PLTM berskala kecil 2 X 750 kW yang dibangun dengan menggu-nakan dana ADB (Asian Development Bank) ini akan diresmikan pengop-erasiannya oleh Bupati Bengkayang dan Direktur Operasi Indonesia Barat tanggal 29 April 2010 (hari ini-red)” jelas Bambang.Meskipun PLTM Merasap mempunyai kapasitas yang relative kecil (2 X 750 kW) namun memiliki peran yang sangat strategis, yakni merupakan energy yang terbarukan, bersih dan murah. Kedepan diharapkan pengembangan PLTM akan terus dilanjutkan ter-hadap potensi energy air yang ada. Keberadaan PLTM Merasap ini akan dapat melistriki daerah Sanggau Ledo dan sekitarnya.

Sistem kelistrikan Bengkayang dengan beban puncak 3,96 MW di pasok sebesar 2,1 MW dari Singkawang dengan jaringan 20 kV yang berjarak 70 km dan dibantu oleh PLTD Sanggau Ledo dan PLTD Seluas khususnya pada saat beban puncak sebesar 1,8 MW. Kondisi ini tentunya sangat tidak ideal karena rawan terjadinya gangguan di jaringan dan besarnya biaya pokok produksi. Akibatnya keluhan pelanggan atas seringnya padam dan tergang-gunya pasokan listrik semakin meningkat serta tingginya susut jaringan distribusi.

“PT. PLN (Persero) bersama denganPemeritah Kabupaten Bengkayang dan dukungan oleh Gubernur Kalimantan Barat melihat adanya potensi sumber daya air Sungai Tanggi (Riam Merasap) di Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas yang dapat membangkitkan energi listrik dengan kapasitas 2 x 750 kW. Oleh karena itu Proyek PLTM Merasap 2 x 750 kW dibangun untuk mengatasi dan meningkatkan keandaian pasokan listrik sistem kelistrikan Bengkayang,” tandas dia.

Senin, 25 Oktober 2010

Pesisir jadi Kawasan Minapolitan Rumput Laut Komoditas Unggulan


BENGKAYANG – Pesisir Kabupaten Bengkayang, seperti Sungai Raya dan Sungai Raya Kepualuan masuk program Minapolitan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini tengah dalam tahapan-tahapan untuk itu.

“Ini semacam program pembangunan perikanan secara terpadu,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkayang, Darsyafudin, dikonfirmasi Pontianak Post. Nantinya, terkait dengan instansi lain. Misalnya Pekerjaan Umum, Perindustrian dan Perdagangan serta lainnya. Darsyafudin yang juta Ketua LPTQ Kabupaten Bengkayang ini mengatakan, bahwa ada beberapa tahapan yang saat ini tengah dikerjakan, untuk menuju Minapolitan itu.

Menurut dia, tahapan itu antara lain adalah dengan melihat profil daerah yang akan dijadikan Minapolitan, kemudian nantinya ada SK Bupati Bengkayang untuk penetapan wilayah. Selanjutnya, akan dibuat master plan. “Setelah itu baru kita usulkan ke Kementerian (Kelautan dan Perikanan). Kita sudah siapkan semuanya,” kata Darsyafudin. Ia menambahkan, sebagai daerah Minapolitan nantinya, ada komoditas yang diunggulkan.

“Komoditas unggulannya kalau kita adalah rumput laut,” tegasnya. Menurut dia nantinya akan ada produk-produk ikutan, setelah komoditas unggulan rumput laut itu. Antara lain Dar karib ia disapa menyebutkan, adalah perikanan, budidaya ikan, udang. “Nanti pengolahan juga bias jadi ikutan,” kata Dar. Bengkayang menurut dia, merupakan satu dari 197 kabupaten kota di Indonesia, yang masuk program minapolitan ini.

“Kita sedang merancang master plannya,” kata Dar lagi. Ia mengungkapkan untuk program ini dilakukan secara bertahap. Bengkayang sendiri sudah memulai tahapan persiapan. “Tahun ini belum, mungkin tahun 2011 realisasinya,” kata Dar menjelaskan. Seperti diketahui, program minapolitan dirancang sebagai sinergi Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kementerian teknis lain, seperti Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyediaan infrastruktur, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pasokan bahan bakar minyak.

Adapun minapolitan mengarah pada kawasan perikanan terintegrasi, yang terdiri dari fasilitas pemasaran, perdagangan, serta sarana dan prasarana pendukung usaha. Dalam satu wilayah kabupaten/kota dimungkinkan terdapat beberapa sentra produksi unggulan.

Lelang Disdik Sesuai Prosedur


BENGKAYANG-Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, Kelemen memastikan, lelang proyek dana alokasi khusus bidang pendidikan di dinas yang dipimpinnya sesuai prosedur. Jika ada riak-riak itu hal biasa.

Demikian diungkapkan Kelemen kepada Pontianak Post, kemarin dihubungi via telpon selular. Menurut dia, panitia sudah menjalankan sesuai dengan aturan yang berlaku dan mereka diberikan kewenangan penuh dalam menjalankan tugasnya. Menurut dia, lelang proyek tersebut tetap jalan dan tidak akan diulang. “Ya, biasalah seperti main bola. Kan, ada masalah sedikit.

Tapi, ngak perlu diulang,” kata dia menjelaskan. Seperti diberitakan sebelumnya, penetapan pemenang dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan di Dinas Pendidikan Bengkayang dinilai sarat dengan KKN. Penawar sejumlah proyek DAK tersebut minta kepada pejabat berwenang untuk mengusut persoalan tersebut. Salah salah penawar proyek di dinas pendidikan menjelaskan, DAK pendidikan tahun-tahun sebelumnya hanya menunjuk kepala tukang untuk mengerjakannya.

“Yang menunjuk adalah kepala sekolah. Tapi, tahun ini harus dilaksanakan tender. Jadi, dinas pendidikan pun berkewajiban melaksanakan tender,” kata penawar.
Dia menceritakan, panitia akan mengumumkan pemenang tanggal 15 Oktober 2010, namun dibatalkan. Alasannya, mereka khawatir penetapan jauh dengan prediksi.

“Panitia pun kucing-kucingan dengan peserta lelang. Jam enam sore baru diumumkan, ketika semuanya sudah tak ada lagi di kantor. Panitia menempelkan usulan pemenang, tentu penawar terkejut,” katanya. Pemenangnya, diakuinya, rata-rata tim sukses pemilukada yang lalu, keluarga dan orang-orang yang dikhawatirkan akan bisa membuat keributan.

Dia mencontohkan, seharusnya pemenangnya adalah mereka yang menjadi urutan pertama. Namun, urutan kelima yang menjadi pemenang. Dia menjelaskan, ada yang memasukan dua perusahaan dan memenuhi syarat kedua-duanya dan menempati posisi urutan pertama dan kedua. “Tapi, anehnya yang urutan ketiga jadi pemenang,” kata dia.

Sesuaikan SOP

SEBANYAK 17 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bengkayang dan tiga orang peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang mengikuti pelatihan manajemen puskesmas.

Pelatihan tersebut dibuka langsung Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, belum lama ini. Pelatihan selama tiga hari dilaksanakan di Mess Bengkayang. Pelatihan manajemen puskesmas ini dipandu oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Yuliastuti Saripawan dan Evi Yuliska. Turut hadir, Kepala Dinas Kesehatan I Made Putra Negara. Ketiga memberikan pengarahan pelatihan manajeman kepada peserta.

Bupati Bengkayang dalam sambutannya menekankan, seluruh pegawai dapat berdinas secara tepat waktu, pelayanan yang terselenggara dilakukan dengan ramah dan trampil, tempat pelayanan yang bersih dan rapi serta seluruh pelayanan disesuaikan dengan standart operational procedure (SOP) yang mudah terbaca oleh seluruh staf dan pertemuan ditingkat puskesmas maupun ditingkat kecamatan dapat dilakukan secara berkala agar manajemen puskesmas bisa berjalan dengan baik.

Tujuan pelatihan ini, agar para kepala puskesmas mampu mengelola program kesehatan dasar di puskesmas secara optimal, memahami kebijakan dasar puskesmas dan penerapannya, membuat perencanaan kegiatan tahunan puskesmas, menyelenggarakan lokakarya mini dalam upaya koordinasi lintas program dan lintas sektor.

Selain itu, melakukan penggalangan kerjasama tim dalam penyelenggaraan upaya kesehatan di puskesmas serta melakukan penilaian kinerja puskesmas secara efektif. Puskesmas, kata dia, sangat penting dan strategis untuk membina upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) di wilayah kerjanya.

Jumat, 22 Oktober 2010

KP2T Urus 24 Perizinan


BENGKAYANG. Memberikan pelayanan perizinan secara prima kepada masyarakat Bengkayang menjadi komitmen Pemerintah Daerah Bengkayang. Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kabupaten Bengkayang, Yan S Sos MSi mengatakan, pihaknya melayani 24 perizinan.

“Bupati melimpahkan semua urusan di bidang pelayanan 24 perizinan kepada Kepala KP2T. Kami siap melayani masyarakat Bumi Sebalo dengan pelayanan yang prima dan tidak mempersulit warga yang ingin memiliki surat izin usaha asalkan berkas persyaratan administrasinya lengkap,” kata dia.

24 izin mencakup izin gangguan, IUJK (Izin Usaha Jasa Konstruksi), IMB (Izin Mendirikan Bangunan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), Tanda Usaha Gudang, Tanda Usaha Industri, PKL (Praktik Kerja Lapangan), dan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Demikian juga usaha rekreasi dan hiburan umum, usaha hotel dan penginapan, kepariwisataan, penyediaan makanan dan minuman, perjalanan wisata, bidang kesehatan, lokasi, pemasangan iklan atau reklame, bidang perkebunan, kelautan dan perikanan, pertanian dan peternakan, perhubungan, pertambangan serta industry.

“Walaupun sarana dan prasarana yang dimiliki masih belum memadai, tekad untuk

melayani masyarakat di utamakan.. Sampai saat ini kami masih berkantor di Lantai I Kantor Bupati Bengkayang,” akunya.

Perusahaan Wajib Laporkan Jumlah Tenaga Kerja


BENGKAYANG. Pembukaan CPNS di pusat maupun daerah berdampak pada lonjakan angka permintaan pembuatan kartu kuning AK-1. Plt Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bengkayang Syarifudin mengatakan beberapa hari terakhir, para pencari kerja berbondong-bondong membuat kartu kuning untuk memenuhi persyaratan lamaran pekerjaan.

”Sampai saat ini sebanyak 815 kartu kuning yang dibuat,” jelas mantan Camat Suti Semarang 2009, di ruang kerjanya, Senin (11/10).

Namun sangat disayangkan, lonjakan pembuatan AK-1 setiap tahun tidak dibarengi dengan laporan balik pencari kerja tentang hasil akhir. Apakah berhasil atau gagal. Ditambah lagi pihak perusahaan yang enggan melaporkan jumlah karyawan dan karyawati kepada pihaknya. Oleh karena itu ia memerintahkan kepada kepala seksi tenaga kerja beserta staff untuk segera turun ke lapangan mendata semuanya. “Bila perlu seluruh pengurus perusahaan didata,” ungkapnya.

Syarifun menyebut perusahaan wajib melaporkan jumlah tenaga kerja kepada Dinsosnakertrans. Baik itu perekrutan atau pemutusan hubungan kerja. Apabila sejak dini tidak didata khawatir banyak pendatang atau penyusupan di daerah Kabupaten Bengkayang dengan maksud jahat.

“Sampai saat ini jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan masih belum terdeteksi,” aku dia.

Ini kata Syarifudin merupakan pekerjaan yang harus diselesaikan segera. Karena apabila data telah didapat, mempermudah dalam pelaporan dan pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas negara.

“Pendataan jumlah karyawan di setiap perusahaan sudah dialokasikan anggarannya di APBD Bengkayang. Sekarang tinggal melaksanakan saja,” bebernya.