Welcome Pontianak Centre
Tampilkan postingan dengan label Landak News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Landak News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2010

Mutasi Tiga Kapolsek

JAJARAPAN Polres Landak, Kamis (18/11) melakukan sertijab kepada anggotanya yang akan bertugas pada jabatan dan tempat yang berbeda, termasuk dua kepala satuan yakni kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polres Landak.

Kepala kepolisian resort Landak, AKBP Firman Nainggolan kepada wartawan mengatakan bahwa mutasi yang terjadi ditubuh polres Landak adalah merupakan hal yang wajar dan biasa. Hal ini dilakukan sebagai salah satu kebutuhan organisasi agar operasional kepolisian lebih efektif dan efisien. Hal ini juga sebagai bentuk penyegaran dan pengembangan karir personil yang melaksanakannya.

Dalam mutasi ini, Kasat Lantas yang lama saudara AKP Efos Satria Wisnuwardhana diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasi Gar Subdit Dikyasa Dit Lantas Polda Kalbar. Ia digantikan oleh AKP Damianus Dedy Susanto, Perwira Pertama Polda Kalbar. Begitu juga dengan Kasat Reskrim yang lama AKP Abdul Rahman diangkat dalam jabatan baru sebagai Panit II Unit IV Sat Ops II Dit Reskrim Polda Kalbar. Dan digantikan oleh AKP Andi Yul Lapawesean, Perwira Pertama Polda Kalbar.

Selain itu pergantian Kapolsek juga dilakukan. Kapolsek Sebangki, Ipda Petrus Irianus diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Landak. Ia digantikan oleh Ipda Ikhwan Syukri. Kapolsek Kuala Behe, Aiptu Renatus Dolosaribu diangkat dalam jabatan baru sebagai BA Polres Landak. Ia digantikan Ipda Pahlawan.

Sedangkan Kapolsek Meranti, Iptu Joko Lupikso diangkat dalam jabatan baru sebagai Panit II Unit IV Sat Ops II Dit Reskrim Polda Kalbar. Ia digantikan oleh Ipda Muhammad Yusuf yang sebelumnya sebagai Kaur Bin Ops Sat Intelkam Polres Landak. Kapolres berharap dengan tugas dan jabatan yang baru ini bisa semakin menambah profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian dan tentunya masih banyak tugas berat yang menunggu ditempat maupun jabatan yang baru saja diamanhkan kepada setiap personil polri.

Mantan Kasat Lantas Polres Landak, AKP Efos Satria Wisnuwardhana kepada Pontianak Post mengatakan bahwa sejauh ini dirinya bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku ditubuh Polri dan perlu kerjasama yang baik antara setiap elemen dalam mewujudkan sebuah kedisiplinan dan ketertiban terutama berlalu lintas. Ia juga menyebutkan bahwa anggota kepolisian perlu melakukan reformasi pada dirinya agar bisa menjadi polisi yang baik terutama dalam hal pelayanan, pengayoman, dan perlindungan kepada masyarakat di Kabupaten Landak.

“Semuanya berjalan dengan wajar, tidak ada yang terlalu diistimewakan karena kinerja polisi harus terus mendapatkan peningkatan kualitas dari setiap anggota. Walaupun masih ada oknum polisi yang masih enggan untuk mereformasi dirinya,” terangnya.

Senin, 01 November 2010

Calhaj Terbanyak


50 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Landak, Jumat (29/10) lalu dilepas secara resmi oleh Bupati Landak DR. Adrianus Asia Sidot bertempat di aula besar Kantor Bupati Landak. Hadir dalam acara pelepasan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Landak H. Mudjazie Bermawie, sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Landak, para keluarga CJH Landak dan para undangan.Menurut Kepala Kemenag Landak Mudjazie mengatakan penyelenggaraan haji di Landak merupakan kegiatan yang ketujuh kalinya setelah Kemenag Landak terbentuk. “Pelaksanaan pelepasan, pemberangkatan dan pemulangan CJH Landak dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah Daerah khususnya bagian kesejahteraan sosial Sekretariat Daerah (Setda) Landak, Kantor Kemenag Landak dan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Kepolisian,” ujarnya.

Dijelaskannya, jumlah kuota haji Landak berdasarkan Keputusan Gubernur Kalbar No. 159 tahun 2009 tentang penetapan porsi jamaah haji Kabupaten/Kota se Kalbar tahun 1431 H/2010 M sebanyak 50 orang dan telah melunasi semua biaya penyelenggaraan ibadah haji. “Alhamdulillah, dari CJH Landak semua dalam keadaan sehat wal afiat. Dari 50 orang CJH Landak, semua dalam keadaan sehat wal afiat. Dari 50 orang CJH Landak, laki-laki berjumlah 27 orang dan perempuan 23 orang,” jelasnya.Secara rinci, ia menjelaskan untuk CJH asal Kecamatan Ngabang sebanyak 39 orang, Air Besar 5 orang, Mandor 1 orang, Kuala Behe 1 orang dan Kecamatan Sebangki sebanyak 4 orang.

“Perlu kami sampaikan kepada Bapak Bupati bahwa dari 50 orang CJH Landak, terdapat 2 orang petugas yakni Anwar Mukhali Maddaham yang merupakan pensiunan PMPD Landak sebagai TPHD Landak dan Hamidin Abdul Aman Ramli yang merupakan Kepala Puskesmas Kecamatan Kuala Behe sebagai TKHD Landak yang di SK-kan oleh Bupati,” terangnya.Mudjazie juga menjelaskan bahwa kuota haji 50 orang untuk tahun 2011 telah terpenuhi dan sudah di entrykan untuk mendapatkan nomor porsi. Bahkan, tahun 2012 telah terpenuhi juga sebanyak 50 orang. “Untuk tahun 2013, daftar tunggu CJH Landak telah mencapai 23 orang. Kemudian, perlu kami sampaikan juga bahwa dari 50 orang CJH Landak, yang termuda yakni Sadam Muhammad Yaman berumur 19 tahun berasal dari Kecamatan Ngabang dan yang tertua yakni Wartinem Sima Burhan berusia 72 tahun,” katanya.

Kasih foto kapolres Firman Nainggolan


KEPALA Kepolisian Resort Landak, Ajun Komisaris Besar Polisi Firman Nainggolan belum lama ini mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan kunci ganda pada kendaraan bermotornya, terutama roda dua.Kepada Pontianak Post, ia mengakui tingkat pencurian motor (curanmor) di Landak pada waktu belakangan ini semakin banyak dengan modus yang beragam. Karena itu, perlu kewaspadaan dari pengendara sendiri. Pihak kepolisian sendiri telah mengambil lngkah antisipasi dengan cara memberikan himbauan serta melakukan publikasi hasil penuntasan kasus. Hal ini diharapkan bisa sebagai bahan edukasi bagi masyarakat untuk selalu waspada.

Demikian juga halnya dengan personil kepolisian sudah semakin disiagakan untuk membantu masyarakat dari gangguan kriminalitas. Begitu juga halnya dengan pengamanan di pos-pos penjagaan, personil harus semakin waspada.Gangguan kriminalitas sangat tidak diduga datangnya, maka dari itu kewaspadaan juga mesti disiagakn setiap saat. Kemitraan yang dibangun antara polisi dan masyarakat harus mesti lebih ditingkatkan untuk menekan angka kriminalitas yang tinggi. “Upaya-upaya untuk mengantisipasi kejahatan yang sering muncul secara tiba-tiba mesti dilakukan secara bersamaan dengan masyarakat. Karena tanpa campur tangan akan sulit memberantas kejahatan secara tuntas, diantaranya curanmor,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Untuk kasus curanmor sendiri, ia mengingatkan kepada masyarakat agar jangan lupa untuk memiliki kunci ganda sebagai antisipasi curnmor dengan cara menjebol kunci utama dengan kunci T. Seperti halnya kasus pencurian yang pelakunya tertangkap di Senakin beberap waktu lalu. Kunci T yang digunakan merupakan kunci multi fungsi sehingga bisa membuka kunci utama kendaraan dengan jenis motor apapun. “Sebaiknya kita semua harus lebih waspada dengan memberikan kunci ganda kepada kendaraan yang kita miliki,” timpalnya.

Jumat, 29 Oktober 2010

Tiga Polsek Baru

MENGIMBANGI pemerintahan yang ada di Kabupaten Landak, Kepolisian resort Landak berencana mendirikan tiga kantor polsek baru di tiga kecamatan yang ada di kabupaten landak.Tiga kecamatan tersebut adalah kecamatan sompak, kecamatan jelimpo, dan kecamatan Banyuke Hulu. Polsek Sompak merupakan pecahan dari polsek mempawah hulu, polsek Jelimpo merupakan pecahan dari polsek Ngabang, dan Polsek banyuke hulu pecahan dari polsek manyuke.Kepala Bagian Perencanaan Polres Landak, Ajun Komisaris Polisi Ridwan membenarkan hal tersebut. Ketiga polsek baru tersebut pada pengajuan pertamanya ditolak, dan sudah direncanakan kembali untuk tahun 2012 yang akan diajukan pada tahun 2011 nanti.

“Kami sudah pernah ajukan pada tahun sebelumnya, tetapi ditolak. Tahun 2011 perencanaan tersebut akan kami lakukan pengajuan kembali,” ujarnya kepada Pontianak Post.Sejauh ini kecamatan-kecamatan yang ada tersebut masih menginduk pada polsek yang ada. Misalnya saja kecamatan jelimpo masih menginduk ke polsek ngabang. Dengan jarak yang begitu jauh dan jangkauan kerja yang cukup luas sangat memungkinkan pembangunan polsek baru untuk memaksimalkan kinerja polisi dalam melayani masyarakat.

Jika melihat kondisi dilapangan ini jelas sangat dibutuhkan. Karena kebutuhan masyarakat terhadap keamanan juga dirasakan semakin meningkat. Belum lagi misalnya kejadian-kejadian kriminalitas yang akan sangat sulit terpantau dengan tidak adanya Polsek didaerah kecamatan setempat.Sejauh ini, guna melakukan antisipasi serta pelayanan kepada masyarkat sudah didirikan pos-pos kepolisian dibeberapa kecamatan tersebut untuk membantu masyarakat dalam hal keamanan dan gangguan kejahatan lainnya. Dengan semakin maraknya kejahatan yang muncul setiap waktu, polsek-polsek yang akan didirikan nanti bisa lebih optimal dalam membantu masyarakat.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan bahwa pengajuan polsek baru ini nanti akan diajukan melalui rapat ditingkat polres, kemudian diajukan ke polda. Setelah dibahas dilingkungan Polda kalbar baru akan dilanjutkan ke Mabes Polri untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

Ajak Hidup Bersih

KEPALA Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Landak, Fransiskus Asius, Selasa (26/10) mengatakan bahwa urusan kebersihan jangan hanya diserahkan kepada pemerintah saja, tetapi mesti ada kesadaran dari semua lapisan masyarakat.

“Kalau urusan kebersihan semuanya diserahkan kepada pemerintah jelas tidak akan tertangani, karena personil dilapangan sangat terbatas. Karena itu perlu kesadaran bersama dari pemerintah, baik dari pimpinan tertinggi sampai dengan pegawai yang dibawah serta masyarakat harus melakukan dan membiasakan hidup bersih,” ungkapnya kepada Pontianak Post.

Penanggungjawab titik pantau kebersihan ini mesti bertanggungjawab atas kerjanya. Baik disekolah SD, SMP, dan SMA. Terutama lingkungan pendidikan dan kesehatan. Lebih lanjut ia mengatakan, Kabupaten Landak saat ini dalam hal kebersihan berada diperingkat kedua untuk kategori kota kecil, peringkat pertama diambil alih oleh Kabupaten Sintang.

Sedangkan untuk kategori kota sedang, Kabupaten Landak berada diperingkat keempat dibawah Kota Singkawang diposisi pertama, Kota Pontianak diposisi kedua, dan Kabupaten Sintang diposisi ketiga. “Sekarang ini sedang digalakkan anggota orange yang dimiliki, jadi personil dilapangan sudah bersih-bersih setiap hari Jumat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun 2011 mendatang Pemerintah Kabupaten Landak menargetkan Adipura. Untuk mendapatkan adipura tersebut, perlu kekompakkan dari semua pihak termasuk SKPD yang ada di Landak. Ia juga menegaskan komitmen kepada pemkab agar kantor kebersihan dan pertamanan ini statusnya bisa naik menjadi dinas.

Sedangkan menanggapi cuaca yang berkabut asap, dia pun mengajak agar mayarakat tidak membakar sembarangan. Karena, kalau kabut asap kian tebal, maka seluruhnya bakal terkena imbasnya.

Senin, 25 Oktober 2010

Kerjasama Peduli Pajak


DINAS pendapatan daerah Kalimantan Barat bekerjasama dengan gerakan pramuka kwarda Kalbar, Jumat (22/10) menggelar sosialisasi mengenai pajak bertempat di Aula sekolah dasar negeri 16 Ngabang.

Acara yang digelar sekitar pukul 15.00 wib tersebut menghadirkan Yenny As, dosen universitas panca bhakti pontianak, dan perwakilan dari Kwarda Kalbar, Syahirudin serta Ngatiman, selaku sekretaris kwarcab landak. Yenny As menyampaikan bahwa pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UU dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Melalui pramuka peduli pajak ini, berarti pramuka turut membangun daerah. Karena itu perlu adanya sosialisasi pajak sejak dini kepada segenap lapisan masyarakat terutama generasi muda yang akan turun bersama dengan masyarakat membangun daerah dari sektor pajak,” ujarnya kepada Pontianak Post. Dalam kesempatan ini, Yenny juga menjelaskan tentang beberapa sistem pajak dianatarnya, Self Assessment System yakni suatu sistem perpajakan yang memberi kepercayaan kepada Wajib Pajak untuk memenuhi dan melaksanakan sendiri kewajiban dan hak perpajakannya.

Kemudian dilanjutkan dengan Withholding tax system dan official assessment system. Menurutnya, withholding tax system merupakan suatu sistem perpajakan dimana pihak ketiga diberi kepercayaan (kewajiban), atau diberdayakan (empowerment) oleh undang-undang perpajakan untuk memotong pajak penghasilan sekian persen dari penghasilan yang dibayarkan kepada Wajib Pajak. Sedangkan Official Assessment System merupakan sistem perpajakan dalam mana inisiatif untuk memenuhi kewajiban perpajakan berada di pihak fiskus.

Perwakilan Kwarda Kalbar, Syahirudin mengungkapkan pentingnya kesadaran dari masyarakat, termasuk pramuka tentang pajak terutama sebagai mitra bangsa dalam pembangunan masyarakat. “Kesadaran akan pajak mesti tertanam dalam setiap masyarakat agar bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara. Kasus makelar kasus di dunia perpajakan beberapa waktu lalu memberikan pelajaran yang besar kepada bangsa untuk melakukn evaluasi besar-besaran dalam sistem pajak di Indonesia,”

Sekretaris kwarcab landak, Ngatiman saat dijumpai pontianak post mengungkapkan bahwa memberikan pengetahuan kepada adik-adik pramuka merupakan sebuah inisiatif yang baik.

Menurutnya dari jiwa-jiwa muda inilah diharapkan kesadaran akan pajak bisa berjalan dengan baik, terutama di kabupaten landak sendiri. Dengan semakin sadarnya kaum muda dalam urusan pajak, maka dalam jangka waktu yang panjang akan memunculkan generasi yang taat pajak masa depan. “Pendidikan dan sosialisasinya mungkin saat ini, tetapi hasil dan dampak besarnya akan dilihat dikemudian hari,” timpalnya.

Dua Petinju ke Aceh

LANDAK,


11 petinju Kalbar akan berlaga di kejurnas Aceh 21 Oktober 2010 mendatang. Manajer Tinju Kabupaten Landak Jongki,S.Pd pihaknya menyertakan dua petinju dalam event nasional tersebut. Tim Kalbar meliputi petinju putri masing-masing, Leni dari Ketapang di kelas 45 kg, Kiki dari Kabupaten Kubu Raya (KKR) di kelas 46 kg, Eva Riani Manyeng dari Kabupaten Landak di kelas 48 kg dan Sumi dari KKU di kelas 52 kg.

Sedangkan untuk petinju putra masing-masing, Andi Wandira dari KKR di kelas 45 kg, James Bon dari Kabupaten Landak di kelas 48 kg, Berry dari KKR di kelas 52 kg, Idi Katai dari Ketapang di Kelas 52 Kg, Jebwery dari KKU di kelas 64 kg, Agus Firmansyah dari Mempawah di kelas 75 Kg dan Elrijal dari Ketapang di kelas 80 kg.
"Pelatih yang akan berangkat Cosmas Radius, Kaomi, Damianus Yordan dan Giantodan inilah pelatih yang akan mendampingi para petinju kita selama berada dan mengikuti Kejuaraan di Aceh," tuturnya.

Dikatakannya dalam kegiatan Kejuarnas ini di harapkan para petinju Kalbat akan mampu bersaing memperebutkan kemenangan di ajang pertarungan sehingga dapat memperoleh hasil seperti yang di harapkan. Ketika ditanya tentang kesiapan 2 petinju Landak, Eva Riani Manyeng dan James Bon dia menegaskan tidak masalah.

Artinya berbagai persiapan sudah dilakukan dengan baik dan sudah siap menghadapi pertandingan untuk mewakili Kabupaten Landak di pentas Kejuaraan Nasional karena ini merupakan kesempatan terbaik di mana Kabupaten Landak memiliki kemampuan sehingga dapat mengikuti Kejuarnas. Jongki berharap dukungan doa dari masyarakat Kabupaten Landak agar ke dua petinju yang mewakili Kabupaten Landak dapat berhasil dan mampu bersaing dengan petinju dari daerah lain terutama untuk mengharumkan Daerah Kabupaten Landak.

Belum Bangun Pabrik


KEINGINAN Wilmar Group untuk mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit menurut Humas Wilmar group Kabupaten Landak dan Sanggau, Gregorius Uus sedang dalam proses. Pendirian pabrik harus memiliki kriteria yang harus dipenuhi. Diantaranya, setiap perusahaan yang ada dalam Wilmar harus memiliki kawasan lahan yang memenuhi syarat untuk memenuhi bahan baku pabrik.

"Tidak semua perusahaan di Wilmar bangun pabrik. Sebab, untuk membangun pabrik harus memiliki lahan. Kalau tidakada bahan baku, tentu saya pembangunan pabrik akan sia-sia,’’ tuturnya. Oleh karenanya, apabila masyarakat menginginkan agar pabrik dibangun di Kabupaten Landak ini, maka hal ini tergantung lahan yang ada di masing-masing lokasi.

"Bisa saja kalau memang lahan yang ada mencapai 9.000 Ha. Karena ini akan sangat memiliki potensi selain mempermudah kerjaan juga mengurangi biaya karena disetiap perusahaan sudah ada pabrik," tuturnya. Dilihat dari kondisi yang ada sekarang, terutama lahan yang ada hanya sebangian kecil yang dapat di kelola maka tidak mungkin dapat dibangun satu pabrik.

"Seperti lahan yang dimiliki PT.PP hanya 1.000 Ha, kemudian PT, PI hanya lebih 1.000 Ha, PT PAN hanya 300 Ha lebih dan PT DLP memiliki luas lahan hanya 2.000 lebih. Nah, bagaimana supaya pabrik bisa di bangun di kawasan setiap perusahaan yang ada di Desa-desa yang menjadi kawasan perusahaan tentu masyarakat harus bekerja sama dengan pihak perusahaankarena kalau dari luasan lahan yang ada dan tidak mencukupi, tentu sangat tidak layak untuk satu pabrik," ungkapnya.

Oleh karenanya agar pabrik dapat dibangun dia mengharapkan agar masyarakat dapat membuka lahan yang belum di buka untuk mencapai kawasan agar memenuhi syarat di bangun pabrik. Hanya saja katanya dalam perluasan lahan di harapkan tidak menyerahkan menyerahkan kawasan HCV dan NKT karena lahan yang berstatus kawasan tersebut sangat tidak boleh dikerjakan.

Dengan adanya perluasan lahan perkebunan serta didirikannya pabrik pengolahan tersebut, maka otomatis akan membuka lapangan kerja baru serta akan lebih banyak menyerap tenaga kerja. Dilain sisi, dengan terbukanya lapangan kerja baru bearti sudah membuka berbagai peluang usaha yang lebih baik bagi masyarakat yang ada di sejumlah kawasan tersebut.

selain itu yang lebih penting adalah akan membuka berbagai akses pada wilayah yang ada seperti beberapa waktu lalu yang hanya memiliki jalan setapak dan saat ini sudah dapat masuk mobil dan ini merupakan hal yang perlu di sadari, dan hal inilah yang harus di sikapi agar kondisi pembangunan yang dapat lebih baik.

Jumat, 22 Oktober 2010

Proyek CWSH Perlu Komitmen Bupati


NGABANG. Proyek air bersih CWSH (Community Water Services and Health) masuk di Kabupaten Landak sejak 2006 lalu dan harus berakhir 2011 mendatang. Kelanjutan proyek ini tergantung komitmen dari Pemkab Landak.

Hal inipun bisa diukur dari kinerja, pencapaian, menyediakan dana pendamping dan memikirkan keberlanjutan proyek. “Kita bisa sama-sama melihat bagaimana komitmen Pemkab Landak untuk melanjutkan proyek tersebut.,” kata Ketua Tim Evaluasi dari Bappenas, Imam Subekti usai pertemuan dengan Bupati Adrianus Asia Sidot dan instansi terkait di pendopo, Selasa (12/10) malam.

Diungkapkan Imam, Bappenas hanya merencanakan dan menjadi tim pengarah. Sedangkan yang bertindak selaku lembaga pelaksana adalah Kementerian Kesehatan RI. Dari ekpose pelaksanaan proyek CWSH yang ada di Landak, hasilnya memang cukup baik. Itu terlihat dari cakupan sarana air bersih yang meningkat dari 31 ke 83 desa.

“Menurut saya itu merupakan peningkatan yang cukup bermakna. Kemudian, ada sekitar 10.555 kepala keluarga (KK) yang diuntungkan dengan proyek ini. Tapi dari 10.555 KK itu kita harus cek dulu ke lapangan. Kita khawatir proyek itu tidak tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar miskin,” ungkap Imam..

Sementara itu, Bupati Adrianus Asia Sidot mengatakan, proyek CWSH memang mempunyai peran yang strategis. Khususnya di pedesaan. Proyek ini menyediakan sarana air bersih dan memberdayakan masyarakat, sehingga masyarakat bisa merasakan memiliki hasil kerja.

“Pola proyek CWSH yang tetap memberdayakan masyarakat patut ditiru di daerah. Dengan demikian masyarakat tidak merusak hasil proyek, karena masyarakat merasa memiliki dan ikut membangun proyek tersebut,” ujar Bupati.

Proyek CWSH mempunyai umur yang sangat panjang ketimbang yang dibangun dengan dana pemerintah. Banyak masyarakat beranggapan bahwa proyek yang dibangun dengan dana pemerintah merupakan milik pemerintah juga. “Padahal dana yang digunakan untuk membangun proyek itu berasal dari masyarakat juga. Tapi saya tetap berusaha mengubah pola pikir masyarakat yang seperti itu,” katanya.

Tuntutan masyarakat terhadap permintaan sarana air bersih di Landak berada diperingkat ke dua setelah permintaan jalan. Itu terungkap berdasarkan hasil turun lapangan yang dilakukan Bupati selama ini. “Ini dikarenakan banyak air sungai yang sudah tercemar merkuri yang disebabkan limbah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Ini juga merupakan akibat dari ulah manusia sendiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat Landak menyambut antusias proyek CWSH. Setelah proyek berjalan, tidak ada masalah yang terjadi di Landak. “Saya tetap memohon kepada pusat supaya dapat meneruskan proyek CWSH di Landak. Sebab masih banyak desa belum merasakan hasil daripada proyek tersebut,” tukas dia.

Refleksi HUT Pemkab Landak (4) Bangun Perkantoran Terkendala Sosial


Sejak terbentuk pada 12 Oktober 1999 silam, dengan pejabat sementara Bupati Landak, yaitu Agus Salim yang dilantik Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden. Langkah selanjutnya, Bupati dan kabinetnya bersama anggota DPRD memikirkan pembangunan seperti perkantoran. Saat itu Ngabang sebagai ibukota kabupaten masih sangat minim aset seperti gedung.

Bangun fisik yang terkesan adalah pembangunan Kantor DPRD Landak yang pertama kali. Waktu itu dianggap gedung paling megah dengan menelan dana sekitar Rp 8 miliar (masih menggunakan APBD Kabupaten Pontianak). Pembangunan selesai pada 2002-2003. Proses pembangunan kantor wakil rakyat itu banyak masalah sosial yang harus diselesaikan.

Setelah bangunan pertama, yaitu gedung wakil rakyat yang berdiri, dilanjutkan pembangunan kantor-kantor strategis, seperti Bappeda, Kimpraswil, Dispenda dan lainnya. Yang paling besar adalah kantor bupati. Kemudian pembangunan Kantor Dinas Kesehatan dan Perindagkop serta juga RSUD Landak.

Proyek besar lain yakni pembangunan stadion olahraga. Peletakan batu pertama secara simbolis dilakukan Bupati Adrianus AS 12 Januari lalu. Lima bulan kemudian, pada Mei lalu bangunan itu telah digunakan sebagai lokasi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kalbar. Satu bulan kemudian digunakan untuk Jambore Pemuda Indonesia.

Selain milik Cipta Karya, juga sejumlah proyek Bina Marga terus berjalan, seperti pembangunan jalan dan jembatan. Untuk 2007-2008 sudah dibangun jambatan kerangka baja Mungguk dengan panjang 110 meter. Pada 2009-2010 ini juga dibangun jembatan Kuala Behe sepanjang 10 meter dan jembatan Serimbu panjang 12 meter.

Landak Kalahkan Sambas dan Kabupaten Pontianak Industri Perbankan Bergairah


NGABANG. Bupati Dr Adrianus Asia Sidot mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi suatu daerah bisa dilihat dari geliat industri perbankan. Kemajuan kabupaten yang masih belia ini mampu mengalahkan Sambas dan Kabupaten Pontianak yang sudah lama terbentuk.

“Kita lihat di Ngabang secara khusus dan Landak pada umumnya, baik sektor perbankan maupun lembaga-lembaga keuangan lain tumbuh subur. Selain Bank Kalbar, juga ada BRI, Bank Danamon dan Bank Mandiri. Juga lembaga keuangan lain yang juga tumbuh pesat seperti credit union,” urai Adrianus saat acara silaturahmi PT Bank Kalbar Cabang dengan nasabah, Senin (11/10) malam.

Berkembangnya sektor perbankan menunjukkan ekonomi di Landak tumbuh positif. Pada 2008 lalu, pertumbuhan ekonomi di Landak di atas 3,5 persen. Bahkan pada tahun lalu pencapaian pertumbuhan terkerek menjadi 4,58 persen. “Saya juga sangat optimis dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Landak bisa mencapai pertumbuhan ekonominya antara 6,5 persen sampai 7 persen. Tapi hal ini apabila momentum pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini bisa terjaga, baik secara lokal Landak, secara regional, nasional dan di tingkat internasional,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan itu.

Adrianus bersyukur Landak yang baru berusia 11 tahun sudah mampu menjaga eksistensinya. Itu tentu tidak terjadi dengan sendirinya atau bukan turun dari langit. “Ini merupakan hasil kerja keras dari semua masyarakat yang telah memiliki kesadaran untuk berkontribusi yang sesuai bidang masing-masing terhadap pertumbuhan perekonomian yang ada di daerah ini. Apalagi dengan masuknya investasi yang cukup besar di daerah ini, saya juga yakin lima tahun ke depan Landak akan menjadi salah satu Kabupaten yang diperhitungkan di Kalbar, terutama dari segi kekuatan perekonomiannya,” yakin Adrianus optimis.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Kalbar, Sudirman HMY mengatakan, bank yang dipimpinnya merupakan milik masyarakat Kalbar. Pemegang saham adalah Gubernur Kalbar dan para bupati/walikota se-Kalbar.

“Sebagai bukti PT Bank Kalbar ingin memajukan Landak, kami menyerahkan dana Rp 100 juta untuk mendukung kegiatan pendidikan dalam bentuk beasiswa. Beasiswa ini pun akan disebarkan kepada 100 orang siswa di Landak yang akan menerima masing-masing Rp 1 juta,” katanya.

Sudirman tertakjub melihat perkembangan pembangunan di Landak yang cukup pesat. Bahkan perkembangan pembangunan di Landak mengalahkan kabupaten lain, seperti Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sambas. “Ini menunjukkan perkembangan pertumbuhan perekonomian di Landak cukup terbukti. Nah bagi Bank Kalbar sendiri ini merupakan peluang yang sangat baik,” tandas dia.

Cornelis Bupati Pertama


Setelah Kabupaten Landak terbentuk, dilakukan peresmian dan pelantikan pejabat sementara Bupati Landak, yaitu Agus Salim. Agus Salim dilantik oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden pada 12 Oktober 1999 di Jakarta.

Tidak hanya itu, penyerahan personel, peralatan, pendanaan dan dokumen (P3D) dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pontianak kepada pejabat Bupati Landak pada 2000, disaksikan Gubernur Kalimantan Barat, Aspar Aswin di Ngabang.

Hal ini dilakukan demi kelancaran pelaksanaan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan. Pengisian keanggotaan dewan sesuai UU No. 15/2000 tentang perubahan UU No. 55/1999. Keanggotaan dewan Kabupaten Landak diisi anggota dewan hasil pemilu 1999 yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Landak.

Penetapan anggota DPRD Kabupaten Landak sebanyak 35 orang berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalbar No. 453 tanggal 15 Desember 2000. Pelantikan dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Mempawah pada 19 Desember 2000 di Ngabang. Ketua DPRD Kabupaten Landak, Yosef Kilim.

Berdasarkan sidang paripurna DPRD Kabupaten Landak pada 19 Juli 2001, terpilih Bupati dan Wakil Bupati definitif atas nama Cornelis dan Nicodemus Nehen. Pasangan itu ditetapkan dengan keputusan DPRD Kabupaten Landak No. 19 tanggal 19 Juli 2001, tentang penetapan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Landak periode 2001-2006.

Pelantikan Cornelis dan Nicodemus Nehen sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak dilakukan Gubernur Kalimantan Barat atas nama Menteri Dalam Negeri pada 6 September 2001 di Ngabang.

Masa pemerintahan Cornelis MH menjadi Bupati Kabupaten Landak berlanjut berdasarkan hasil pemungutan suara secara langsung untuk periode 2006-2011, dengan wakil Adrianus Asia Sidot.

Kemudian, pada 2007 saat berlangsung Pemilihan Gubernur Kalbar, Cornelis MH mencalonkan diri dan terpilih. Maka secara otomatis dan peraturan, Wakil Bupati Adrianus Asia Sidot naik menjadi Bupati menggantikan Cornelis MH. Sedangkan wakil bupati diusulkan dari Partai Politik pengusung, yakni PDI Perjuangan. Hasil pemilihan dilakukan anggota DPRD Landak dan terpilih, Agustinus Sukiman.

Sosialisasi Hasil Rakernas


Ngabang. Ketua PDI Perjuangan, Landak Minsen mengatakan, rapat kerja cabang (rakercab) yang digelar, Sabtu (16/10) lalu dengan agenda sosialisasi hasil Rakernas di Sentul pada 3-5 Agustus, dalam materinya di antaranya tentang konsolidasi. Kemudian ketetapan partai tentang regulasi di bidang penjaringan, penyaringan dan penetapan calon, bupati/walikota.

“Nanti setelah kita konsolidasi sampai anak ranting, mungkin akhir November sudah mulai dibuka penjaringan calon bupati. Tahapan kita buat pengumuman kepada masyarakat, nama-nama balon akan dibawa ke rapat kerja cabang khusus,” kata dia.

Siapkan Sejak Dini


Bupati Adrianus Asia Sidot mengajak seluruh insan olahraga di Kabupaten Landak, para atlet agar bisa mempersiapkan diri sejak dini. Prestasi tidak mungkin datang secara tiba-tiba.

“Tapi hasil kerja keras dari ketekunan untuk berlatih. Bagi atlet atau calon atlet agar berlatih dengan sebenar-benarnya,” tegasnya saat memberikan sambutan pembukaan Turnamen Bola Voli Gubernur Cup II di Ngabang, dua hari lalu.

Menurut Bupati, turnamen bola voli Gubernur Cup yang digelar di Ngabang 16-23 Oktober ini, merupakan tanda kepercayaan dari Gubernur terhadap Kabupaten Landak sebagai tuan rumah. Untuk itu, atas nama Pemkab dan masyarakat Landak, dia menghaturkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar tertib seperti kegiatan lain yang digelar di Landak ini,” ujar Bupati.

17 Guru Terima Beasiswa Kuliah


NGABANG. Tahun ini sebanyak 17 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Landak lulus seleksi beasiswa kuliah strata satu (S1).

Ini sebagai langkah peningkatan mutu dan kualitas guru pendidik agama Islam di sekolah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk tahun anggaran 2010 menyelenggarakan beasiswa kualifikasi S1 bagi guru PAI pada sekolah, program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

“Kita di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pendamas/Tos hanya memfasilitasi. Untuk segala teknis perkuliahan dan administrasi para calon mahasiswa berurusan langsung dengan STAIN Pontianak,” ujar Abdulbar, Kepala Seksi Pendamas/TOS, Kantor Kemenag Landak usai pengarahan kepada calon mahasiswa, Selasa (19/10) kemarin.

Adapun 17 guru yang lulus terdiri 16 guru PNS dan satu orang non PNS. Sedangkan bagi guru yang belum lulus tahun ini agar bersabar. Tiap tahun peserta diperkenankan mengisi formulir pendaftaran seleksi. “Ini merupakan program pertama yang kita terima dari pusat. Kemudian kita mengusulkan calon mahasiswa dan hanya lulus 17 orang,” terang Abdulbar.

Dia mohon maaf kepada guru PAI yang belum terakomodir, karena dana memang terbatas melalui mitra kerja yaitu STAIN Pontianak. Pada program berikutnya dia berjanji akan mengusulkan lebih banyak lagi. Dengan harapan pada 2014 semua guru sudah memiliki kualifikasi S1. “Kami mohon doa, mudah-mudahan program ini bisa lebih banyak lagi,” ujar Abdulbar.

Untuk guru madrasah ada beasiswa yang saat ini sudah berjalan yaitu program LPTK melalui STAIN yang diikuti sembilan orang. “Jadi yang ini khusus guru madrasah,” tandas Abdulbar.

Tampilkan Kesenian dan Potensi Daerah Hari Ini Tim dari Landak Bertolak ke Yogyakarta


NGABANG. Tim Kesenian dan Pameran dari Dinas Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Landak, Rabu (20/10) hari ini, berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti promosi potensi daerah Kabupaten Landak di arena Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK).

Even akbar ini dihelat Pemkab Landak bekerjasama dengan Forum Mahasiswa Kabupaten Landak (FORMAKAL) di Yogyakarta pada 21-23 Oktober 2010 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Tim kita terdiri dari beberapa dinas/instansi terkait. Di acara PSBDK kita akan menampilkan pameran potensi daerah pariwisata, pertanian, perdagangan dan perindustrian, pertambangan, perkebunan. Kemudian di acara pembukaan kita akan menampilkan kesenian tarian Dayak,” ungkap Kepala Disporabudpar Landak, Lukas Kanoh kepada Equator di kantornya, Selasa (19/10).

Menurut Lukas, PSBDK merupakan program. Tiap tahun kepanitiaan berganti. Tahun ini oleh FORMAKAL dengan melibatkan Pemkab Landak sebagai panitia . Saat pembukaan nanti Gubernur Kalbar Cornelis MH tidak bisa hadir, maka akan dibuka Bupati Dr Adrianus Asia Sidot. “Nah, di acara ini mudah-mudahan ada investor yang berkunjung dan tertarik untuk berinvestasi,” ujar Lukas.

Ia menambahkan, selain pameran dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan, panitia juga menggelar pertandingan seni budaya dan lainnya. Kabupaten Landak memang tidak ikut dalam pertandingan, tapi menampilkan kesenian budaya. “Untuk tim kesenian kita dari Sanggar Tarigas Sidi yang merupakan pemenang saat Festival Budaya Binua Landak (FBBL) tahun 2009 lalu,” kata Lukas.

Terpisah, Pimpinan Sanggar Tarigas Sidi, Erni Yovita Ludis mengatakan, timnya siap tampil sesuai permintaan panitia.

“Kita akan menyiapkan tarian penyambutan. Kemudian di acara pembukaan kita akan memberikan tarian atraksi hiburan dari sanggar kita dari Landak. Ada tiga tarian yang kita siapkan nanti,” ujar Erni.