Welcome Pontianak Centre
Tampilkan postingan dengan label Pontianak News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pontianak News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2010

Benahi Bongkar Muat Petikemas

 


PONTIANAK – Lalu lintas pelayanan kapal di Pelabuhan Dwikora Pontianak terus mengalami peningkatan. Itu terlihat dari grafik selama tiga tahun terakhir. Pada 2009 sebesar 4.570 unit atau 6.232.535 gross tonage, diperkirakan tahun 2010 mencapai 4.566 unit atau 6.727.699 GT.PT Pelindo II Cabang Pontianak telah pula menangani bongkar muat barang atau komoditas sebanyak 4.481.466 ton pada tahun 2009, dan tahun 2010 diperkirakan mencapai 5.699.785 ton. Demikian disampaikan Ferialdy Noerlan, Direktur Operasional Pelindo II, beberapa waktu lalu.“Dalam pemberian pelayanan kapal dan barang, Pelindo II mengupayakan kelancaran pelayanan kapal dan barang yang kinerjanya ditunjukkan oleh waktu yang dihabiskan kapal di pelabuhan (turn round time), rasio waktu bertambat yang digunakan untuk kegiatan bongkar muat (efffective time/berthing time), dan produktivitas bongkar muat barang,” ungkap Feri.

Terkait SLA/SLG, Feri mengatakan, kinerja yang telah dijaminkan adalah untuk bongkar muat peti kemas di TPK Pontianak, adalah 18 box/crane/hour, namun belum dapat dicapai karena masih ada permasalahan dengan peralatan bongkar muat peti kemas. Di samping itu kondisi lapangan penumpukan juga belum masih belum kondusif, untuk produktivitas yang tinggi karena kegiatan stuffing/unstuffing yang masih dilakukan di lapangan penumpukan, dan belum tersedianya depo di luar area pelabuhan.

“Saat ini tengah diupayakan pemindahan petikemas kosong ke Pelabuhan Nipah Kuning, untuk mengurangi kepadatan di lapangan penumpukan TPK Pontianak,” kata dia.Untuk menunjang hal tersebut, lanjut Feri, dilakukan upaya pengembangan fasilitas yang meliputi perkuatan dermaga dan pemasangan rel gantry jib crane, rencana pembangunan lapangan petikemas, dan pengadaan kapal tunda baru 1 unit. Disamping itu, penambahan alat bongkar muat berupa satu unit container crane, satu unit mobile crane, dua gantry jib crane, empat RMGC, dua forklift dan dua side loader.“Program pengembangan berupa penambahan fasilitas dan peralatan tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas pelayanan dan meningkatkan level of service dalam bentuk peningkatan produktifitas. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan pelayanan dan mendukung pelaksanaan program peningkatan produktifitas antara lain program pengoperasian 24 jam,” tukas Feri.

Pecat Jaksa Nakal

PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat seyogyanya mempublikasikan jaksa nakal kepada publik yang mendapat sanksi. Dalam menjawab reformasi birokrasi lembaga kejaksaan. Hal terungkap dalam diskusi bertajuk bicara kejaksaan (bijak) kemarin di salah satu stasiun televisi lokal di Pontianak. Hadir sebagai narasumber yaitu Kajati Kalbar Faedhoni Yusuf, Hermansyah dari pengajar Hukum Pidana di Fakultas Hukum Untan, dan Hermawansyah dari lembaga Gemawan.
Hermansyah mengatakan kejaksaan merupakan lembaga penegakan sekaligus tumpuan masyarakat penting membangun kepercayaan. Dengan mengumumkan jaksa yang berdinas di seluruh kejaksaan di jajaran kejaksaan tinggi Kalbar.

''Paling tidak jika dengan diumumkan ke publik menimbulkan rasa malu. Terpenting membuat efek jera jaksa mengulangi perbuatan. sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik ke lembaga kejaksaan yang sedang menjadi sorotan,'' kata Hermansyah.Dia menilai lembaga penegakan hukum penting mendapat kepercayaan masyarakat. Agar langkah kebijakan yang diambil mendapat dukungan penuh publik. Masyarakat tentunya akan merasa memiliki institusi penegak hukum jika kapabilitas aparatnya terjamin. Karena aparat nakal tidak diberikan tempat oleh institusi tempatnya berada. ''Dengan diumumkannya nama jaksa nakal ke publik,'' kata Hermansyah.

Pendapat serupa dikemukakan Hermawansyah, aktivis Gemawan. Sebagai jalan menepis anggapan lembaga kejaksaan masih diramaikan jaksa nakal. “Tindakan sanksi yang dijatuhkan kepada jaksa sepantasnya dipublikasikan agar masyarakat dapat menilai pembenahan dijajaran kejaksaan tinggi Kalbar,'' kata Hermawansyah.Kajati Kalbar Faedhoni Yusuf menyatakan pihaknya tidak tertutup atas oknum yang sudah dijatuhkan sanksi. Namun dalam publikasinya memang belum dilakukan. Ada kuartalnya, kata Kajati, kapan untuk mengumumkan nama oknum jaksa yang telah dijatuhi sanksi.

''Selama tiga bulan terakhir sudah puluhan jaksa dikenakan sanksi dengan bermacam kasus,'' kata Kajati. Namun dia enggan merinci angka pasti. ''Pokoknya angka puluhan itu komulatif seluruh jaksa yang bertugas di jajaran kejaksaan tinggi Kalbar,'' tambah Kajati yang telah menahan belasan tersangka kasus dugaan korupsi selama bertugas di Kalbar ini.Dia menjelaskan bentuk sanksi yang diberikan beragam. Menyesuaikan tindak pelanggaran yang jaksa perbuat. Yakni mulai sanksi penundaan pangkat hingga penahanan gaji berkala namun belum sampai pada tahap pemecatan. Kajati berharap masyarakat untuk yakin bahwa lembaga kejaksaan bakal menindak tegas jaksa yang nakal. ''Sebagai langkah bersama menegakkan supremasi hukum,'' katanya

Penerimaan Hewan Kurban Menurun

 


PONTIANAK - Ketua Panitia Kurban Masjid Raya Mujahidin, Joni Abu menjelaskan pada perayaan Iduladha kali ini, Masjid Raya Mujahidin telah menerima kurban sebanyak 27 ekor kambing. Jumlah itu mengalami penurunan dari tahun lalu sejumlah 40 ekor. ”Untuk pendistribusian kurban kambing ini kami melalui masjid-masjid di Pontianak yang telah mengajukan permohonan bantuan kurban, namun kami acak dengan sistem undian,” katanyaSedangkan kurban berupa sapi, lanjutnya, tahun ini Masjid Raya Mujahidin menerima 20 ekor sapi yang mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya 12 ekor.

Penyaluran sapi tersebut melalui Masjid Mujahidin sebanyak 8 ekor, Kota Pontianak 6 ekor, setiap Kecamatan Kabupaten Kubu Raya 2 ekor, Kabupaten Pontianak 2 ekor, Kabupaten Landak 1ekor dan Kabupaten Bengkayang 1ekor. ”Untuk penyembelihan dan penyerahan hewan kurban dilakukan di Masjid Raya Mujahidin hari ini (17/11), di halaman Perguruan Mujahidin,” ujarnya.Pembagian hewan kurban berjalan tertib. Menurutnya ada sekitar 900 kantong daging yang telah dibagi-bagikan kepada masyarakat kurang mampu yang telah terdata oleh panitia kurban masjid Raya Mujahidin.”Kami atas nama panitia kurban Masjid Raya Mujahidin Pontianak, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan kurbannya di Mujahidin. Terhadap semua pihak yang berpatrtuisipasi dalam kegiatan kurban tahun ini,” tandasnya.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan dalam memperingati hari raya kurban atau iduladha, sudah selayaknya mengorbankan harta terbaik yang dimiliki untuk kepentingan sesamat umat, seperti membantu para korban bencana alam dan sejenisnya. “Tidak hanya sesama umat islam, siapapun yang membutuhkan pertolongan hendaklah kita memberikan bantuan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita tentunya harus diringi dengan rasa ikhlas,”ujarnya, (17/11).Dengan berkurban, lanjut dia, maka secara tidak langsung dapat memberikan banyak manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. “Karena seseorang dapat dikatakan sempurna imannya, jika dia mau mengorbankan harta terbaik miliknya untuk kepentingan masyarakat luas,”kata dia.

Anggota Panitia Hari Besar Islam Kota Pontianak, Ali Anshar yang mengatakan jumlah hewan kurban yang dihimpun Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak tahun 2010 untuk jenis sapi sejumlah 422 ekor dan kambing 663 ekor.”Dari jumlah semua ini masih ada sekitar sepertiga dari jumlah kurban yang belum tercover, karena keterbatasan tenaga petugas untuk mendata jumlah keseluruhan hewan kurban yang ada di seluruh Pontianak,” tandasnya

Berbagi dalam Kondisi Krisis

PONTIANAK--Ribuan ummat muslim Kota Pontianak memenuhi Masjid Mujahiddin, guna mengikuti Salat Iduladha, Rabu (17/11). Sehari sebelumnya, Muhammadiyah juga melaksanakan Salat Iduladha di tempat yang sama.Sejak pagi hari, ribuan umat muslim berbondong-bondong mendatangi masjid terbesar di Kalimantan Barat tersebut. Khutbah Iduladha disampaikan Ketua STAIN Pontianak, Dr Hamka Siregar.Dalam khutbahnya, Hamka mengugkapkan kisah tentang kurban di tengah timbunan persoalan yang dihadapi saat ini, dimana krisis sosial begitu luas menimpa negeri ini.

Bencana dan musibah terus silih berganti menimpa, seolah-olah tiada henti. Dalam situasi dan kondisi yang demikian, sejarah tentang Nabi Ibrahim layak untuk kita renungi sebagai sebuah ibrah, tamsil dan pembelajaran.“Sungguh, jika dianalisis lebih dalam, kita akan tiba pada kesimpulan bahwa krisis ini berpangkal dari kemerosotan akhlak, rasa kesetiakawanan yang kian menipis dan hilangnya semangat berkurban dari ruang-relung hati kita. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya yang serius untuk memulihkan keadaan dengan mempertinggi akhlak anak bangsa, menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial serta menggelorakan semangat berkurban,” jelasnya.
Meskipun penyembelihan ini penting, lanjut dia, penyembelihan bukan hanya sekadar menumpahkan dan mengalirkan darah ke bumi untuk menghasilkan daging. Prosesi ini memiliki arti simbolik, yaitu menggapai ketakwaan. Dengan demikian, prosesi kurban mengisyaratkan dua hal penting. Satu sisi, dilihat dari aspek penyembelihan dapat dimaknai sebagai simbol pelenyapan atau pemusnahan sifat-sifat kebinatangan yang melekat atau menempel pada diri manusia. Debu-debu yang mengotorinya harus dimusnahkan sehingga fitrah kemanusiaan tetap terpelihara. Sisi lain, sisi yang tidak kalah penting adalah adanya kesediaan untuk berbagi di antara sesama. “Dengan berkurban kita mengembangkan solidaritas sosial, penyebaran asset untuk menghindari penumpukan kepemilikan di tangan segelintir orang,” ujarnya.
Sementara itu, ummat Islam juga memadati Jalan Rahadi Usman, depan Kantor Walikota Pontianak. Sejak pukul 06.00 WIB, para jamaah mulai memadati lapangan. Salat dipimpin Ustad M Sodiq dan Dr. H Wajidi Sayidi M.Ag bertindak sebagai Khatib.Dalam khutbah singkat dengan tema Iduladha pencerahan spiritual, moral dan sosial kemanusiaan, Wajidi memaparkan perayaan Iduladha mengingatkan umat Islam akan dua peristiwa agung seperti ibadah haji dan drama kehidupan Nabi Ibrahim yang ingin mengorbankan putera kesayangannya. “Itulah sebabnya yang dikurbankan sampai hari ini adalaha menyembelih binatang bukannya manusia, yang sekaligus merupakan salah satu bentuk protes terhadap adanya pengorbanan dan penindasan manusia terhadap sesama manusia,” paparnya.Selain itu lanjut dia, peristiwa haji dan kurban tersebut tidak hanya sekadar diingat dan dikenang, namun perlu dan diharapkan umat Islam mampu memahami makna simbolik yang terkandung didalammnya dan dihayatai serta diterjemahkan dalam bentuk perilaku kehidupan sosial kemanusiaan.

Muhammadiyah
Salat Iduladha pada hari Selasa (16/11) difokuskan pada dua tempat, Masjid Mujahiddin Pontianak dan Masjid Alfurqan, Jalan Parit H Husein II Pontianak.Pantauan Pontianak Post, jamaah memenuhi bagian dalam, sampai plaza dan bagian menara Masjid Mujahiddin yang baru dibangun. Meskipun berbeda dengan keputusan pemerintah yang memutuskan Iduladha jatuh pada Rabu (17/11), suasana tetap berjalan khusuk dan khidmat. Sejak pukul 06.00 WIB, terlihat ummat satu persatu mulai memenuhi masjid di pagi yang cerah itu.
Khutbah disampaikan Slamet Rianto, Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Pontianak, mengenai visi dan misi pendidikan Nabi Ibrahim.Slamet mengatakan, pola Ibrahim mencetak kader berpredikat nabi digambarkan Alquran dengan tahapan yang sitematis dan detail. Visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh yang menyembah hanya kepada Allah SWT. Dalam penantian panjang beliau berdoa agar diberi generasi saleh yang dapat melanjutkan perjuangan agama tauhid.
Dia mengatakan, Ibrahim sangat konsisten dengan visi ini, tidak pernah terpengaruh predikat dan titel selain kesalehan.Sedangkan misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Ketaatan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah mapan di sekitamya.Sedangkan Kurikulum pendidikan Ibrahim juga sangat lengkap. Muatannya telah meyentuh kebutuhan dasar manusia. Aspek yang dikembangkan meliputi Tilawah untuk pencerahan intelektual, Tazkiyah untuk penguatan spiritual, Taklim untuk pengembangan keilmuan dan hikmah sebagai panduan operasional dalam amal kebajikan

Kimha Tahanan Kota Kasus Dugaan Korupsi Baju Hansip


PONTIANAK--Kejaksaan Tinggi Kalbar telah menetapkan Cornelius Kimha sebagai tahanan kota dalam kasus dugaan korupsi pengadaan baju hansip. Sedangkan tersangka lain Ketua Panitia Lelang Rukasi, Kontraktor Pelaksana Donal Ginanjar dan pemegang aggaran Toni Ferdi, sebelumnya telah dijebloskan dalam rumah tahanan. Kajati Kalbar Faedhoni Yusuf mengatakan status tahanan kota pada Kimha sesuai aturan yuridis formal. Tidak menahan Kimha di Rutan berdasar pertimbangan kesehatan. Yakni lampiran rekam medik dari dokter sejak lima hingga enam tahun lalu hingga rekam medik terbaru.

“Rekaman itu menunjukkan Kimha memiliki latar belakang gangguan kesehatan. Sehingga penahanan di Rutan dapat diabaikan,” kata Faedhoni Yusuf dalam diskusi bertajuk Bicara Kejaksaan (Bijak) di TVRI Pontianak, Senin (15/11) petang. Kajati menambahkan, dalam waktu secepatnya kasus pengadaan baju hansip ini akan disidangkan untuk mencari kepastian hukum. Ia menargetkan akhir November, kasus pengadaan baju hansip telah masuk pengadilan. Menurut Kajati, tidak hanya kasus pengadaan baju hansip yang menjadi prioritas penyelesaian. Melainkan sejumlah kasus yang dalam tahap penyidikan segera dituntaskan. Dia merincikan sekitar dua belas tersangka kasus dugaan korupsi yang menjalani penahanan akan segera diproses ke pengadilan.
Pengajar Fakultas Hukum Untan, Hermansyah, salah satu pembicara mengatakan progress kejaksaan dalam upaya pemberantasan korupsi telah mulai tampak. Karena itu perlu mendapat dukungan guna penegakan supremasi hukum di Kalbar.
Namun ia menginginkan kejaksaan dapat menjelaskan ke publik soal status penahanan kota pada Kimha, agar tidak menimbulkan prasangka masyarakat terhadap lembaga kejaksaan. Meski secara aturan langkah kejaksaan dia nilai tepat dan sesuai hukum. Yakni menetapkan tahanan kota bagi salah seorang tersangka kasus pengadaan baju hansip, dengan pertimbangan kesehatan, sesuai keterangan dokter.
“Penjelasan penting untuk menepis dugaan diskriminasi hukum. Sebagai pencerahan ke publik,” kata Hermansyah. Meskipun sebenarnya tidak ada diskriminasi.
Hal senada diungkapkan Hermawansyah dari Gemawan, salah satu pembicara. Ia menganggap penjelasan ke publik sangat penting bagi kejaksaan. Agar tidak menimbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat. Tetapi ia memberikan apresiasi terhadap kinerja kejaksaan yang mulai tampak dalam penindakan kasus dugaan korupsi. “Progres penegakan hukum akan membawa banyak perubahan,” katanya.

“Peran institusi dalam pemberantasan korupsi sangat penting,” tambah dia. Pengadaan baju hansip untuk kepentingan pengamanan Pemilu Legislatif 9 April 2009 dan Pilpres 8 Juli 2009 ini diketahui bermasalah setelah diaudit BPK Perwakilan Kalbar. Audit yang dilakukan tahun 2009 itu tidak bersifat global, tetapi audit khusus berbentuk Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT).Pengadaan pakaian Hansip dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama Desember 2008 dengan pagu anggaran Rp4,5 miliar untuk pengadaan sekitar 8 ribu stel. Tahap kedua Februari hingga Maret 2009 dengan pagu dana sekitar Rp4,8 Miliar untuk pengadaan 7.950 stel pakaian.

Jangan Ada Titipan Pejabat



PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi menerima berkas lamaran peserta calon pegawai negeri sipil, Senin (15/11).Pantauan Pontianak Post di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kalimantan Barat yang terletak di komplek Kantor Gubernur Kallbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, loket pendaftaran belum terlalu banyak dijejali calon peserta yang memasukkan berkas.Di lantai pertama kantor tersebut, terdapat sejumlah meja penerimaan berkas yang disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan dari formasi yang telah ditetapkan.Sementara di halaman kantor, dipasang papan pengumuman CPNS secara lengkap. Mulai dari formasi, persyaratan, tata cara melamar, hingga tahapan pelaksanaan seleksi.

Santoso, 25, warga Pontianak yang ditemui Pontianak Post di BKD Kalbar mengatakan, dia bersama temannya masih melihat persyaratan yang diperlukan terlebih dahulu.“Saya belum memasukkan berkas. Masih melihat syarat-syaratnya dulu,” katanya, sembari mencatat sejumlah persyaratan yang diperlukan. Hal yang sama dikatakan Kurniawan, 23, warga Sungai Kakap.“Penerimaan berkas masih lama. Sampai 27 November. Saya mencatat persyaratannya saja dulu. Masih bingung. Mau daftar di Provinsi Kalbar atau Kubu Raya. Mungkin minggu depan baru masukkan berkas,” kata lulusan jurusan ekonomi salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini.

Baik Santoso maupun Kurniawan berharap, penerimaan seleksi CPNS bebas dari unsur KKN. “Mudah-mudahan yang lolos itu murni benar-benar hasil tes. Bukan titipan anak pejabat ataupun ada permainan uang oknum pegawai,” kata Kurniawan.Hal yang sama ditegaskan Santoso. “Dewan juga harus mengawal itu. Jangan sampai ada anak pejabat atatu titipan dari pejabat yang lolos. Baru mau masuk saja sudah KKN, gimana kalau sudah kerja?” ujarnya.Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Lensus Kandri mengimbau masyarakat tidak terjebak rayuan yang mengiming-imingi bisa membantu meluluskan tes CPNS dengan imbalan sejumlah uang.“

Kita mengimbau kepada pencari kerja atau pelamar CPNS jangan percaya kepada pihak tertentu yang menawarkan bisa lulus tes. Apalagi minta imbalan sejumlah uang. Kalau ada seperti itu, segera laporkan. Kalau yang menawarkan adalah oknum PNS, segera laporkan kepada BKD terdekat. Akan kita berikan sanksi,” katanya.Yang lebih penting dilakukan masyarakat yang ingin lolos CPNS adalah persiapan diri secara matang. Karena, dengan persiapan yang matang itulah yang menjamin seseorang lulus tes. Bukan karena bantuan seseorang.Sementara untuk penentuan kelulusan, pihaknya juga akan berlaku transparan dan bebas dari titipan-titipan. “Nantinya kelulusan itu menggunakan sistem ranking,” jelas Lensus.

Senin, 15 November 2010

Cornelis: Penangguhan Tak Hambat Penyelidikan Demo Hari Pahlawan, Mahasiswa Ditampar

 


PONTIANAK--Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2010 di halaman Kantor Gubernur Kalbar ternodai insiden kekerasan. Kejadian berawal pasca acara seremonial sekelompok mahasiswa melakukan unjuk rasa. Mereka yang tergabung dalam Solmadapar disambut Gubernur Kalbar Cornelis. Aksi para pemuda itu tampak kurang berkenan di hati Cornelis. Ungkapan bernada berang pun terlontar di hadapan pengunjuk rasa. Bahkan setelah aksi bubar tindakan anarkis terjadi dilakukan aparat di areal kantor gubernur. Upacara Hari Pahlawan berlangsung khidmat. Dihadiri PNS, purnawirawan serta jajaran muspida, tokoh masyarakat dan agama serta undangan lainnya. Usai upacara dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Disela-sela itu belasan mahasiswa, mengatasnamakan dirinya Solidaritas Mahasiswa Peduli Rakyat (Solmadapar) melakukan aksi di depan pintu utama kantor gubernur. Aksi telah dimulai dari Bundaran Untan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, gubernur usai acara ramah tamah keluar untuk selanjutnya masuk ke ruangan kerja. Namun saat melintas, Cornelis sempat melihat para mahasiswa melakukan aksi. Gubernur belum memberikan tanggapan terhadap aksi tersebut. Karena memang hendak masuk ke ruangan terlebih dahulu. Pengunjuk rasa terus menerus meneriakkan yel-yel perjuangan. Beberapa polisi serta petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus menjaga aksi tersebut. Tak lama kemudian, tiba-tiba Cornelis keluar dari ruangannya. Kemudian mendatangi para pendemo yang terus menerus berorasi dengan menggunakan megaphone. “Dalam penegakan hukum tidak ada melanggar Hak Asasi Manusia. Semua sesuai dengan aturan dan sudah diserahkan ke penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan,” kata Cornelis seraya mendekat ke pengunjuk rasa.

“Apalagi kalian (pengunjuk rasa, red) tidak mempunyai izin, tidak sopan. Negara ini punya aturan, bukan milik kalian,” tegas Cornelis dengan nada meninggi. Bersamaan dengan itu, petugas kepolisian, Satpol PP mencoba menghalau belasan pengunjuk rasa dengan dorongan.“Sebagai gubernur, bisa memberikan jaminan hukum kepada siapapun termasuk kepada kalian jika tersangkut permasalahan hukum. Tapi langkah itu tidak sampai menghambat proses penyelidikan,” kata mantan Bupati Landak ini.“Penyataan sikap kita terima dan nantinya akan ditindak lanjuti. Tapi bagaimana menyampaikan dengan cara sopan dong. Kalian kan manusia, saya manusia saling menghormatilah,” ungkap Cornelis.

Setelah puas menasehati pengujuk rasa, Cornelis memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. Kemudian perwakilan Solmadapar membacakan penyataan sikap di depan orang nomor satu di Kalimantan Barat ini. Sekretaris Jenderal Solmadapar, Jimi Pratomo menyatakan penegakan hukum merupakan cerminan dari pemimpin daerah. Bagaimana sebuah hukum bisa mengayomi semua warganya. “Jadi hukum harus berpihak adil, dengan mementingkan kepentingan rakyat. Bukan seperti parang, dimana atas tajam untuk orang miskin serta tumpul untuk bagi mereka yang punya kuasa,” tambah Jimi.

Bahkan dalam pernyataan sikap tersebut, Solmadapar menginginkan tekad pemerintah daerah untuk membasmi praktek korupsi. Berharap tidak ada intervensi terhadap Kejaksaan Tinggi dalam hal penanganan masalah tindak pelanggaran hukum.“Kami juga menginginkan pemberantasan terhadap kasus korupsi yang lama ataupun baru. Serta harus dibangkitkan dan tegakkan supremasi hukum,” pungkas Jimi.Sesaat kemudian Cornelis meninggalkan lokasi. Pengujuk rasa langsung disuruh bubar. Mereka kemudian menuju halaman parkir. Namun malang nasib pengunjuk rasa. Mereka langsung dikerumuni aparat kepolisian dan terjadi aksi anarkis yang dilakukan oleh aparat mulai dari tamparan, tarik baju hingga membuat helm mereka pecah. Pasca kejadian pihak Solmadapar memberikan keterangan pers. Mereka menyayangkan amarah gubernur dan kejadian anarkis tersebut. Ukal, salah satu anggota dari Solmadapar mengungkapkan bahwa aksi mereka dalam rangka memperingati Hari pahlawan. Dua orang mahasiswa yang menjadi korban adalah Afif Fahruzi yang terkena tamparan dari oknum polisi dan Uning yang bajunya robek karena ditarik.

DPR RI Koreksi Kinerja BUMN Kalbar

PONTIANAK- Kinerja Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kalbar, yaitu PLN, Pertamina, Pelindo II, Pelni dan ASDP, dievaluasi Komisi VI DPR RI. Hal tersebut berlangsung di PLN Wilayah Kalbar, Selasa (9/11).

Sebelum mengevaluasi BUMN tersebut, terlebih dahulu dilaksanakan pemaparan kinerja dari masing-masing BUMN. Setelah pemaparan selesai, dipandu oleh ketua rombongan Komisi VI DPR RI, Aria Bima. Setelah pemaparan, satu persatu anggota Komisi VI DPR RI melakukan koreksian atas kinerja yang dilakukan BUMN tersebut, diantaranya program PLN berupa Gerakan Sehari Satu Juta Sambungan (Gresss) di Kalbar yang dinilai tidak merata.

Sebab di Kabupaten Landak saat ini masih banyak masyarakat yang belum merasakan listrik. “Berdasarkan kunjungan kami dengan Gubernur, terdapat laporan bahwa masih terdapat masyarakat yang belum merasakan listrik, terutama masyarakat Kabupaten Landak, padahal menurut laporan untuk di Kalbar, dalam program Gresss melampaui target,” kata Edhy Prabowo, salah satu anggota Komisi VI DPR RI.

Dilain pihak, Puan Maharani mengoreksi kinerja Pertamina dan Pelindo. Untuk Pertamina, menurut putri mantan presiden Megawati tersebut, dalam konversi minyak tanah ke gas, perlu dilakukan secara maksimal. Sebab masih banyak kejadian di media masa yang memberitakan ledakan tabung gas. “Sejak tidak lagi dilihat pemberitaan di media massa, jangan sampai kinerja konversi menurun. Namun harus selalu ditingkatkan,” ungkap dia.

Sedangkan untuk Pelindo, Puan mempertanyakan mengenai menurunnya ekspor yang disebabkan kapasitas bongkar muat di pelabuhan yang tidak maksimal. Selain itu, pendangkalan yang terjadi di sungai Kapuas juga tidak luput dari perhatiannya. “Ekspor menurun sebesar 148 persen karena pelabuhan tidak bisa menampung peti kemas secara maksimal.

Ini harus jadi perhatian, disamping itu kondisi muara harus diperhatikan mengenai kedangkalannya. Saya harap Pelindo segera mencari solusinya,” tutur Puan. Sedangkan ASDP dan Pelni lebih disorot mengenai angkutan penumpang. Menurut Aria Bima, kunjungan tersebut untuk melihat kebijakan dan mengevaluasi serta memonitoring kinerja BUMN terkait. “Hasil dari kunjungan kerja Komisi VI DPR RI kali ini akan menjadi masukan dan nantinya semoga antar BUMN bisa solid dan sinergi dalam rangka memperkuat Industri di Indonesia,” kata dia.

Bayi Miliki Kelamin Ganda Ortu Pasrah, Kesulitan Ekonomi Jika Operasi

PONTIANAK—Jenis kelamin anak ganda luar dugaan para orang tua. Termasuk bagi Rahmat M. Ali, warga Parit Makmur Dalam, Siantan Pontianak Utara. Anak ketiganya memiliki dua jenis kelamin.

Ia sendiri bingung jenis kelamin sebenarnya buah hatinya itu. Hal itu dia ungkapkan, Selasa (9/11) siang di rumah sakit Yarsi, Pontianak Timur. Ali tahu mengenai anaknya berkelamin ganda ketika menginjak usia setahun satu bulan. Kini umur anaknya satu tahun lima bulan. Sewaktu lahir tidak menunjukkan kesan bahwa bayi yang dilahirkan istrinya memiliki keganjilan. Segala sesuatu berjalan normal.

Dan perawat di rumah sakit Umum Soedarso menyatakan anak ketiganya berkelamin lak-laki. Meski sempat berbeda informasi yang diperoleh. “Pertama perempuan kata perawat. Tidak lama berselang perawat meralat informasinya,” kata Ali. Menurut Ali, informasi tentang kelamin ganda anaknya didapat dari abang kandungnya. Karena dia yang merawat. Pasalnya, ibu kandung anaknya mengalami stoke usai bersalin. Sehingga dia (Ali,red) konsentrasinya terkuras penuh untuk merawat istri yang keluar masuk rumah sakit.

“Pertama abang yang bilang anak saya bukan laki-laki. Kelaminnya ada dua. Pertama saya tidak terlalu mengubrisnya. Karena fikiran lebih kepada istri yang terbaring sakit. Namun usai dilihat. Kabar yang diterima benar adanya,” kata Ali. Tapi secara batin, Ali menginginkan anaknya hadir sebagai sosok pria. Lantaran anak pertama dan keduanya berkelamin perempuan. Yaitu Dewi Anggraini dan Dela Anggraini.

Sementara anak ketiga memiliki dua nama. Yakni Suryaningsih dan Dico. Memberi nama Suryaningsih adalah kakak Ali. Sehingga, anaknya selama dalam pengasuhan kakaknya sering mengenakan pakaian bayi perempuan. Ketika sudah dalam kepengasuhan Ali, bayi yang lahir 16 Juni 2009 penampilannya dirubah. Ia lebih memilih memakaikan pakaian anaknya sebagaimana bayi laki-laki.

Tapi untuk kartu Jamkesmas, nama anaknya ditulis Suryaningsih. Sesuai pengasuhan bibinya. Ali menjelaskan, secara sekilas, nyata anaknya memiliki dua jenis kelamin. Tapi buang air kecilnya, melalui saluran alat kelamin perempuan. Sementara untuk alat kelamin pria anaknya tanpa kantong sperma. Meski begitu, besar harapan Ali, sangat menginginkan anaknya hadir layaknya sebagai laki-laki.

Namun, Ali mengaku bingung soal kepastian jenis kelamin anaknya ke depan. Karena jika harus operasi, Ali mengemukakan terbentur kemampuan ekonomi. Ia hanya bisa pasrah terhadap kondisi anaknya. Selain itu, Ali mesti berjuang untuk pengobatan istrinya yang keluar masuk rumah sakit akibat stroke. Hal serupa juga sama buat anak ketiganya. Rutin menjalani pengobatan rumah sakit. Karena gangguan pernafasan. “Nafasnya agak tersendat,” kata Ali.

Badan anak Ali kelihatan tampak kurus. Ketika dijumpai, ia sudah tiga hari opname di Yarsi. Di ruang Rawat Inap Anak dan Bayi, bocah yang belum genap dua tahun itu tanpa didampingi ibu kandungnya. Karena sedang terbaring sakit di rumah. Dan baru sehari keluar dari rumah sakit yang sama.

Ali menuturkan, cobaan yang sedang mendera membuat konsentrasinya terbelah. Pekerjaan banyak ditinggalkan. Sementara dana pengobatan tidak sedikit yang dibutuhkan. Maka, ungkap Ali, di rumahnya hanya menyisakan satu unit televisi ukuran 14 inci. Karena benda berharga miliknya sudah dia jual untuk menutupi biaya pengobatan anak dan istri.

Jumat, 05 November 2010

Pesawat Terbakar, Satu Tewas Latih Penanggulangan Gawat Darurat


 


PONTIANAK— Belum hilang dalam ingatan kita peristiwa tergelincirnya pesawat Lion Air di Bandara Supadio Pontianak. Kemarin lapangan udara itu kembali dihantam masalah. Sebuah pesawat komersil terbakar karena diserang komplotan penjahat.

Usai evakuasi penumpang, diperoleh data korban 30 penumpang selamat, sepuluh orang shock, empat mengalami luka bakar dan seorang meninggal, Kamis (4/11). Usai kebakaran hebat komplotan melarikan diri melalui pintu keluar. Namun setelah ditutup oleh kendaraan kepolisian, maka terjadi kejar-kejaran di airside. Lalu komplotan tersebut menembak salah satu petugas Avsec yang disandera.

Pengejaran terus berlanjut dan akhirnya pelaku dapat dibekuk aparat kepolisian. Akibatnya pesawat udara yang sedang taxing di Apron mengalami kebakaran mesin akibat ledakan bom Molotov oleh perusuh. Petugas bandara berusaha sigap. Menggunakan kendaraan RIV dan Foam Tender sesegera mungkin menuju lokasi untuk memberikan pertolongan dan memadamkan kebakaran pesawat.

Komplotan penjahat datang menggunakan mobil jeep ke arah pesawat lalu menodongkan pistol dan menyandera dua orang petugas Avsec yang sedang taxing, lalu melempar bom Molotov ke mesin pesawat sehingga terjadi ledakan dan kebakaran hebat. Sebelumnya, seorang Calon penumpang pesawat udara di Screening Check Point setelah diperiksa menggunakan X ray oleh petugas Avsec, didapati membawa senjata ringan (pistol) yang disimpan dalam tas tentengan. Diproses oleh pihak pengaman Bandara dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian kawasan Bandara Supadio, setelah diinterogasi ternyata komplotan tersebut telah meletakkan bom diterminal.

Ketika diketahui calon penumpang yang membawa rakitan bom tersebut tertangkap, rupanya komplotan tersebut telah melacak komplotan tersebut telah merancanakan untuk masuk ke Air Side secara paksa karena ada penumpang VIP yang diincar di dalam pesawat yang akan berangkat. Peristiwa heroik dan tragis tersebut menjadi rentetan dalam skenario latihan penanggulangan gawat darurat penerbangan bandar udara Supadio Pontianak, Kamis (4/11) pagi.

Silmulasi melibatkan TNI AU, kepolisian, Basarnas, pemadam kebakaran, dan pihak rumah sakit. Yang memiliki hubungan terkait penanggulangan tanggap darurat dalam prosedur evakuasi insiden di bandara. Kepala Cabang PT. Angkasa Pura II Pontianak Normal Sinaga mengatakan latihan penanggulan di bandara merupakan langkah menguji kesiapan dalam menghadapi situasi darurat di bandara. Sekaligus menguji peralatan, kehandalan dan menguji koordinasi antar unit kerja dilingkungan internal Angkasa Pura maupun eksternal.

“Latihan merupakan bentuk dalam upaya mensinergiskan koordinasi pihak bandara untuk mengatasi keadaan darurat. Sejauh mana tingkat sinergisitas antar unit kerja,” kata Norman. Ia menambahkan, sesuai standar, latihan penanggulan di bandara yang melibatkan pihak eksternal minimal satu tahun sekali. Sementara pelatihan khusus internal bandara tiga bulan satu kali.

“Pelatihan memang sudah direncanakan. Sebelum over shoot Lion Air,” kata Normal menanggapi begitu dekat jeda waktu pelatihan dengan insiden penerbangan di bandara Supadio.

Selamat Datang Geerhan Lantara, Pangdam XII Tanjungpura Saya Tidak Bisa Sendiri, Saya Perlu Dukungan Masyarakat

TAK mudah menjabat sebagai pemimpin. Karena tanggung jawab dan beban yang dipanggul sangatlah berat. Namun hal tersebut tak berlaku bagi sosok Mayjen TNI Geerhan Lantara, Panglima Kodam XII/Tanjungpura yang baru menggantikan Mayjen TNI Moeldoko. Bagi lulusan Akmil Magelang tahun 1978 ini, kepemimpinan merupakan suatu amanah yang harus dijalankan.“Walau bagaimanapun kondisinya, saya akan tetap memikul beban sekaligus tanggung jawab ini. Sebab sesuai dengan amanah masyarakat Kalbar “Selamat datang Geerhan, Pertahankan NKRI”, dan saya siap tentu dengan dukungan masyarakat,” ungkap Geerhan.Puluhan tahun mengabdi sebagai prajurit TNI AD, banyak pengalaman yang telah didapatkannya dalam dunia kemilioteran.

Sebagai mantan Panglima Irwasum, Itjenad Mabes TNI AD, dan terakhir sebagai Panglima Divisi Infanteri II Kostrad Singosari Malang, membuat Geerhan sangat berpengalaman dalam memimpin kesatuan. Namun satu hal yang selalu ditegaskan Geerhan. Dalam kepemimpinan harus mengutamakan kebersamaan. Sebab menurut dia, dengan kebersamaan, maka dalam menjalankan tugas yang diemban akan terasa ringan.“Kalbar terdiri dari berbagai macam etnis. Tentunya dengan kebersamaan, maka kita bisa membangun dan menjaga Kalbar ini bersama,” katanya.Menurut Pangdam, seorang pemimpin harus ditopang dengan kompetensi juga kapasitas, termasuk didalamnya wawasan atau pengetahuan umum, kejujuran juga kepercayaan yang didasarkan pada moralitas, sehingga terhindarkan dari pemimpin Indonesia yang hanya mencari jabatan, tanpa memikirkan yang dipimpin.

“Pemimpin dalam makna yang sebenarnya adalah sebuah proses saling kerja sama antara orang yang memegang jabatan dengan anggota lain. Bukanlah kepemimpinan tanpa kerjasama antara pemegang jabatan dan orang disekitarnya,” ungkap Panglima.Seorang pemimpin, menurut Geerhan, harus mampu menciptakan interaksi sosial yang di dalamnya terjadi kerjasama antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang positif dalam usaha mencapai tujuan.“Saya tidak dapat berjalan sendiri dalam memimpin Kodam XII/Tanjungpura ini. Sebab dukungan sangat saya butuhkan, seperti ketika pak Moeldoko sebagai panglima. Kodam akan selalu berada bersama masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan keamanan,” tutur Panglima.

Distribusi Bantuan Mentawai Terganggu

PONTIANAK - Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak, kemarin berangkat ke Mentawai untuk mendistribusikan bantuan yang telah terhimpun. Namun berdasarkan keterangan tim yang sudah sampai. Penyaluran sendiri akan sedikit terganggu dengan adanya cuaca yang masih ekstrem.Penanggung jawab Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak, Br Stephanus Paiman OFM Cap, mengatakan bantuan yang terhimpun merupakan hasil kerja sama dengan Forum Relawan Kemanusiaan Indonesia di Jakarta. Namun pihaknya sendiri belum bisa memastikan menggunakan jalur apa nanti.“Semua barang bantuan sudah ada di Sikakap. Namun untuk pendistribusian sendiri tidak cukup satu hari. Karena itu berhubungan dengan cuaca yang memang masih belum bersahabat,” tambah Stephanus, saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Jalur yang bisa ditempuh, lanjut Stephanus, diantaranya adalah laut, darat serta udara. Namun itu juga menunggu hasil terkahir keadaan cuaca. Kalaupun bisa ditempuh dengan motor. Keadaan di lapangan, bahan bakar minyak langka.“Sementara alternatif yang akan dilakukan adalah menggunakan sarana perahu karet, namun konsekuensinya adalah waktu yang diperlukan lama,” kata Stephanus.Berdasarkan keterangan dari tim yang terlebih dahulu tiba di lokasi bencana. Dikatakan Stephanus, bentuk bantuan yang dibutuhkan diantaranya adalah obat-obatan. Terutama sekali adalah untuk penyakit malaria. Kemudian juga alat penerangan yaitu petromak, serta peralatan-peralatan lainnya.

“Kami lebih mengutamakan apa yang memang menjadi kebutuhan dari warga yang terkena bencana,” ungkap Stephanus.Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat, Tri Budiarto mengatakan kegiatan prabencana adalah terpenting dibandingkan saat bencana ataupun paska. Namun masyarakat seakan mengabaikannya karena mempersiapkan sesuatau yang belum terjadi dikatakan mengharap.“Kalau kita bicara bencana saat tidak ada bencana, dianggap kita sebagai dewa atau mengharap bencana itu. Padahal bagaimana mengantisipasi untuk mengurangi korban atau kerugian adalah hal utama,” tambah Tri.Menurut Tri, prabencana adalah mempersiapkan masyarakat sendiri saat bencana datang dan setelahnya. Karena dalam melakukan penanganan. Konsepsi dan konstruksi harus utuh. Sehingga saat musibah datang, apa yang dikerjakan sudah terarah.“Dalam prabencana, akan dipersiapkan bagaimana masyarakat bersikap. Nantinya masyarakat tidak sampai menjadi korban dari musibah yang datang itu,” ungkap Tri.

Pemuda Masih Berharap PNS


PONTIANAK - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, M Andi Cahyono mengatakan pemuda hingga saat ini masih berharap untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Hal itu disebabkan masih belum mencukupinya lapangan kerja menjanjikan yang sengaja disiapkan pemerintah atau pihak lain.“Perhatian pemerintah Kalimantan Barat memang sudah baik. Namun lantaran keterbatasan anggaran, belum bisa mensinergikan keterlibatan pemuda untuk lebih berperan di dinas-dinas atau instansi,” tambah Adi, saat ditemui di Pendopo Gubernur Kalbar di Pontianak.

Menurut Adi, diharapkan pemerintah pusat maupun daerah untuk lebih memperhatikan lapangan kerja. Pemuda, dimana jumlah lulusan sekolah misalnya. Semakin tahun terus bertambah. Sehingga nantinya generasi ini dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya.“Perlu ditingkatkan lagi perhatian pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja. Dengan demikian pemuda dapat membangun diri serta keluarganya,” jelas Adi. Begitu juga dengan pemuda yang berada di daerah perbatasan. Mereka diantaranya harus mendapatkan perhatian tersendiri.Sementara itu, di bidang pendidikan sendiri. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah mulai ada peningkatan. Dimana banyak sarana dan prasarana pendidikan mulai dibangun atau diperbaiki. “Sekolah-sekolah di daerah terpencil juga sudah banyak yang tersentuh pembangunan. Diharapkan hal ini sebagai langkah untuk meningkatkan Sumber Daya Pemuda khususnya,” ulas Adi.

Jaga Kalbar dari Teroris

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, mengatakan secara geografis Kalimantan Barat berhadapan dengan Laut China Selatan, serta memiliki wilayah darat paling panjang yang berbatasan dengan negara tetangga. Karena itu Kalbar termasuk salah satu daerah rawan, terutama terhadap tindakan teroris. Diperlukannya kerjasama dalam pengamanan wilayah Kalbar. Hal tersebut tak hanya kewajiban Kepolisian, namun TNI sebagai kesatuan pengamanan sangat dibutuhkan peranannya. “Kalau dilihat perkembangan politik internasional, dimana teroris bertebaran dimana-mana. Maka Kalbar sebagai salah satu wilayah yang berbatasan dengan Negara lain harus dilakukan penjagaan ekstra ketat. Untuk menjaga ini, pintu perbatasan darat diamankan bersama-sama,” ungkap Cornelis.

Penanganan teroris di negeri ini, lanjut Gubernur, tak hanya peranan TNI dan Kepolisian. Namun masyarakat juga di tuntut berperan aktif dalam memerangi terorisme. Mengingat terorisme memiliki jaringan luas yang setiap saat dapat mengancam keamanan nasional, perdamaian dan kedaulatan Negara. Pencegahan terhadap aksi terorisme adalah tanggung jawab bersama aparat terkait dan seluruh elemen masyarakat yang ada. “Kalau kita kompak maka negara akan aman, sehingga kesejahteraan rakyat dapat kita capai, dimana target kita pada 2014 angka pertumbuhan mencapai delapan persen. Investasi kita jaga sehingga sehingga perkonomian meningkat,” tegas dia.Secara umum, Cornelis mengatakan, peran semua pihak dalam memerangi terorisme tidak lain karena tanggung jawab moral dan konstitusional diantaranya dalam menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan NKRI dan melindungi segenap bangsa.“Tokoh-tokoh pemerintahan, partai politik, dan tokoh-tokoh masyarakat sipil, khususnya dari lembaga-lembaga keagamaan, harus kian proaktif dan saling bekerja sama melawan terorisme, sehingga peluang bertumbuhnya faktor penyebab munculnya terorisme bisa ditekan,” papar Cornelis.

Kejaksaan Segera Kirim Surat ke Presiden Usman Jafar Bakal Diperiksa

PONTIANAK—Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Gubernur Kalbar periode 2003-2008 Usman Jafar terus diusut. Pasalnya, dalam waktu dekat ini Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat segera melayangkan surat permohonan izin ke presiden.

Dugaan korupsi itu terkait dana asuransi jabatan eksekutif di lingkungan sekretariat Pemprov Kalbar senilai Rp1,4 miliar. “Pekan depan kita (kejaksaan,red) kembali akan mengajukan surat ke presiden. Menyangkut untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi. Mengingat salah seorang tersangka, Usman Jafar, merupakan pejabat negara. Kita intinya ingin cepat,” kata Wakajati Kalbar, Andi Abdul Karim menjawab pertanyaan mahasiswa pengunjuk rasa yang mempertanyakan kasus dugaan korupsi dengan tersangka Usman Jafar, Kamis (4/11) siang.

Dia menambahkan, izin presiden dibutuhkan dalam proses hukum yang melibatkan pejabat negara. Sebab jika tanpa mengantongi izin presiden pemeriksaan akan dianggap tidak sah dan batal demi hukum saat dipersidangan. Maka pihaknya tidak menginginkan hal tersebut. Namun, lanjut dia, kejaksaan tetap komitmen dalam mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi. “Doakan saja biar izin presiden cepat turun,” katanya.

Usman Jafar kini menjabat sebagai anggota DPR-RI perwakilan Kalbar periode 2009-2014. Sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Kalbar. Kedua jabatan tersebut, membuat Usman Jafar berstatuskan pejabat negara. Usai jabatan gubernur berakhir, pria yang akrab dengan panggilan UJ itu, karir politiknya mulus menuju ke Senayan. Ini membuatnya tetap mengantongi status sebagai pejabat negara. Sementara memeriksa pejabat negara membutuhkan izin presiden. Penetapan status tersangka Usman Jafar dalam dugaan korupsi APBD Kalbar sejak 11 Agustus 2006 silam, ketika kepala Kejati Kalbar dijabat oleh Darmono, kini Plt Jaksa Agung.

Demo
Puluhan mahasiswa mengatasnamakan aliansi mahasiswa peduli penegakan hukum Kalimantan Barat kembali berunjuk rasa di kejaksaan Tinggi. Mereka menuntut kejaksaan memproses secara hukum tumpukan kasus dugaan korupsi yang tersangkanya sudah ditetapkan. Dan meminta kejaksaan tidak diskriminatif serta tebang pilih dalam mengusut kasus dugaan korupsi, Kamis (4/11).

Sebuah spanduk bertuliskan data tentang dugaan kasus korupsi di Kalbar massa pegunjuk rasa bentangkan mewarnai orasi. Data yang disuguhkan berupa dugaan korupsi terkait dana bansos provinsi. “Demo di Kejaksaan ingin menanyakan sejauh mana pengusutan kasus di korupsi di Kalbar,” kata salah seorang demonstran saat berorasi. “Agar kasus penuntasan kasus korupsi di Kalbar memiliki titik terang,” tambahnya.

Banyak kasus yang pendemo utarakan. Diantaranya mereka mempertanyakan kebijakan kejaksaan mengenai eksekusi keputusan Mahkamah Agung. Terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi ketua dan wakil DPRD Sambas Priode 1999-2004. “Bagaimana eksekusinya. Kenapa kasus yang sudah jelas status hukumnya tidak kejaksaan laksanakan keputusan MA untuk menahan tiga terdakwa,” tegas orator aksi.

Koordinator lapangan unjuk rasa, Yulipus dalam pernyataan sikapnya mendesak Kajati menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan hati nurani dan berorientasi kepada kepentingan rakyat. Ia pun meminta Kajati dalam setiap menjalankan tugasnya bersikap adil dan tidak berdiskriminasi serta tebang pilih, dan mendesak Kajati untuk segera memproses kasus yang sudah ditetapkan tersangkanya.

Pengunjuk rasa menyampaikan kepada pihak kejaksaan dalam tuntutannya, ada enam kasus yang harus segera dituntaskan. Antara lain, dugaan kasus korupsi Air bersih Meriam Berasap, Bansos Provinsi dan Kota, Dana Asuransi yang melibatkan mantan Gubernur Kalbar Usman Jafar, Pembangunan Sirkuit Batu layang, eksekusi putusan MA terhadap mantan ketua dan Wakil DPRD Kabupaten Sambas 1999-2004 dan proyek Air Bersih Melawi.

Pendemo juga membawa poster. Bertuliskan kasus dugaan korupsi di Kalbar. Dan terdapat tulisan yang sangat terang. Yakni tangkap Usman Jafar, mantan Gubernur Kalbar yang terbelit kasus dugaan korupsi dana asuransi di sekretariat Pemprov Kalbar. Wakil Kepala Kajati Kalbar Andi Abdul Karim, menemui pengunjuk rasa.

Ia memberi penjelasan kepada pengunjuk rasa, menyangkut eksekusi putusan MA, Kejati sudah memberikan instruksi ke Kejari Sambas. Dan kejaksaan sudah melayangkan dua kali surat pemanggilan. Selain itu, pihaknya (kejaksaan-red) juga menerima surat dari Komnas HAM. Yang dikirimkan terdakwa. Sementara mengenai penanganan kasus bansos Provinsi, dijelaskan Wakajati KPK yang menangani. Sedang Bansos Kota Pontianak, juga tidak ditangani kejaksaan. Sehingga menyangkut perkembangan kedua kasus tersebut kejaksaan sepenuhnya tidak mengetahui.

DU Salurkan Donasi Mentawai-Merapi

DOMPET Ummat mengirimkan donasi yang terhimpun dari masyarakat ke Mentawai dan Merapi, Kamis (4/11). Masing-masing senilai Rp10 juta, pada tahap awal ini dan akan ada tahap berikutnya. Bantuan Mentawai difokuskan untuk kebutuhan balita, perempuan, dan ibu hamil. Diantarnya susu, makanan bayi, makanan untuk ibu hamil, dan kebutuhan perempuan lainnya.Donasi disalurkan melalui jejaring yang terbangun selama ini. “Kita memiliki jejaring pertemanan yang terbangun sejak di Aceh, Jogja, dan Sumatera Barat,” ujar Sahrul, GM Aksi Tanggap Musibah Dompet Ummat, “Mereka aktifis kemanusiaan yang memiliki dedikasi tinggi dan telah kita kenal baik. Sejak awal bencana kita telah saling kontak dan terus mengikuti perkembangan.”

Prinsip penyaluran donasi dari masyarakat, organisasi masyarakat sipil, serta instansi dan perusahaan di Kalimantan Barat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek darurat dan kebutuhan korban bencana. Terlebih aliran bantuan dari berbagai daerah hadir, namun kerap menumpuk dan sulit terdistribusi secara cepat dan tepat. Beberapa pengalaman terlibat dalam fase tanggap darurat hal seperti ini kerap terjadi. Biasanya karena bantuan dikirim sejenis, misalnya Indomie atau beras.“Untuk itu kita mengajak kepedulian masyarakat disalurkan secara tunai, sehingga memudahkan kita dan jejaring yang terbangun dapat menyalurkan sesuai kebutuhan pengungsi yang kerap cepat berubah,” kata Sahrul.

Dompet Ummat menerima donasi kemanusiaan baik bersifat individu maupun kelompok atau perusahaan atau hasil penggalangan yang dilakukan secara mandiri untuk dikirimkan ke Merapi dan Mentawai. Penyaluran dapat dilakukan langsung ke Kantor Dompet Ummat Jalan Karimata No.2A. Layanan jemput donasi 0561-7918676, serta SMS Center 081-345-653-653.Guna memaksimalkan donasi, Dompet Ummat bersama Pontianak Post dan berbagai pihak mengadakan malam do’a dan amal di Hotel Mercure Pontianak, Minggu, 7 November 2010. Pihak Mercure turut mensponsori kegiatan, sebagai bentuk kepedulian. Kegiatan diisi lelang lukisan yang dibuat kelompok Kachifa. Sejumlah seniman Kota Pontianak akan tampil diacara itu. Selain lelang lukisan, juga dilakukan lelang barang-barang tokoh masyarakat Kalbar.

Dompet Ummat mengundang pejabat daerah, pengusaha, pimpinan BUMN/BUMD, kalangan profesional, dan para pihak yang ingin berbagi peduli di malam itu. “Kita tengah membangun komunikasi dengan gubernur, kapolda, pangdam, serta sejumlah kalangan untuk dapat hadir diacara ini,” kata Suhartini, GM Fundraising Dompet Ummat.“Hingga kini, Dompet Ummat masih membuka partisipasi seniman Pontianak yang ingin berbagi peduli guna meringankan derita saudara kita di Mentawai dan Merapi,” lanjutnya.

Senin, 01 November 2010

Pengunjung Ponticomtech Membludak




PONTIANAK—Hingga hari ketiga Ponticomteck di PCC pengunjung masih memadati. Bahkan lalu lalang ruangan PCC sangat penuh. Para pengujung begitu antusias ingin melihat pameran yang terbesar dan terlengkap di akhir tahun 2010. Pengunjung datang mulai dari anak kecil, remaja, hingga orang tua. Ini membuktikan bahwa kota Pontianak juga sebagai tempat yang menarik untuk perkembangan bidang IT. Apalagi beberapa saat lalu, Paryadi, wakil walikota Pontianak mengatakan bahwa suatu kota dikatakan berkembang bisa dilihat dari salah satu indikatornya, yaitu perkembangan dunia IT.

Fani, panitia pagelaran pemeran tersebut Sabtu (29/10) malam sempat menutup pintu masuk PCC karena padatnya pengunjung. “Saya sempat malam kemaren menutup pintu PCC karena ruangan sudah sangat padat. Para pengunjung begitu ramai ingin melihat pameran IT yang terlengkap ini. Padahal kemaren sempat hujan,” jelas Fani kepada Pontianak Post Minggu (31/10). Ia manambahkan, siang hingga malam suasana di PCC sangat padat. Meski hujan sempat terjadi tidak menyurutkan para pengunjung untuk datang.

Pameran tersebut banyak penawaran yang menarik dari 36 stand yang ada. “Kali ini pameran padat sekali, saya saja sempat kewalahan juga saking ramainya. Apalagi datang ke sini juga disediakan stand makanan sehingga membuat pengunjung jadi tidak kelaparan,” ujarnya lagi. Salah satu pengunjunng yang sempat diwawancarai Pontianak Post Erni Novita mengatakan, bahwa pameran tersebut sangat beraneka ragam IT yang dipamerkan. Belum lagi diskon yang diberikan setiap brand begitu besar, sehingga membuat kita ingin membeli. “Kapan lagi bisa dapat barang bagus dengan harga yang terjangkau,” kata pengunjung yang saat itu seusai membeli laptop salah satu brand. Kompetisi Game Hari Ini

Senin (1/11), akan digelar kompetisi game online di PCC. Para peserta yang menyenangi dunia game online bisa langsung mendaftarkan kepada panita lomba. Kompetisi tersebut boleh diikuti siapa saja tua maupun muda. Peserta ada lima orang dalam satu tim dan membayar registrasi sebesar Rp100ribu untuk satu tim. Pendaftaran berakhir hingga pukul 10.00WIB hari ini. Bagi yang berminat bisa langsung menghubungi panitia yang bersangkutan.

Barak Pelajar Ludes Asrama SMA TBK Terbakar

 
 

PONTIANAK – Dua barak milik asrama Sekolah Menengah Atas Taruna Bumi Khatulistiwa Pontianak di Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya terbakar, sekitar pukul 09.00 pada Minggu (31/10). Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Kebakaran disertai kepulan asap tebal itu dalam sekejap menghanguskan dua graha, lima dan enam, asrama putra SMA Taruna. Semua barang kedua penghuni graha ludes dimakan api.

“Hanya sisa pakaian sehelai sepinggang,” kata Erick Dakosa, penghuni graham enam. Ia menyaksikan asap mulai mengepul dari gedung graha lima. Kemudian kepulan asap membesar jadi api. Dengan cepatnya langsung merembet ke graha enam. Lantaran posisi kedua gedung saling berhimpitan. Sebelum timbul asap, Erick mendengar suara ledakan. Sumber bunyinya di graha lima. Penyebab ledakan diduga karena korsleting listrik. Sebab di graha Asrama Taruna tidak ada kompor. “Graha hanya ada kamar timur dan kamar mandi,” kata siswa kelas X ini. Sewaktu kebakaran Erick sedang mencuci pakaian di belakang graha yang terbakar. Namun ia tetap tidak mampu berbuat banyak menghadapi amukan si jago merah. Barangnya yang tersimpan di kamar pun harus direlakan karena telah menjadi abu semua. Dia menambahkan ketika kebakaran, kondisi graha sedang kosong. “Kawan banyak yang ke kantin,” katanya.

Guru sekaligus Koordinator Asrama SMA Taruna, Agus menyatakan, sewaktu terbakar graha dalam keadaan kosong karena hari libur. Banyak siswanya yang berlibur ke luar. “Hanya ada tujuh siswa yang berjaga,” katanya. Dia menambahkan kemunculan api mula dari atas dek bangunan. Dua graha yang terbakar, setiap grahanya memiliki 12 kamar. Tiap kamar berpenghuni dua orang. Di SMA TBK khusus asrama putra mempunyai enam buah graha. Letaknya berdampingan dengan rumah dinas kepala sekolah dan rumah dinas koordinator asrama. Api berhasil dibendung hingga kebakaran tidak sampai meluas berkat kesigapan tim regu pemadam. Sebanyak belasan mobil regu pemadam berjuang menjinakkan api di lokasi kebakaran.

Kepala SMU TBK Stevanus Purwanto mengatakan, tidak tahu persis kebakaran. “Lonceng dibunyikan. Pihak sekolah langsung menghubungi pemadam. Untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran,” katanya. Bunyi lonceng yang dia maksudkan adalah sebagai tanda tanggap darurat bagi seluruh penghuni komplek SMA TBK. Siswa SMA TBK yang lain, Jasri mengatakan, mendengar suara lonceng, kepulan asap telah mulai membesar. Ia penghuni di graha enam. Ketika mendengar suara lonceng dirinya lagi berkunjung ke asrama seniornya.

Suasana kepanikan kebakaran masih terlihat meski api telah mampu dikuasai. Penghuni graha putra maupun putri sibuk mengemaskan barang. Walau hanya graha lima dan enam yang terbakar. Barang penghuni graha selain lima dan enam bertumpuk di halaman. Macam buku dan pakaian. Mengantisapsi kemungkinan terburuk, mereka mengevakuasi semua barang dari kamar. Buku milik SMA TBK di halaman atau depan graha basah. Akibat tersiram air dari regu pemadam. Sementara pihak kepolisian langsung melokalisir tempat kejadian dan memasang garis polisi. Kapolsek Sungai Raya AKP Ahmadi mengatakan petugasnya masih menyelidik penyebab utama kebakaran dua gedung graha lima dan enam, tempat pelajar kelas 1 SMA TBK ini. “Kita masih selidiki. Namun berdasarkan dugaan dan keterangan tiga siswa diduga asal api dari korsleting listrik,” ujar dia.

Ia menuturkan kalau ketiganya mengatakan api berasal dari atap dek. Kemudian api membesar hingga menghanguskan gedung tersebut. Tak lama pemadam kebakaran datang bersama warga dan penghuni SMA TBK bahu membahu memadamkan api. Sayangnya dalam perjalanan api sudah menjalar hingga menghanguskan dua barak. Graha lima dan enam dihuni sebanyak 44 pelajar. Dari kejadian tersebut, penyidik menyimpulkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. ”Diperkirakan lebih dari Rp500 juta taksiran kerugiaannya,” ucapnya.

Pembukaan Ponticomtech Diserbu Pengunjung

   


PONTIANAK—Jumat (29/10) pembukaan Ponticomtech di Pontianak Convention Centre diserbu masyarakat. Ruangan pameran sudah ramai sejak dari siang hingga malam. Berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua tampak datang menyaksikan pameran IT yang spektakuler diakhir tahun 2010. Acara seremonial dibuka wakil kota Pontianak Paryadi sekitar pukul 19.30 wib. Dalam pembukaan itu diramaikan juga oleh drum band ceria persembahan dari SD Al Azar Pontianak, kemudian diikuti oleh konvoi. Suasana pembukaan, diwarnai keramaian. Terlihat juga yang hadir saat itu Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Paryadi, wakil walikota Pontianak memberikan apresiasi terhadap pegelaran pameran spektakuler tersebut yang digelar Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, ia mengatakan dalam perkembangan jaman, IT merupakan salah satu perkembangan kemodernan yang tidak bisa terlepaskan lagi saat ini. “Suatu negara akan dikatakan berkembang, jika memang dalam IT nya juga berkembang dan merupakan sebuah penguatan,” ujarnya saat pembukaan. Paryadi mengatakan yang digelar di Pontianak tidak kalah saing dengan beberapa kota besar seperti Jakarta. “Saya mengajak Apkomindo, dengan pameran tersebut bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan anak didik, terutama untuk SMK. Agar SMK atau pelajar Kalbar bisa bersaing dan punya skil,” jelasnya.

Ia berharap agar, lulusan Kalbar terutama SMK yang diharap bisa memiliki skill lebih, kedepannya bisa bekerja dengan Apkomindo, dan ini bisa sebagai perangsang dan memperkuat minat masyarakat dalam bidang teknologi. Ryan, ketua Apkomindo Kalbar mengatakan, bahwa pameran IT di kota Pontianak sangat baik, apalagi sebelumnya pameran sangat susah diikuti oleh peserta. Namun kali ini pameran ini banyak yang mengikuti, bahkan penuh. “Sekarang ramai pesertanya, ini menunjukan peluang pasar di kota Pontianak kedepannya semakin banyak yang melirik dengan harga yang murah dan produk yang semakin banyak,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ponticomtech kali ini juga sebuah persembahan kepada Kota Pontianak yang saat ini sedang berulang tahun. Untuk itu, dengan pameran tersebut merupakan sebuah perwujudan untuk memberikan yang terbaik. “Kegiatan ini persembahan untuk Kota Pontianak,” katanya.Sementara Eddy Sutrisno, ketua panitia mengatakan pameran iptek kali ini, bertujuan bukan hanya melihat dari peluang bisnis, namun juga berusaha mengenalkan produk terbaru dan terkini dalam dunia IT kepada masyarakat kota Pontianak. Pameran kali ini sangat ramai diikuti oleh peserta, bahkan ada sekitar 31 dealer yang ikut berpartisipasi.

Delay Tiga Jam, Bandara Tutup Batavia Kembali ke Jakarta



PONTIANAK--Tutupnya Bandara Supadio Pontianak, Minggu (31/10) malam, mengharuskan pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan Y-209 dari Jakarta ke Pontianak kembali lagi ke Jakarta.“10 menit mau mendarat di Pontianak, tiba-tiba saja kapten mengumumkan pesawat harus kembali ke Jakarta karena bandara tutup. Waktunya sekitar jam 21.25,” aku Fransiska, salah satu penumpang dihubungi kemarin.Menurut Fransiska, seharusnya ia bersama 61 rombongan Majelis Adat Dayak Nasional, Dewan Adat Dayak se-Kalimantan Barat, dan penumpang lain berangkat sesuai jadwal di tiket, pukul 17.45 WIB. Tapi, ternyata mereka baru bisa berangkat pukul 20.30 WIB. “Pesawat delay karena ini itu. Biasalah alasan klasik. Tidak ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak Batavia,” katanya.

Penundaan hampir tiga jam itu, sepertinya tidak dikomunikasikan dengan baik oleh pihak Batavia Air pada petugas Bandara Supadio Pontianak. Alhasil, saat akan mendarat, bandara sudah tutup dan pesawat harus kembali ke titik awal.Merasa ditelantarkan diawal, anggota rombongan lain melakukan negosiasi dengan pihak Batavia. “Masa manajemen Batavia hanya menyediakan 25 kamar dan hanya diperuntukan bagi yang punya keluarga. Lainnya diberi penggantian Rp200 ribu untuk cari penginapan. Ini sama saja penghinaan,” kesal Sekretaris Perhimpunan Perempuan Dayak Kalbar itu.“Apalagi, pakaian kami semuanya masih ada dalam bagasi. Tidak ada selimut, bagaimana jadinya,” sambungnya.

Fransiska pun menceritakan, sebelumnya, ia bersama rombongan MADN dan DAD berangkat ke Palangkaraya untuk mengikuti Musyawarah Nasional MADN ke-III, Rabu 27 Oktober lalu. Pada Hari Minggu semua rombongan berencana kembali ke Pontianak, pukul 14.00 WIB mereka sudah bertolak dari Palangkaraya. “Tiket ke Pontianak kami urus setiba di Jakarta dan dapat Batavia yang jadwal penerbangannya 17.45 WIB ini,” ujarnya.Saat dihubungi, Fransiska mengaku semua penumpang masih terlantar di bandara dalam kondisi kelaparan. Tapi, sekitar pukul 23.00 WIB, melalui handphone Fransiska terdengar pengumuman yang dibacakan pihak Batavia Air.

Isinya, pihak Batavia Air meminta maaf dan bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa penumpang. Batavia akan memberangkatkan para penumpang, Senin 1 November pukul 06.00 WIB. Saat itu juga, pihak Batavia menyiapkan makan malam untuk penumpang, menyiapkan akomodasi satu malam, satu kamar untuk dua orang, transportasi ke bandara dan bagasi di pesawat menjadi tanggungjawab Batavia. Pernyataan pihak Batavia itu sedikit meringankan beban penumpang yang sudah lelah dan emosi. “Untuk kejadian ini kami memang menuntut tanggungjawab pihak Batavia, tapi tidak sampai membawanya ke ranah hukum,” pungas Fransiska.