Welcome Pontianak Centre
Tampilkan postingan dengan label Sanggau News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanggau News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2010

Pihak Sekolah Diingatkan Tak Lagi Ada Pungut

SANGGAU--Ada hal menarik yang kiranya patut untuk digarisbawahi dalam pandangan umum, yang disampaikan oleh Fraksi Partai Demokrat terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010, pekan lalu.Pandangan Umum (PU) yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Khironoto, Wakil Ketua Usman dan Sekretaris Dicky, tertanggal 12 November 2010 tersebut menyoroti beberapa hal. Diantaranya adalah soal pedapatan dan belanja pegawai yang braasal dari dana tunjangan profesi guru PNSD sebsar Rp11,409 miliar, dan dana tambahan penghasilan guru SD PNSD sebsar Rp10,768 miliar.

Dalam hal ini terkait program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun dan adanya dana Bantuan Operasioal Sekolah (BOS) sebesar Rp23,329 miliar, maka Fraksi Partai Demokrat menegaskan tidak ada alasan lagi guru melalui komite sekolah melakukan pungutan pada orang tua murid.Fraksi Partai Demokrat minta bupati Sanggau membuat surat edaran kepada seluruh sekolah yang ada di daerah ini yang mendapatkan BOS, untuk tidak melakukan pungutan iuran lagi. Kemudian yang juga disoroti adalah soal kebijakan Pemkab dalam penundaan pembayaran tambahan penghasilan PNS untuk 1 bulan (Desember 2010) dan akan dibayar pada APBD Tahun Anggaran 2011. Secara jelas Fraksi Partai Demokrat tidak dapat menyetujuinya, dan meminta pembayaran tambahan penghasilan tepat waktu.

Selain dari dua hal yang disoroti oleh Partai Demokrat tersebut, juga ada hal lain yang dipandang tidak kalah pentingnya untuk dijadikan perhatian. Yakni terkait penjabaran dan pelaksanaan APBD dan APBD Perubahan yang berpedoman kepada prinsif transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, efesiensi dan efektivitas. Mengingat waktu tahun berjalan tinggal sekitar 1 bulan lagi, maka Fraksi Partai Demokrat menyarankan kepada bupati beserta jajarannya untuk bekerja lebih keras lagi dan tidak banyak melakukan perjalanan ke luar kota (meninggalkan kota Sanggau, red).

Karena fraksi ini melihat banyak kegiatan pembangunan fisik yang progresnya relatif rendah, dan mengakibatkan penyerapan dana sangat tidak signifikan. Dalam beberapa kali pertemuan dengan SKPD terkait, menghasilkan suatu kesimpulan mulai tahun ini tidak boleh ada dana atau proyek luncuran.“Akhir tahun anggaran sudah dekat, karenanya bupati dan jajarannaya agar tidak terlalu sering ke luar kota. Sebab, sangat banyak yang harus dilakukan, khususnya terkait dengan pembahasan APBD untuk 2011,” jelas Khironoto ketika dimintai pendapatnya soal bupati dan jajarannya jika tidak ada di tempat.

Jumlah Hewan Kurban Meningkat

SANGGAU- Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini meningkat. Salah seorang koordinator pendataan hewan qurban, Abang Indra menjelaskan, hingga H-1 Idul Adha, jumlah hewan kurban mencapai 175 ekor sapi dan 29 ekor kambing untuk wilayah Kota Sanggau dan sekitarnya yang sudah masuk pendataan.

“Jumlah ini berpeluang bertambah. Bahkan angkanya akan jauh lebih besar jika dihitung dengan jumlah hewan qurban di kecamatan-kecamatan. Cuma, untuk di wilayah kecamatan tidak masuk dalam pendataan kita,” kata pria berjenggot ini. Jumlah ini mengalami trend meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlahnya 110 ekor sapi dan 28 ekor kambing, khusus di wilayah Kota Sanggau dan sekitarnya.

Selanjutnya tahun 2008, jumlah mencapai 96 ekor sapi dan 63 ekor kambing. Tahun 2007 berjumlah sekitar 90-an ekor sapi. Namun, di tahun 2006 silam, jumlah hewan kurban 145 ekor sapi dan 91 ekor kambing. “Hewan-heran ini di potong di beberapa lokasi pemotongan hewan kurban yang menyebar di beberapa tempat di dalam Kota Sanggau,” katanya.

Seperti biasanya, setelah disembelih, daging dari hewan kurban ini akan langsung disitribusikan kepada para kaum dhuafa dan anak yatim serta kepada mereka yang berhak menerimanya. Karena ada arti penting dari pelaksanaan kurban yang merupakan teladan para Nabi dalam membentuk keikhlasan. Dalam kehidupan sehari-hari dengan berkurban berarti manusia dapat melatih diri untuk membentuk rasa ikhlas, juga dapat melatih diri manusia untuk dapat saling berbagi kepada mereka yang tidak mampu.

Kerelaan berkurban demi kepentingan bersama tersebut juga harus dibarengi dengan niat yang tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun bentuknya. Dengan tujuan mereka dapat merayakan hari daya Idul Adha dengan lebih meriah. Besar harapan, jumlah hewan kurban yang akan disembilih pada tahun yang akan datang alami peningkatan. Sehingga semakin banyak pula masyarakat yang membutuhkan menerimanya.

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Dirjen Binmas Islam Nomor DJ.II/KS.01.07/1840/2009 tentang Pnyembelihan Hewan dan Kehalalan Daging Qurban menegaskan, setiap tempat pemotongan hewan qurban, baik rumah ibadah maupun instansi yang menyelenggarakan pemotongan hewan qurban harus memperhatikan tentang kehalalan dan kethayiban pelaksanaan ibadah Idul Adha.

Pejabat Sementara(PJS) Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau,H Hermanto Yanen menjelaskannya, bahwa menyembelih adalah melenyapkan ruh binatang dengan cara memotong leher kerongkongan dan tenggorokan serta dua urat nadi dengan alat yang tajam, kecuali gigi atau tulang atau cara lain yang dibenarkan syriat Islam.

”Binatang yang tidak disembelih, menurut ajaran Islam haram hukumnya dimakan karena status bintang itu sama dengan bangkai,” kata Hermanto menjelaskan.
Ada beberapa hal atau tata cara yang harus diperhatikan oleh setiap penyelenggarakan pemotongan hewan qurban. Yaitu hewan kurban yang disembelih direbahkan lalu dihadapkan ke arah kiblat.

Memotong urat nadi dan kerongkongannya yang ada di kiri kanan leher sampai putus agar lekas mati, dan pada saat memotong harus membaca doa. Adapun jenis hewan yang layak dipotong adalah yang umurnya yaitu untuk unta 5 tahun ke atas, sapi 2 tahun ke atas, kambing 1 tahun ke atas dan domba 1 tahun ke atas. Selain itu, hewan yang diqurbankan juga harus dalam keadaan sehat dan tidak dalam kondisi cacat, yang disebut dengan istilah thayiban.

Sedangkan waktu-waktu penyembelihan hewan qurban berbeda dengan hewan pada umumnya. Kalau hewan qurban waktunya setelah Shalat Idul Adha sampai terbenam matahari pada hari-hari tasyriq. “Hari tasyriq itu adalah tanggal 11, tanggal 12 dan tanggal 13 Dzulhijah,” jelasnya.

Sanggau Butuh Layanan Pajak Keliling

SANGGAU--Dalam lima tahun terakhir, jumlah kendaran bermorot di Kabupaten Sanggau, baik roda dua maupun roda empat terus bertambah. Kondisi ini memberi peluang untuk menambah pendapatan daerah, jika pajak kendaraannya dikelola dengan optimal.“Hingga saat ini Kabupaten Sanggau masih belum memiliki fasilitas pelayanan pajak keliling untuk kendaraan bermotor. Meskipun daerah ini memiliki fasilitas Puskesmas Keliling maupun Perpustakaan Keliling, namun khusus untuk pelayanan pajak keliling belum dimiliki,” ujar Kasat Reskrim AKP Dwi Hartono kepada koran ini, di kantornya.Salah satu faktor penyebab belum tersedianya fasilitas pelayanan pajak keliling sebagai wujud jemput bola, sekaligus membantu masyarakat di daerah-daerah pedalaman khususnya di kecamatan yang ingin membayar pajak kendaraannya, adalah karena terbentur pada persoalan perangkat komputer.

“Namun tentunya akan ada upaya-upaya untuk itu. Apalagi jumlah kendaraan bermotor di Bumi Daranante ini dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan jumlahnya,” kata Dwi.Menurut data yang diperoleh koran ini dari Kantor Samsat Sanggau menyebutkan, bahwa sejak lima tahun terakhir (termasuk mutasi baru, Red), jumlah kendaraan bermotor di daerah ini terus mengalami peningkatan. Terhitung mulai tahun 2005, jumlah mobil penumpang sebanyak 640 unit, mobil beban sebanyak 1.786 unit, micro bus berjumlah 407 unit, dan sepeda motor sebanyak 46.900 unit. Kemudian para tahun 2006, tercatat ada 698 unit mobil penumpang, 1.889 unit mobil beban, 436 unit microbus dan 57.005 unit sepeda motor. Di tahun 2007 tercatat ada 740 unit mobil penumpang, 2.064 unit mobil beban, 510 microbus dan 66.959 unit sepeda motor. Pada tahun 2008, tercatat ada 1.211 unti mobil penumpang 2.267 unit mobil beban, 48 unit micobus, dan 81.565 unit sepeda motor.

Di tahun 2009 ada 1.443 unit mobil penumpang, 2544 mobil beban, 220 microbus dan 90.466 unit sepeda motor. Sedangkan pada tahun 2010, hingga bulan September ada 1.627 unit mobil penumpang, 2.751 unit mobil beban, 214 unit microbus dan 98.797 unit sepeda motor. Sementara itu jumlah STNK yang sudah diterbitkan sejak lima tahun terakhir, pada tahun 2005 sebanyak 11.431 lembar, tahun 2006 berjumlah 13.168 lembar, 2007 sebanyak 13.969 lembar, tahun 2008 berjumlah 19.285, di tahun 2009 berjumlah 4.720 lembar dan pada tahun 2010 hingga bulan September mencapai 1.413 lembar. Sedangkan catatan jumlah BPKB yang diterbitkan pada tahun 2005 sebanyak 9.073 lembar, tahun 2006 berjumlah 10.203 lembar, tahun 2007 banyaknya 10.179 lembar, tahun 2008 berjumlah 14.953, di tahun 2009 mencapai 9.506 dan pada tahun 2010 hingga bulan September berjumlah 979 lembar.“Para pemilik kendaraan bermotor yang ingin membayar melalui Kantor Samsat dengan melengkapi persyaratannya. Jika ada anak buah saya yang ditugaskan di Kantor Pelayanan Samsat berani “bermain-main” dengan pajak kendaraan, tentunya sanksi tegas akan saya berikan kepadanya,” ujarnya serius.

Ridha Nasrudin : Perekonomian Baru

WILAYAH seluas 1.050 km2 ini merupakan salah satu wilayah yang kaya dengan Sumber Daya Alam, yang berada di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Sebagai wilayah yang sedang berkembang, Tayan memiliki posisi yang sangat strategis, Demikian strategisnya, sehingga secara bisnis memiliki tingkat kelayakan yang tinggi. Memiliki nilai jual yang sangat eksotis.

Karena Tayan dekat dengan ibukota Proponsi (Pontianak) yang memiliki jarak 100 km dan Kabupaten Sanggau 100 km serta didukung dua akses yaitu akses sungai dan akses darat. Tayan nantinya akan memiliki jembatan terpanjang nomor 2 di Indonesia, dan memiliki pabrikasi tambang Bauksit (bauxite) yang nantinya akan didirikan oleh PT Antam, Tbk.

Menyusuri kota Tayan, terdapat pulau yang memiliki Pantai pasir membentang sepanjang 1 km, dengan lebar 300 m (jika air surut). Dengan adanya pantai tersebut, masyarakat local maupun luar daerah dapat menikmati objek wisata. Hal ini akan menarik investor menanamkan modalnya di Kecamatan Tayan Hilir. “Pengembangan suatu wilayah dibangun mulai dari menciptakan SDM yang profesional dan memanfaatkan SDA dengan baik. Karena itu upaya untuk meningkatkan SDM, Pemkab Sanggau telah mendukung pihak swasta atas pendirian Balai Latihan Kerja Swasta Ridha Bintang Mandiri di Tayan Hilir,” ujar warga Tayan Hilir Ridha Nasrudin SE MM.

Tujuan balai latihan kerja itu adalah untuk menciptakan SDM yang professional, yang tentunya akan mentransfer ilmu kepada generasi muda agar menjadi tenaga kerja siap pakai sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sedangkan SDA nya dikelola secara baik, dan dimanfaatkan untuk pengembangan wilayah sesuai peraturan daerah yang berlaku.

Sejauh ini, Kecamatan Tayan Hilir sudah memiliki rencana menjadi kabupaten, mengingiat SDM dan SDA cukup mendukung, apalagi Tayan dikelilingi oleh perusahaan-perusahaan diantaranya : perusahaan bidang perkebunan kelapa sawit, karet, pertambangan, dan sebagainya. Hal ini, tentunya akan menjadi dasar untuk menuju “Kota Tayan sebagai Kota Berkembang”. Semua itu dapat terwujud karena adanya kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan perusahaan industry yang berada di daerah setempat.

Senin, 01 November 2010

Sekdes Jangan Malas


DALAM rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah nomor 45 Tahun 2007, maka para Sekretaris Desa (Sekdes) yang memenuhi persyaratan telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).“Oleh karena itu bagi para Sekdes yang telah diangkat menjadi PNS mesti bersyukur dengan bekerja keras membantu kepala desa dalam memajukan desanya, khususnya dalam bidang tugas dan fungsinya. Dengan menjadi PNS, seorang Sekdes memiliki beban yang sangat berat sebagai contoh dan teladan, serta ujung tombak bagi aparat desa lainnya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” kata Bupati Sanggau H Setiman H Sudin.

Setiman berpesan, agar Sekdes PNS dapat berlaku sebagaimana mestinya yang berkantor di kantor desanya pula. Karena seorang Sekdes diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk membantu kepala desa, dalam menyelenggarakan berbagai tugas-tugas pemerintahan di desa. Sehingga tugas dan beban yang diembannya agar dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.“Saya tidak mau mendengar informasi ada Sekdes yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak loyal kepada kepala desa dan bahkan bermalas-malasan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang PNS di desa. Jika hal itu terjadi, maka haknya sebagai seorang PNS akan dipertimbangkan kembali,” tegas Setiman.

Dengan visi “ Sanggau Bangkit dan Terdepan”, Setiman mengatakan pemerintahan desa ke depan harus dapat maju dan mandiri. Sesuai dengan cita-cita bersama untuk membangun Sanggau yang dimulai dari desa dan dusun. “Jika desa bangkit, maka kecamatan akan bangkit dan seterusnya hingga kabupaten pun bangkit pula. Disebut bangkit adalah tumbuh, mandiri, tegak dan tidak bermalas-malasan atau diam saja,” tandas Setiman.

Infrastruk Buruk, Investasi jadi Lesu

SANGGAU--Masalah infrastruktur terutama jalan merupakan persoalan klasik yang dari tahun ke tahun masih saja belum mampu tertangani. Kondisi ini berdampak pada lesunya investor mau menanmkan modalnya, sehingga merugikan masyarakat di daerah pedalaman. "Bagaimana mungkin investor akan berselera menanamkan modalnya jika kondisi transportasi buruk dan tidak menunjang iklim investasi," kata Agus Yurfi, pemerhati transportasi Sanggau kepada koran ini, kemarin.Sudah sejak lama masalah transportasi dan kondisi jalan selalu menjadi pembicaraan dan keluhan masyarakat di pedalaman. Bagaimana tidak, akibat kondisi jalan yang tidak memadai, berakibat kepada kegiatan perekonomian masyarakat pedalaman menjadi terkendala. Bukan hanya arus orang yang mengalami hambatan dan bahkan putus total, tetapi arus lalu lintas barang juga kerap kali mengalami kendala yang sama-sama serius.

Karena dalam memasarkan hasil buminya masyarakat sangat tergantung kepada kondisi jalan. Sehingga tidak heran jika sering terdengar banyak potensi agrobisnis yang tak bisa tergali secara maksimal. "Bagaimana potensi daerah di pedalaman-pedalaman akan bisa terjual, jika akses transportasi untuk memasarkannya sangat buruk," lanjutnya.Jika dilihat dari aspek investasi, maka kondisi transportasi ini akan sangat mempengaruhi iklim minat menanamkan modal bagi para pengusaha yang berminat untuk menggali berbagai potensi ekonomi yang ada. Sebanyak apa pun potensi suatu daerah yang dimiliki, jika tidak ditunjang dengan struktur dan infrastruktur yang mendukung, maka tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah. Kondisi jalan sangat berpengaruh kepada minat investor membuka usahanya di Sanggau. "Transportasi ini sangat penting dan semestinya harus menjadi skala prioritas dari arah pembangunan Kabupaten Sanggau ini," tambahnya.

Desa Harus Maju

KEBERADAAN pengelola keuangan desa diharapkan kemampuannya oleh masyarakat guna mewujudkan pengelolaan keuangan yang tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.“Pemerintahan desa kedepan harus maju dan mandiri sesuai dengan cita-cita kita bersama untuk membangun Sanggau,” pinta Wakil Bupati (Wabup) Sanggau Paolus Hadi, dalam suatu kesempatan belum lama ini.Menurut dia, bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari pedesaan terlebih dahulu. Jika desa sudah bangkit dan maju, maka kabupaten akan bangkit pula apabila pembangunan desa sudah tercapai.

Dia juga mengharapkan kepada peserta untuk menguasai tekhnis operasional kegiatan, dalam rangka memantapkan dan mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan dan diterima pelaksana selama ini. Terkait dengan layanan prima, Paolus juga mengharapkan kepada para aparat desa untuk mengedepankan etika moral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan tentunya harus sesuai dengan kaidah aturan yang berlaku.“Kepada para pengelola keungan desa untuk memegang teguh aturan-aturan formal yang ada. Jika ada masalah yang muncul segera diselesaikan dengan aturan yang berlaku. Jangan mengambil tindakan sendiri tanpa musyawarah dengan komponen pemerintahan yang ada,” pesannya.

Bidan Desa Ujung Tombak Kesehatan

SANGGAU--Bupati Sanggau Ir H Setiman H Sudin mengatakan, bahwa keberadaan bidan sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayana kepada masyarakat sudah tidak dapat diragukan lagi.“Melalui wadahnya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sanggau, sebagai organisasi mandiri telah menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat luas dalam membantu pemerintah di bidang pembangunan nasional. Khususnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan dan kesehatan ibu dan anak,” ujar Setiman.

Kontribusi bidan untuk kesejahteraan perempuan dalam pencapaian Millennium Development Goals(MDGS) yang dirumuskan untuk mewujudkan 8 tujuan umum. Tiga diantaranya terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Sehubungan dengan upaya pencapaian target MGDS di Indonesia, dalam hal kesehatan ibu, agaknya Indonesia masih menghadapi kendala yang cukup berat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI).“AKI menjadi salah satu indikator untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan,” jelas Setiman.

Pertanyaan yang terjadi saat ini adalah, mengapa AKI di Indonesia sulit diturunkan? Tentunya banyak faktor yang ditenggarai sebagai penyebannya. Diantaranya adalah faktor akses dan pemanfaatan pelayana kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi yang merata bagi perempua. Sementara itu tuntutan kesetaraan gender dan pelayanan kesehatan yang berkualitas terus dugaungkan. Tingginya harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik hendaknya disikapi IBI Sanggau dengan baik.

“Saya harap IBI Sanggau dapat merumuskan kebijakan yang sinergis dengan program Pemkab Sanggau di bidang kesehatan, dan kompak. Sehingga terus menerus mampu melibatkan diri dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak,” harap Setiman.Perkembangan kesehatan ibu dan anak di dunia selama 20 tahun terakhir menunjukkan hasil bervariasi, dan belum menunjukkan kemajuan yang dignifikan. Indonesia menurut data baik BPS maupun Kementerian Kesehatan, menunjukkan angka kematian ibu nasional selama kurun waktu 10 tahun sudah sesuai dengan target pada tahun 2010.

Tetapi masih jauh dari target millennium development goals 2015. Targetnya adalah menurunkan AKI menjadi 225 per 100 ribu kelahiran hidup, dan angka kematian bayi baru lahir 15 per 1.000 kelahiran hidup. “Seluruh bidan di Sanggau diharapkan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan berkualitas diantara besarnya tantangan yang ada saat ini,” pesan Setiman.

PLN Sanggau Dapat Jatah 3.711 Pelanggan Baru


SANGGAU--Dalam rangka program pasang baru sejuta pelanggan dari Dirut PLN (Persero), PLN cabang Sanggau mendapatkan jatah sebanyak 2.000 calon pelanggan baru. Data terakir pada 27 Oktober 2010 kemarin, jumlahanya melampaui target, yakni mencapai 3.711 pelanggan baru.Hal itu dibenarkan oleh Manajer PLN cabang Sanggau Alex Kwa, seusai mendampingi Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi melakukan penghidupan saklar listrik secara simbolis di Kantor PLN Sanggau kemarin. Sementara itu pada kesempatan tersebut, Wabup tidak dapat menyembuyikan kegembiraannya, khususnya terhadap program PLN ini. Minimal masyarakat yang selama ini mendambakan pelayanan listrik ada yang terbantu.

“Harapan saya ke depan, masyarakat yang berada di sekitar perkotaan Sanggau dapat menikmati listrik dan juga masyarakat keseluruhan. Termasuk masyarakat yang bermukim di seberang Kapuas kota Sanggau, nantinya bakal bisa menikmati listrik. Apalagi sedang ada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sungai Batu Kecamatan Kapuas, diharapkan menjadi jalan keluarnya,” ungkap Paolus.Ditambahkan Alex Kwa, bahwa data terakhir pelanggan baru hingga 27 Oktobr 2010 berjumlah 3.711. Semuanya dilayani untuk menjadi pelanggan baru, baik yang telah mengantongi Standar Layak Operasi (SLO) maupun yang tidak mengantonginya.

Mengingat di Sanggau ini belum ada konsoil yang berkewenangan mengeluarkan SLO, maka Alex meminta untuk para pelanggan ini dapat mengurusnya. Dijelaskannya, keberadaan konsoil di Kalbar ini hanya ada di Pontianak, sehingga untuk pelaksanaan program ini di Sanggau, PLN melibarkan AKLI, asosiasi kontraktor yang bergerak di bidang kelistrikan.“Sejauh ini, pelaksanaan program ini tidak ada kendala yang berarti di lapangan. Sebab, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat kita selesaikan berdasarkan pedoman yang telah ada,” jelas Alex.Dari jumlah 3.711pelanggan baru dalam program ini, rinciannya Sanggau sebanyak 2.161, Sintang 250, Sekadau 600, Putussibau 230, Nanga Pinoh 337 dan Balai Karangan 133. “Kita memprediksikan, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2011 mendatang, PLN tidak ada masalah,” harapnya.

Air Terjun Jangkang


KECAMATAN Jangkang memiliki banyak kelebihan kondisi alam yang kaya dan subur. Jika digali, akan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Sayangnya berbagai potensi menjanjikan itu hingga kini masih belum tersentuh oleh adanya program pembangunan yang jelas.

Beberapa air terjun atau riam mempesona yang dimiliki oleh Kecamatan Jangkang diantaranya adalah Kunyuk di Dusun Parus Tanggung, Berauh/Tibun di Desa Tanggung, Tamai Bunga di Pisang sebagai yang terbesar, Ransa di Empiyang, Odong di Engkolay, Suwok di Jangkang Benua, Itu di Jangkang Benua, Rimo di Parus Tanggung, Kunyo di Engkolay, Korabun di Empoyu Empiyang dan Ceria di Ketori.

“Jika tidak ada trobosan berarti untuk Kecamatan Jangkang, maka potensi kekayaan alam yang yang ada akan tetap terpendam, khususnya untuk permbangunan dunia pariwisata. Karena daerah ini memiliki banyak objek wisata alam yang sangat mempesona, yang sayangnya tak pernah tergali untuk diekplorasi,” ujar Arsenius Jitten, tokoh masyarakat Kecamatan Jangkang kepada Kapuas Post belum lama ini.

Menurutnya, Kecamatan Jangkang memiliki panorama alam yang mempesona. Banyak dijumpai riam dan air terjun yang memiliki nilai jual tinggi. Untuk itu diringan mengaku sudah melakukan investegasi ke lapangan untuk mencari sumber-sumber alam itu, khususnya yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pusat pariwisata daerah.

Karena, selain sumber air panas Sipatn Lotup yang terdapat di Desa Ape, juga ditemukan banyak lagi air terjun atau riam yang mempesona, serta asset alam lainnya yang berada di kwsan hutan lingdung Gunung Bengkawan. “Kecamatan Jangkang cukup pantas dijadikan sebagai salah satu sentra pembangunan pariwisata di Kabupaten Sanggau. Meskipun potensinya cukup menjanjikan, tapi sejauh ini program yang bertujuan untuk menggali potensi kepariwisataan di Kecamatan Jangkang masih belum maksimal,” katanya.

Jumat, 29 Oktober 2010

PLN Sanggau Dapat Jatah 3.711 Pelanggan Baru

SANGGAU--Dalam rangka program pasang baru sejuta pelanggan dari Dirut PLN (Persero), PLN cabang Sanggau mendapatkan jatah sebanyak 2.000 calon pelanggan baru. Data terakir pada 27 Oktober 2010 kemarin, jumlahanya melampaui target, yakni mencapai 3.711 pelanggan baru.Hal itu dibenarkan oleh Manajer PLN cabang Sanggau Alex Kwa, seusai mendampingi Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi melakukan penghidupan saklar listrik secara simbolis di Kantor PLN Sanggau kemarin. Sementara itu pada kesempatan tersebut, Wabup tidak dapat menyembuyikan kegembiraannya, khususnya terhadap program PLN ini. Minimal masyarakat yang selama ini mendambakan pelayanan listrik ada yang terbantu.

“Harapan saya ke depan, masyarakat yang berada di sekitar perkotaan Sanggau dapat menikmati listrik dan juga masyarakat keseluruhan. Termasuk masyarakat yang bermukim di seberang Kapuas kota Sanggau, nantinya bakal bisa menikmati listrik. Apalagi sedang ada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sungai Batu Kecamatan Kapuas, diharapkan menjadi jalan keluarnya,” ungkap Paolus.Ditambahkan Alex Kwa, bahwa data terakhir pelanggan baru hingga 27 Oktobr 2010 berjumlah 3.711. Semuanya dilayani untuk menjadi pelanggan baru, baik yang telah mengantongi Standar Layak Operasi (SLO) maupun yang tidak mengantonginya.

Mengingat di Sanggau ini belum ada konsoil yang berkewenangan mengeluarkan SLO, maka Alex meminta untuk para pelanggan ini dapat mengurusnya. Dijelaskannya, keberadaan konsoil di Kalbar ini hanya ada di Pontianak, sehingga untuk pelaksanaan program ini di Sanggau, PLN melibarkan AKLI, asosiasi kontraktor yang bergerak di bidang kelistrikan.“Sejauh ini, pelaksanaan program ini tidak ada kendala yang berarti di lapangan. Sebab, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat kita selesaikan berdasarkan pedoman yang telah ada,” jelas Alex.Dari jumlah 3.711pelanggan baru dalam program ini, rinciannya Sanggau sebanyak 2.161, Sintang 250, Sekadau 600, Putussibau 230, Nanga Pinoh 337 dan Balai Karangan 133. “Kita memprediksikan, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2011 mendatang, PLN tidak ada masalah,” harapnya.

Dukung Hak Angket

PERSOALAN yang membelit PT BAM masih bergulir dan membutuhkan penyelesaian yang paling tepat, supaya tidak berlarut-larut. Wacana perlunya hak angket DPRD Sanggau sempat pula mengemuka dan mendapat sejumlah dukungan dari kalangan legislatif.Setidaknya Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sanggau Aloysius Iwan mengatakan, dukungannya tentang perlunya hak angket untuk menyelesaikan persoalan PT BAM ini. Sebab, masalah ini dikatakannya tidak boleh terus menerus berlarut-larut, dan harus dicarikan solusi paling tepat supaya tidak menimbulkan beraneka ragam persepsi di dalam masyarakat.

Ketika ditanya soal hasil kajian geologi, Iwan mengaku belum mengetahuinya dan juga belum menerima laporannya. Sementara itu, seharusnya anggota dewan seperti dirinya yang juga termasuk dalam anggota pansus PT BAM DPRD Sanggau saat itu, pantas untuk mendapatkan hasil kajian geologi yang dimaksudnya. Bahkan, Iwan juga sangat mendukung dibentuknya tim independent untuk terlibat dalam persoalan ini. “Melalui hak angket DPRD Sanggau, diharapkan persoalan ini segara clear dan tak lagi berlarut-larut,” katanya.

Hal senada juga sampaika oleh anggota Komisi B DPRD Sanggau Razali. Ketika dimintai komentarnya, Razali mengatakan, sangat mendukung dan sependapat soal wacana perlunya hak angket dalam permasalahan PT BAM yang bergerak di bidang pertambangan emas di wilayah Kecamatan Sekayam ini. Tentunya yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa melalui hak angket bukan untuk mencari-cari kesalahan, dan mencari kambing hitam dalam persoalan ini. Tujuannya adalah mencari jalan terbaik, guna menyelesaikan masalah tanpa muncul permasalahan baru.

“Persoalan ini sudah lama bergulir dan harus segera diselesaikan dengan baik. Tujuannya supaya persoalan tidak sampai melebar dan memunculkan masalah baru, termasuk menghindari adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkannya demi kepentingan pribadi,” tandasnya.

Kamis, 28 Oktober 2010

Polisi Harus Tegas Tangani Perusakan PT Ratubadis


PENGACARA PT Ratubadis Adhi Perkasa Raymundus Loin SH , Selasa (25/10) mendatangi Mapolsek Tayan Hulu dan Mapolres Sanggau, mempertanyakan tindak lanjut penanganan kasus pencurian dan perusakan aset perusahaan, oleh sekolompok orang beberapa waktu lalu.Dikatakannya, setelah mempertanyakan pada Kapolsek Tayan Hulu jawaban yang di keluarkan oleh Kapolsek sangat kurang memuaskan. “Jawabannya sangat tidak memuaskan kami. Kapolsek mengatakan penangan masalah ini mereka terbentur, bukankah tugas polisi itu pelindung dan pengayom masyarakat,” ujarnya. Usai dari Polsek, Raymundus pun mempertanyakan perkembangan kasus ke Mapolres Sanggau. Di sana Raymundus, bertemu Waka Polres Kompol Surakyo. “Setelah kita tanya, baru diketahui ternyata hingga saat ini, pihak kepolisian sudah melayangkan surat pemanggilan yang kedua. Meskipun demikian, kita menilai kinerja aparat kepolisian lamban dalam menangani kasus ini, karena kasus ini sudah memasuki bulan ke dua,” ujarnya.

Parahnya lagi, selama ini pihak perusahaan bahkan pengacara PT Ratubadis Adhi Perkasa, tidak pernah menerima surat pemberitahuan perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian. “Waka meminta maaf dalam masalah ini. Menurutnya mereka akan melayangkan panggilan ketiga sekaligus pemanggilan paksa,” jelasnya lagi.Sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Sanggau nomor 05/Pdt.P/2009/PN.Sanggau, bahwa kasus sengketa perusahan PT Ratubadis dimenangkan oleh Barita R Napitupulu. Bahkan ditingkat kasasidi MA, kasus tersebut juga ditolak. “Jadi keputusannya sudah inkrah, perusahaan itu milik Ibu Barita R Napitupulu,” ucap Raymundus dengan nada tegas.

Diduga tidak puas dengan keputusan, tersebut sekelompok orang yang mengatasnamakan keluara Endelillah, melakukan penyerangan ke kantor PT Ratubadis Adhi Perkasa di Jalan Raya Sosok. Mereka juga nerampas aset perusahaan berupa motor dan mobil. “Robinson, yang diduga bertindak sebagai aktor penyerangan dan perusakan serta pengambilan sejumlah aset perusahaan, menurut pak waka akan dipanggil paksa,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Raymundus juga meminta polisi mengusut kasus penyerangan dengan senjata api yang sempat terjadi di perusahaan. “Polisi kita minta untuk mengamankan terlapor segera. Kita khawatir senjata itu akan melukai warga sekitar,” pintanya. Salah seorang pegawai perusahaan bernama Letman, juga mengakui adanya upaya penyerangan dengan senjata api ke tempat kerja mereka.

“Pak Waka Polres ketika saya temui juga mengakui anggota mereka mendengar suara letusan. Bahkan mereka sempat mengepung bersama warga sekitar, namun terlapor berhasil kabur, kita minta segera ditangkap,” pinta Raymundus.

Truk Hantam Pagar Masjid

SANGGAU--Dua orang yang berboncengan mengendarai sepeda motor menjadi korban dan mengalami luka berat, dalam peristiwa tabrakan dengan truk pengangkut pasir yang terjadi di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tanjung Kapuas pada 26 Oktober 2010 pukul 22.00 WIB kemarin. Truk yang kehilangan kendali dan nyelonong di halaman Masjid Nurul Jannah setelah membengkas pagarnya.Kaurbin Lantas Polres Sanggau Iptu Tumiyo didampingi Bripka Wakit Huda dari Unit Laka ketika dikonfirmasi kemarin, membenarkan terjadinya peristiwa kecelakaan tersebut. Dua orang yang menjadi korban adalah pengendara sepeda motor bernomor Polisi KB 4335 DY tersebut adalah Rudiansyah (17 th) warga Jalan Juanda Kelurahan Beringin, yang berboncengan dengan temannya Alvisyahrina (17 th) warga Jalan RE Marthadinata Tanjung Kapuas.

Rudianysah mengalami patah tulang pada tangan kiri dan patah tulang pada paha kanan. Sementara Alvisyahrina mengalami patah tulang pada tangan kanan dan patah pada paha kiri. Sedangkan truk yang dikemudikan oleh Aleng, pria 41 tahun warga Sosok I Kecamatan Tayan Hulu tidak mengalami cidera, namun truknya alami kerusakan parah setelah menabrak pagar dan nyelonong ke halaman masjid. Sepanjang sekitar 7 meter agar masjid itu pun terbengkas dihantam truk itu.“Saat ini pihak kepolisian dari Sat Lantas Polres Sanggau masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Sejumlah saksi maupun keduabelah pihak sudah dimintai keterangannya,” katanya sembari menghimbau supaya para pengguna jalan senantiasa berhati-hati saat berada di jalan raya.

Sementara itu menurut keterangan Aleng, pengemudi truk naas itu mengatakan, bahwa saat kejadian dirinya dalam kondisi normal, dan tidak mengantuk. Termasuk kondisi kendaraannya juga baik, karena masih relative baru, rakitan tahun 2007. Namun saat dirinya melaju menuju pusat kota Sanggau, dari arah yang berlawanan tiba-tiba muncul iring-iringan sepeda motor yang kebanyakan dikendarai oleh anak-anak muda. Tepat di ruas jalan tempat terjadinya kecelakaan itu memang agak menikung dan ketika korban memotong jalan sepeda motor yang ada di depannya, Aleng mengaku tidak dapat lagi mengelak. Sehingga tabrakan pun tak dapat dihindari. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan timbulnya korban baru, maka Aleng lebih memilih membanting setir ke arah kiri. Truk bernomor Polisi KB 9266 DA itu pun kehilangan kendali dan menghantam pagar masjid, dan terhenti sebelum menyentuh teras masjid.

Pengakuan Aleng, dia sempat tertunduk di depan kemudianya sebelum keluar perlahan lewat kaca depan yang berderai. Ada seorang warga yang membawanya pergi dari tempat lokasi kejadian dan diantar ke Polres Sanggau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab hanya sekejab saja, kerumunan warga langsung memadati kawasan itu untuk melihat secara langsung peristiwa yang sempat mengejutkan warga sekitar mal.

DAD Gelar Penyelesaian Adat

BERDASARKAN berita acara bernomor 028/DAD-TH/X-2010 tanggal 23 Oktober 2010, Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Tayan Hulu telah melaksanakan upacara penyelesaian adat pengigoh/ngentem/ngeraya.Ketua DAD Tayan Hulu Benediktus Sofyan dan sekretarisnya Dionus Haryono membenarkan hal itu. Bahwa sesuai dengan berita acara tersebut pada tanggal 23 Oktober 2010 bertempat di Komplek Kantor PT Ratubadis Adhi Perkasa (RAP) Desa Sosok Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau telah dilaksanakan upacara penyelesaian secara adat, yang berlaku di wilayah kecamatan tersebut.

Upacara adat tersebut dilaksanakan dalam rangka menegakkan supremasi hukum adat Dayak di wilayah Kecamatan Tayan Hulu. Yakni berhubungan dengan pelaksanaan keputusan rapat musyawarah antara DAD Kecamatan Tayan Hulu bersama para temenggung adat dan pemuka masyarakat, di wilayah lingkungan perkeunan PT RAP pada 11 Oktober 2010. Kemudian, bahwa tindakan perbuatan dalam bentuk pengerahan massa, main hakim sendiri, menghasut, mengadu domba antarkelompok, bertindak anarkis mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat adalah perbuatan yang sifatnya melawan hukum, dan oleh karenanya harus ditindak tegas sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku di dalam masyarakat adat.

Selanjutnya, dengan dilaksanakan upacara adat tersebut, maka telah ditegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tetap senantiasa proaktif menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, sehingga tercipta suasana yang kondusif dengan menjunjung tinggi norma-norma dan kaidah hukum yang berlaku dalam masyarakat adat dengan prinsif dan semboyan, “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.“Berita acara tersebut dibuat dengan sebenar-benarnya, sebagai pegangan bagi semua pihak agar dapat hidup berdampingan secara damai, aman, rukun, dan harmonis dalam menjalankan aktivitasnya masing-masing,” demikian berita acara yang ditandatangani oleh Benediktus Sofyan dan Dionus Haryono tersebut.

Kemudian dijelaskan oleh Benediktus Sofyan yang juga Ketua FKPM (Forum Kemitraan Polisi-Masyarakat) Tayan Hulu dan juga anggota DPRD Sanggau dari PDI Perjuangan tersebut, bahwa turut hadir pada kesempatan itu adalah Muspika Tayan Hulu, pengurus DAD, para tetua adat, kepala desa, kepala dusun hingga Ketua RT, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Endelilah Siahaan.“Jumlah yang hadir saat itu diperkirakan sekitar 200-an orang dan upacara adat berlangsung dengan lancar,” ujarnya.

Dapat Jatah Pelanggan Baru


DALAM rangka program pasang baru sejuta pelanggan dari dirut PLN (Persero), maka khusus untuk PLN cabang Sanggau mendapatkan jatah sebanyak 2.000 calon pelanggan baru. Ini merupakan kabar gembira bagi mereka yang sudah lama mendambakan listrik.Menurut Manajer PLN cabang Sanggau Alex Kwa, sesuai dengan data hingga 23 Oktobr 2010, bahwa jumlah penyambungan baru kumulatif telah diterbitkan SIP (surat ijin pemasangan) baru sebanyak 3.089, dan yang sudah membayar Biaya Penyambungan serta Uang Jaminan Langanan (BP+UJL)sebanyak 2.883 dan Perintah Kerja (PK)telah diterbitkan sebanyak 2.883. Dengan rincian Sanggau SIP-nya sebanyak 1.904, yang sudah bayar BP+UJL sebanyak 1.861 dan ditrbitkan PK sebanyak 1.861. Kemudian untuk Sintang SIP-nya sebanyak 100, yang sudah BP+UJL sebanyak 96 dan PK-nya 96.

Untuk Putussibau, SIP-nya 200, BP+UJL sebanyak 104 dan PK-nya sebanyak 104. Di Sekadau, SIP-nya 450, BP+UJL berjumlah 450 dan PK-nya 450. Kemudian di Nanga Pinoh, SIP-nya 325, BP+UJL sebanyak 266 dan PK-nya berjumlah 266. Sedangkan untuk Balai Karangan, SIP-nya 110, BP+UJL-nya sebanyak 106 dan PK-nya berjumlah 106. “Artinya kita telah melebihi kuota sebanyak 2.000 untuk pelayanan pelanggan baru di PLN cabang Sanggau,” ungkap Alex.Hal penting yang disampaikan Alex, adalah terkait kategori pelanggan baru yang dipasang, meliputi pelanggan yang instalasi dan Sertifikasi Layak Operasi (SLO)-nya belum tersedia, kemudian pelanggan yang instalasinya tak tersedia, namun SLO-nya tersedia, dan pelanggan yang SLO-nya tak tersdia namun instalasinya tersedia. “Dalam pelaksanaannya di lapangan, kita telah dibekali pedoman untuk masing-masing kategori pelanggan tersebut,” tukasnya.

Dikatakan Alex, melalui program ini adalah untuk memupus anggapan masyarakat selama ini yang menilai untuk menjadi pelanggan PLN ini sulit dan berbelit-belit. Karenanya Alex mengingatkan supaya pelaksanaan program ini tidak menimbulkan masalah baru, salah satunya adalah terjadinya defisit daya.“Jika semuanya berjalan lancar, maka kita tidak akan menghadapi defisit daya. Karena daya yang standby saat ini adalah sebesar 6 mega watt, dengan catatan jika mesin-mesinnya sudah beroperasi. Sedangkan dengan penambahan pelanggan baru ini akan ada tambahan daya hanya sekitar 2,7 mega watt saja,” ungkapnya.Dijelaskan pula, bahwa untuk pelanggan baru ini kebanyakan adalah untuk pelanggan 450 VA dengan biaya pemasangan sebesar sekitar Rp393.750, dan untuk pelanggan 900 VA dengan biaya pemasangan sebesar Rp765.900. “Untuk saat ini kita belum melayani penambahan biaya,” tandasnya.

Senin, 25 Oktober 2010

Dapat Jatah Pelanggan Baru


DALAM rangka program pasang baru sejuta pelanggan dari dirut PLN (Persero), maka khusus untuk PLN cabang Sanggau mendapatkan jatah sebanyak 2.000 calon pelanggan baru. Ini merupakan kabar gembira bagi mereka yang sudah lama mendambakan listrik.Menurut Manajer PLN cabang Sanggau Alex Kwa, sesuai dengan data hingga 23 Oktobr 2010, bahwa jumlah penyambungan baru kumulatif telah diterbitkan SIP (surat ijin pemasangan) baru sebanyak 3.089, dan yang sudah membayar Biaya Penyambungan serta Uang Jaminan Langanan (BP+UJL)sebanyak 2.883 dan Perintah Kerja (PK)telah diterbitkan sebanyak 2.883. Dengan rincian Sanggau SIP-nya sebanyak 1.904, yang sudah bayar BP+UJL sebanyak 1.861 dan ditrbitkan PK sebanyak 1.861. Kemudian untuk Sintang SIP-nya sebanyak 100, yang sudah BP+UJL sebanyak 96 dan PK-nya 96.

Untuk Putussibau, SIP-nya 200, BP+UJL sebanyak 104 dan PK-nya sebanyak 104. Di Sekadau, SIP-nya 450, BP+UJL berjumlah 450 dan PK-nya 450. Kemudian di Nanga Pinoh, SIP-nya 325, BP+UJL sebanyak 266 dan PK-nya berjumlah 266. Sedangkan untuk Balai Karangan, SIP-nya 110, BP+UJL-nya sebanyak 106 dan PK-nya berjumlah 106. “Artinya kita telah melebihi kuota sebanyak 2.000 untuk pelayanan pelanggan baru di PLN cabang Sanggau,” ungkap Alex.Hal penting yang disampaikan Alex, adalah terkait kategori pelanggan baru yang dipasang, meliputi pelanggan yang instalasi dan Sertifikasi Layak Operasi (SLO)-nya belum tersedia, kemudian pelanggan yang instalasinya tak tersedia, namun SLO-nya tersedia, dan pelanggan yang SLO-nya tak tersdia namun instalasinya tersedia. “Dalam pelaksanaannya di lapangan, kita telah dibekali pedoman untuk masing-masing kategori pelanggan tersebut,” tukasnya.

Dikatakan Alex, melalui program ini adalah untuk memupus anggapan masyarakat selama ini yang menilai untuk menjadi pelanggan PLN ini sulit dan berbelit-belit. Karenanya Alex mengingatkan supaya pelaksanaan program ini tidak menimbulkan masalah baru, salah satunya adalah terjadinya defisit daya.“Jika semuanya berjalan lancar, maka kita tidak akan menghadapi defisit daya. Karena daya yang standby saat ini adalah sebesar 6 mega watt, dengan catatan jika mesin-mesinnya sudah beroperasi. Sedangkan dengan penambahan pelanggan baru ini akan ada tambahan daya hanya sekitar 2,7 mega watt saja,” ungkapnya.Dijelaskan pula, bahwa untuk pelanggan baru ini kebanyakan adalah untuk pelanggan 450 VA dengan biaya pemasangan sebesar sekitar Rp393.750, dan untuk pelanggan 900 VA dengan biaya pemasangan sebesar Rp765.900. “Untuk saat ini kita belum melayani penambahan biaya,” tandasnya.

Baca Tulis Inovatif



GABUNGAN Organisasi wanita (GOW) Kabupaten Sanggau bekerjasama dengan Yayasan Bunda Yessy dan Ikatan Pegawai Bank Indonesia Pusat mengadakan Seminar dan Sosialisasi Metode Baca Inovatif di Ruang Musyawarah Kantor Bupati Sanggau Sabtu 23 Oktober 2010 lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan atas proposal yang diajukan Yayasan Bunda Yessy dibawah pimpinan Ny.Yasmine Yuliantina Yessy Gusman,SH. MBA seorang artis yang sekarang aktif dibidang sosial kemasyarakatan dan Pendidikan.

Sedangkan tema dari kegiatan ini adalah “Tulis, baca dan didik anak Indonesia menuju kesadaran bangsa” tujuannya untuk mewujudkan kepedulian GOW Kabupaten Sanggau yang bermitra dengan relawan dari Yayasan Bunda Yessy untuk membantu program Pemerintah dalam rangka menggalakkan budaya gemar membaca, program pemberantasan buta aksara, peningkatan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di Kabupaten Sanggau dala upaya menambah pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik, adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu seluruh organisasi yang tergabung dalam GOWKab Sanggau, para Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, para perwakilan pengasuh dan pengajar Taman Kanak-kanak dan PAUD,para tokoh pemuda yang semuanya berjumlah 194 orang.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IPdan dihadiri oleh Ny.Yessy Gusman selaku Ketua Yayasan Bunda Yessy serta beberapa anggotanya, Kerua DPRD kab.Sanggau, Muspida, serta para Kepala Dinas, Badan dan Kantor.

Minggu, 24 Oktober 2010

Kepsek SDLB Siap Tanggung Jawab

SANGGAU--Kepala Sekolah SDLB Negeri 65 Sanggau Burhanudin HVH, mengaku siap untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dan peruntukan dana oprasional dan BOS yang diterima oleh sekolah khusus tersebut.Hal itu disampaikan Burhanudin kepada wartawan pada Jumat, 22 Oktober 2010 kemarin siang. Dia membenarkan, bahwa sejumlah orang tua murid memang telah mempertanyakan pertanggungjawaban dana bantuan yang diterima oleh sekolah. Hingga akhirnya persoalan ini mengemuka di koron. Bahkan dia juga sudah dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sanggau Yohanes Kiteng, terkait persoalan ini. “Kadis Dikpora memanggil saya untuk penjelasan persoalan ini,” katanya.

Tentunya, Burhanudin juga menyatakan siap untuk mempertanggungjawabkan dana-dana tersebut. Burhanudin akan membuat surat yang ditujukan kepada kepala cabang Dikpora Kecamatan Kapuas dengan tembusan ke Kadis Dikpora, Inspektorat dan juga kepada orang tua murid.“Surat tersebut akan segera saya buat dan dalam surat tersebut salah satu isinya nanti, adalah berupa pertanggungjawaban penggunaan dana itu dan peruntukannya,” ungkapnya.Disinggung soal penggunaan dana oprasional dan BOS yang diterima oleh sekolah khusus tersebut, Burhanudin kembali mengatakan, digunakan untuk membayar gaji dua orang penjaga malam, untuk memenuhi kebutuhan alat tulis kantor, pemebelian dan pemeliharaan komputer dan perbaikan fasilitas sekolah serta yang lainnya.

Dia juga ingin mengklarifikasi terkait bantahan dari bendaraha sekolahnya bernama Muhson yang mengatakan, tidak sepeser pun mendapat bantuan uang dari sekolah untuk pengelolaan Bengkel Sekolah SDLB Negeri 65 Sanggau. Pihak sekolah mengakui memang tidak memberi bantuan dalam bentuk uang untuk bengkel sekolah tersebut, namun bantuan yang diberikan adalah dalam bentuk peralatan.“Bantuan yang diberikan untuk bengkel sekolah tersebut dalam bentuk peralatan. Jadi dalam persoalan ini telah terjadi kesalahpahaman,” jelas Burhanudin sembari menegaskan, bahwa dirinya siap untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang tersebut kepada orang tua murid dan juga kepada pihak instansi terkait.

Masyarakat-LSM Bisa Bawa ke Jalur Hukum



SANGGAU – Nasri Alisan ST, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Pemerintah Indonesia (LP3I) Kabupaten Sanggau merasa perlu untuk urun pendapat, terkait dengan soal permasalahan yang membelit PT BAM.Menurut Ketua PAN Sanggau ini, persoalan PT BAM menjadi tanggung jawab bagi semua pihak terkait untuk menyelesaikannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan menggunakan jalur hukum untuk membereskannya. Dikatakannya, masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bisa membawa kasus ini ke jalur hukum.“Saya menganggap jika persoalan PT BAM ini dibawa ke jalaru hukum, tujuannya adalah untuk membuktikan apakah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan emas itu telah melakukan pelanggaran atau tidak. Atau untuk membuktikan, apakah telah terjadi pelanggara terhadap proses pemberia ijin kepada perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sekayam tersebut,” kata Nasri.

Dikatakannya, sejak mencuatnya kasus ini hingga sekarang, seolah-olah ada pembiaran, sehingga permasalahannya semakin kompleks dan berlarut-larut. Bahkan, Nasri melalui lembaga yang dipimpinnya sedang mengumpulkan data dan fakta, kemudian baraudien dengan Panitia Khusus (Pansus) PT BAM untuk selanjutnya akan membawanya ke KPK, jika memang ada indikasi kuat perusahaan ini maupun pihak pemberi ijin telah melakukan pelanggaran.“Kami juga akan menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta agar dilakukan audit lingkungan, dan tidak mengeluarkan ijin,” katanya.Nasri juga meminta kepada pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun legislatifnya untuk mengambil sikap terkait persoalan ini. Tentunya supaya persoalan tersebut segera clear dan tidak berlarut-larut. Perlu ditempuh langkah paling tepat supaya akar masalahnya tidak semakin rumit. “Saya menganalisa, persoalan ini muncul karena lemahnya eksekutif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian,” tandasnya