Welcome Pontianak Centre
Tampilkan postingan dengan label Kayong News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kayong News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Oktober 2010

Gulirkan KB Bukan Untuk Membatasi


KAYONG UTARA-Penerapan program Keluarga Berencana, kata Hildi Hamid, Bupati Kayong Utara, bukan berarti membatasi tingkat kelahiran. “Tetapi hal ini agar pihak keluarga lebih fokus dalam memperhatikan tingkat kualitas keluarga terutama anak-anak,” ujarnya ketika berkunjung, belum lama ini.Sedangkan bagi ibu-ibu, ungkap Hildi, mesti sudah harus menjaga kesehatan anak-anaknya mulai dari kandungan. Karenanya dianjurkan kepada warganya agar melaksanakan program KB dengan tujuan untuk meningkatkan derajat hidup agar sejahtera.“Memang investasi dibidang sumber daya manusia itu mahal dan memakan waktu cukup lama. Maka untuk mendukung meningkatnya kualitas SDM di Kayong Utara, Pemerintah Daerah telah menyediakan fasilitas penunjangnya,” papar Bupati.

Kemudian, mengenai kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah, jelas Hildi, tak akan ada manfaatnya bila masyarakat melihat hal ini hanya sebuah keinginan namun bukan dengan suatu kebutuhan. Sedangkan yang dibutuhkan Pemerintah Daerah yakni berupa kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan.Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah telah berupaya menyediakan fasilitas yang lebih mendekatkan kepada masyarakat. Contohnya melalui Puskesmas, Puskesdes, Postu dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. “Sebaliknya, ini akan berhasil bilamana adanya kunjungan dari masyarakat yang memang benar-benar memanfaatkan fasilitas-fasilitas tersebut untuk kepentingan hidup sehat,” tandasnya.

Jadi, imbuh Hildi, sangat disayangkan jika Pemerintah Daerah telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk tersedianya fasilitas tersebut namun tidak ada partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, kaitannya dengan program Keluarga Berencana sebagaimana yang dianjurkan pemerintah in,i diharapkan bisa menciptakan bentuk kehidupan keluarga yang layak, berkualitas dan sejahtera. “Sebab, kedepannya kita sudah barang tentu akan menghadapi tantangan persaingan hidup yang begitu ketat.”

Bila hal ini tidak diimbangi dengan tujuan program KB, kata Bupati, tentu akan berdampak kurang baik terhadap kehidupan selanjutnya. “Untuk itu, sudah saatnya kita mempersiapkan generasi penerus di daerah ini dengan SDM yang berkualitas agar mereka mampu menghadapi hal tersebut,” jelasnya.Bupati menegaskan program KB bukan melarang ataupun membatasi kelahiran, namun yang perlu difahami yakni mengatur kelahiran anak agar perhatian terhadap perkembangan kualitas anak-anak terjamin. Disamping itu juga supaya hal-hal yang menjadi keinginan dan cita-cita anak-anak kita yang ingin maju bisa tercapai.

Kelola Potensi Bahari


“Perlunya keterkaitan antara pengembangan kawasan produksi dengan kawasan pengolahan dan pemasaran karena untuk membantu sektor kompetitif ini. Supaya dapat menembus zona pasaran dalam skala yang lebih luas,” papar Hildi Hamid, Bupati Kayong Utara, dalam suatu acara. Selain itu pula, tuturnya, sebagai dampaknya menghasilkan sentral-sentral industri dengan pengembangan pusat-pusat ekonomi. Meskipun demikian, tentu saja memerhatikan keseimbangan antara ekonomi dengan lingkungan sebagai bentuk urgensi (penting Red) dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan, tutur Hildi.

Melihat peluang pasar sebagai konektifitas (hubungan Red) dari peningkatan taraf hidup masyarakat dalam upaya pengembangan potensi ini, imbuh Hildi, perlu diintegrasikan agar mengurangi kompetisi tidak sehat dalam pasar. Mengingat, imbuhnya, pariwisata bahari pada hakikatnya merupakan kegiatan ekonomi dalam mengembangkan dan memanfaatkan obyek dan daya tarik kelautan diseluruh kawasan pesisir dan lautan KKU. Baik itu berupa kekayaan serta pemandangan alam yang indah, terumbu karang, berbagai jenis ikan hias dan biota lainnya yang menghuni wilayah pesisir dan lautan KKU.

“Kemudian dalam meningkatkan pendapatan perkapita (pendapatn berupa uang seluruh penduduk suatu kawasan selama setahun yang dibagi 12 bulan, Red) potensi ini bisa dikombinasikan dengan sektor kepariwisataan, “ ulas Hildi. Diterangkannya supaya semua hal ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor kelautan dan perikanan, sifatnya mesti terencana dengan matang. Jadi ada saling keterkaitan semua stakeholder (pemegang kebijakan atau pemegang modal) dalam menyikapi potensi yang cara pandangnya berdampak pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat..

Terkait dengan sumber daya manusia, sambungnya, sudah menjadi kewajiban bersama untuk mencetak kader-kader yang layak agar pekerjaan sebagai nelayan menjadi suatu usaha berpola modern. Dengan demikian akan muncul generasi baru dengan jiwa berwirausaha yang tinggi. Sehingga tidak ada lagi ketergantungan kehidupan masyarakat yang selalu berkeinginan untuk menjadi pegawai, dimana aktifitas ini merupakan investasi bergerak. Karena pilar pembangunan ini terletak pada pemerintah, masyarakat dan pihak swasta sebagai pelaku usaha yang mengisi pembangunan,” pesannya.

Salah satu potensi sumber daya alam Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang besar, sehingga kini belum diberdayagunakan secara optimal memang pada sumber daya kelautan dan perikanan (SDPKP). Padahal kalau diolah dengan baik akan menyokong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kalau SDKP dimanfaatkan dan dikelola secara professional dan benar, sektor ini akan menjadi keunggulan kompetitif dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat KKU pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya kata Hildi belum lama ini. Seperti, jelasnya, semakin terbuka lebarnya kesempatan dan peluang kerja, munculnya usaha-usaha kecil dan menengah yang berorientasi bisnis.

Berdasarkan lintasan kawasan, dibagian utara KKU berbatasan dengan Kabupaten Kubu Raya (KKR), dibagian selatan dengan laut jawa, dibagian timur berbatasan dengan Kabupaten Ketapang, dan bagian barat dengan laut jawa. Agar semua itu semakin terlaksana maka perlu didukung sarana prasarana, dan Infrastruktur yang memadai.

Bussiness Gathering Bank Kalbar Sukadana Jalin Kemitraan


KAYONG UTARA-Bussiness Gathering Bank Kalbar Cabang Sukadana, Jumat (22/10) malam, di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, berlangsung meriah. Kegiatan ini terselenggara dalam rangka menjalin kerjasama dan kemitraan antara pihak Bank Kalbar Sukadana bersama nasabah, calon nasabah, dan para pengusaha.Dari kalangan eksektutif, tampak hadir pada kegiatan tersebut Bupati dan Wakil bupati Kayong Utara. jajaran legislatif hadir Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, para Kepala SKPD, tokoh masyarakat dan beberapa dari pihak pengusaha serta Direksi Bank Kalbar Pontianak.Bussiness Gathering Bank Kalbar ini selain menjalin tali silaturahmi, juga untuk menampilkan berbagai macam bentuk dan jenis pelayanan yang di tawarkan kepada para nasabah maupun calon nasabah.

Selain menampilkan hiburan musik orgen tunggal dengan menghadirkan artis cantik dari Pontianak, kemeriahan acara tersebut juga mempertunjukkan seni dan budaya melayu hadrah dari Sanggar Al-Burdah Al-Ihwan Sukadana dan Syair Gulung serta profile Kayong Utara sebelum dan rencana kedepan kabupaten hasil pemekaran Ketapang. Atraksi seni dan budaya melayu yang ditampilkan melalui sanggar ini, tentunya mampu memukau para undangan yang menghadiri acara tersebut. Tepuk tangan dan decak kagum dari para undangan menambah semarak suasana acara Bussiness Gathering Bank Kalbar Sukadana.Dalam kesempatan ini Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid sebagai pihak yang pernah berjasa terhadap keberlangsungan Bank Kalbar akibat terkena imbas pada masa krisis moneter beberapa tahun lalu, mengatakan manajemen yang profesional yakni menggunakan segala fasilitas pemerintah. Salah satunya adalah Bank Kalbar.

“Jadi, pada dasarnya tidak ada kegagalan dalam pelaksanaan proyek. Sebab, pihak Bank Kalbar sebagai mitra Pemerintah Daerah sudah cukup banyak membuktikan keberhasilannya membantu pemerintahan dalam pembangunan,” ujarnya. Karena Bank mempunyai aturan-aturan yang normatif, maka dirinya mengharapkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk jasa-jasa konstruksi.Menurut Pimpinan Bank Kalbar Cabang Sukadana, Solihin Agus,SH,M.Hum dalam sambutannya mengatakan untuk kedepannya Bank Kalbar menjadi Regional Champion di Provinsi Kalimantan Barat, apalagi untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara. Oleh karena itu, ia sangat berharap adanya dukungan dan partisipasi dari para mitra sehingga Bank Kalbar dijadikan pilihan pertama dan utama.

Begitu pula yang disampaikan Direksi Bank Kalbar Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Syamsir Ismail,MM di Aula Pendopo Bupati yang pada malam itu juga sebagai saksi pemberian nama tempat tersebut oleh Bupati Kayong Utara dengan sebutan “Balai Nirmala” mengatakan bahwa Bank Kalbar memiliki layanan cukup lengkap. Untuk para nasabah dan calon nasabah diharapkan bisa memanfaatkan layanan-layanan yang ada sebaik-baiknya.

Senin, 25 Oktober 2010

Nipah Sumber Penghasil Bio Etanol


KAYONG UTARA-hamir setiap pinggir sungai diwilayah Kabupaten Kayong Utara ditumbuhi pohon Nipah yang sangat subur dan rapat sehingga sulit untuk ditembus. Vegetasi tumbuhan tersebut, kata Ir Bimbing Parjoko, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kayong Utara, hanya hidup dan berkembang di daerah air payau atau lebih dikenal dengan mangrove.Nipah adalah sejenis palem yang tumbuh dilingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut dekat tepi laut. Palma ini umumnya ditemukan di sepanjang garis pesisir Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik, khususnya diantara Bangladesh hingga pulau-pulau Pasifik. Batang pohon Nipah menjalar di tanah membentuk rimpang yang terendam oleh lumpur.

Hanya roset daunnya yang muncul di atas tanah, sehingga Nipah nampak seolah-olah berbatang. Akar serabutnya dapat mencapai panjang 13 m. Karena perakaran Nipah ini hanya terletak dalam lumpur yang sifatnya labil maka rumpun-rumpun nipah dapat dihanyutkan oleh air sampai kelaut. Batang nipah terendam oleh lumpur. Hanya daunnya yang muncul di atas tanah. Nipah hanya tumbuh di daerah payau, artinya tanaman ini tidak akan tumbuh jika tanah hanya diluapi oleh air asin atau hanya diluapi oleh air tawar.

Daun Nipah yang telah tua banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk membuat atap rumah yang daya tahannya mencapai 3-5 tahun. Daun Nipah yang masih muda mirip janur kelapa, dapat dianyam untuk dinding rumah. Pada masa silam daun Nipah yang muda (dinamai pucuk) dijadikan daun rokok dan tulang daunnya dimanfaatkan untuk sapu lidi. Nipah dapat pula disadap niranya, yakni cairan manis yang diperoleh dari tandan bunga yang belum mekar. Nira yang dikeringkan dengan dimasak dipasarkan sebagai gula nipah (palm sugar).

Nira yang terdapat dalam pelepah nipah berdasarkan penelitian mengandung kadar gula (sucrose) berkisar antara 15-17 %. Dengan kandungan itu, maka nira nipah berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku industri bioetanol. Berbeda dengan tanaman lain yang sama-sama menghasilkan nira atau pati, tanaman nipah ini jelas menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut karena pelepah bermayang atau manggar pohon nipah berada tak jauh dari permukaan tanah sehingga tidak perlu memanjat untuk memperoleh niranya seperti pada tanaman palma yang lain. Selain itu juga, pohon nipah umumnya tumbuh di daerah yang tidak produktif untuk budidaya lainnya dan tumbuh di daerah yang memudahkan pengangkutan lewat perairan.

Pemanfaatan nipah oleh masyarakat Kabupaten Kayong Utara khususnya pesisir pantai dan sungai baru seputar daun dan tulang daun (lidi), kalaupun ada yang pembuat gula nipah hanya konsumsi sendiri, sehingga pemanfaatannya belum maksimal. Sebagian besar tanaman ini memang belum dimanfaatkan sama sekali. Nipah merupakan salah satu spesies utama penyusun hutan mangrove dengan komposisi sekitar 30 persen.Rata-rata setiap pelepah nipah menghasilkan nira sebanyak 0,5 per hari, dalam satu tahun, setiap malay pohon dapat disadap hingga 3 bulan, dengan demikian rata-rata produktivitas tiap malay nipah adalah sebesar = 0,5 L/hari x 90 hari = 45 L/th.

Jika jumlah pohon nipah yang efektif adalah 3000 pohon per hektar dan semakin rapat maka pohon nipah tidak akan menghasilkan mayang. Dalam suatu lahan pun biasanya tidak 100% pohon nipah menghasilkan mayang, biasanya sekitar 40% saja, dengan demikian , nira yang dihasilkan = 40% x 3000 x 45 L = 54.000 L/ha/th.Jika nira tersebut dimanfaatkan untuk produktipitas bioetanol, maka kemungkinan kadar alkohol yang dihasilkan adalah 6-7 persen, dengan demikian = 54.000 x 7 persen x 100/95 = 3978 LH” 4000 L/ha/thSeiring dengan menipisnya cadangan energi BBM, kata Bimbing, nipah dapat menjadi alternatif yang penting sebagai bahan baku pembuatan ethanol (bahan pencampur BBM). “Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan. Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme.” (

Angka Kemiskinan Tinggi


Kepala Bappeda Kayong Utara Ir H Rusnawir Hamid MTP, disela-sela kegiatan Lokakarya Kemiskinan Desa baru-baru ini mengatakan selain menurunnya pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, namun hal lain yang juga merisaukan kita semua yakni tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara yang mencapai 39.408 orang dari 95.605 orang jumlah penduduk KKU atau lebih dari 30 persen.Data resmi lainnya menunjukkan angka lebih kecil, tetapi Bupati Kayong Utara lebih memilih menggunakan data dengan persentase kemiskinan lebih besar. Ini dimaksudkannya, bukan agar bisa mendapatkan bantuan lebih besar dari Pemerintah Pusat, tetapi agar tidak terjadi bias dalam penetapan kebijakan.

“Coba kita bayangkan, seandainya jumlah penduduk miskin yang akan kita gunakan adalah angka terendah, padahal kenyataannya jumlah penduduk miskin lebih besar, maka usaha dan upaya yang kita kerahkan pasti tidak akan menyelesaikan permasalahan,” papar Rusnawir.Mengingat sebagian besar penduduk miskin ini berada di daerah pedesaan, tukasnya, maka melalui forum lokakarya kemiskinan desa yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Dihadiri seluruh Kepala Desa dengan harapan mereka dapat mendata secara persis berapa sebetulnya penduduk miskin yang ada di desa-desanya masing-masing. Mereka juga diminta agar data tersebut disajikan dalam bentuk yang sistematis dan mudah difahami, lengkap dengan nama orangnya dan alamat serta pekerjaan dan penghasilannya (jika ia bekerja).

Selanjutnya, mendata potensi yang ada di desa meraka masing-masing yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan atau lapangan kerja masyarakat miskin yang ada di desanya tersebut.“Jika perlu dicoba untuk menyusun rancangan pemanfaatannya,” sambung Rusnawir. Misalnya apakah melalui hutan desa, kebun rakyat, pertambakan, budidaya rumput laut dan lain sebagainya. Rancangan ini kemudian dapat disampaikan kepada kami dalam hal ini Bappeda untuk dikoordinasikan dengan SKPD terkait dan nanti baru disampaikan ke Bupati untuk dibahas dan jika layak akan dijadikan kebijakan pembangunan kabupaten. “Disini kita tidak perlu khawatir pihak legislatif khususnya yang menangani masalah anggaran, jika ini untuk keperluan masyarakat desa apalagi masyarakat miskin, pasti akan mendapat dukungan,” katanya yakin.

Mendata hal-hal yang diperlukan masyarakat desa dan khususnya masyarakat miskin, dan kira-kira solusinya. Jika para Kepala Desa hanya mencatat kebutuhan masyarakat tetapi tidak bisa membantu mencari jalan keluarnya, itu sama saja tidak memiliki manfaat.Dengan langkah-langkah di atas, menurut saya kita semua berada dalam jalur yang benar dan mudah-mudahan upaya kita menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara dapat berjalan lancar dan cepat. Dan jika ini dapat kita laksanakan, diharapkan masalah ketenagakerjaan kita juga akan dapat di atasi, tandasnya.

Siapkan Tenaga Pendamping


Program pelatihan bagi Pengurus Gapoktan dan Penyuluh Pendamping dengan melibatkan peserta dari dua kabupaten yakni Kayong Utara dan Ketapang, baru-baru ini, kata Kepala Badan Penyuluh dan Ketahanan Pangan KKU Ir H Uray Ramli MM, merupakan hasil kerjasama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Kalimantan Selatan dengan Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kayong Utara. “Oleh karena itu, kepada Gapoktan disiapkan tenaga pendamping untuk memberikan petunjuk tentang sistem analisa usaha tani yang menguntungkan,” ujarnya.

Petugas yang membantu dalam meningkatkan usaha tani disini, jelasnya., yaitu petugas Penyelia Mitra Tani (PMT), dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pendamping. Mereka harusnya setiap dua minggu seklali bertatap muka dengan Gapoktan.Khusus petugas PMT dan PPL pendamping membina dan menginformasikan untuk terutama dalam pengembangan kegiatan ekonomi rakyat yang diprioritaskan pada penduduk miskin pedesaan. Yaitu melalui peningkatan SDM, penguatan modal, buruh tani dan rumah tangga tani serta penguasaan teknologi produksi, pemasaran hasil dan peningkatan nilai tambah.

Karenanya dalam rangka pelatihan bagi pengurus gapoktan dan penyuluh pendamping, beberapa waktu lalu, diharapkan agar para peserta yang telah mengikuti pelatihan tersebut dapat memberikan informasi. Terutama dalam mengelola bantuan dana sebesar seratus juta rupiah baik tahap I yang sudah tersalurkan maupun tahap II.

Dengan demikian informasi yang diterima dari peserta pelatihan diharapkan menjadi bahan masukan dalam upaya peningkatan penyuluhan pertanian. “Yang pada dasarnya adalah bertujuan untuk menumbuh kembangkan, meningkatkan, memberdayakan, usaha agribisnis petani dan ekonomi pedesaan,” tandasnya.

Kemajuan Desa Jadi Penentu


KAYONG UTARA-Pemerintahan Desa (Pemdes) harus bisa maju dan mandiri. Oleh kerenanya, sesuai dengan cita-cita bersama untuk membangun Kayong Utara, maka pembangunan harus dimulai dari desa. Hal tersebut di ungkapkan Drs Oma Zulfithansyah MSi, Kepala BPMPDKB Kayong Utara, baru-baru ini.Ia menerangkan kalau desa bangkit dan seterusnya, maka kabupaten pun akan ikut bangkit pula. “Dengan adanya bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten kepada desa, maka saya mengharapkan agar Pemerintah Desa bisa segara membangun desanya dengan menekankan kepada semangat partisipasi dan gotong royong,” ujarnya.

Penyelengaraan pemerintah yang berdasarkan kepada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 (UU 32/2004), imbuh Oma, telah memberikan berbagai perubahan ke arah terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yaitu melalui kegiatan pembangunan dengan penekanan kepada pemberdayaan masyarakat serta pelayanan prima yang optimal.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) 72/2005 upaya pemberdayaan masyarakat dan Pemdes semakin mendapat respon yang positif. Salah satunya dengan semakin meningkatnya program-program pembangunan dan pemerintahan yang mengarah langsung kepada masyarakat desa melalui alokasi dana pembangunan yang kita kenal dengan Alokasi Dana Desa (ADD).

Bupati Hildi Mohon Doa


SUKADANA--Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid bersama istrinya Ibu Diah Permata Hildi akan menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekah pada tahun ini. Dalam acara Selamatan Naik Haji di kediamannya, Jalan Irama Laut Sukadana, Selasa (19/10) kemarin dirinya bersama memohon doa agar ibadah yang dijalaninya berjalan lancar.

Dengan rendah hati, orang nomor satu dijajaran eksekutif Kayong Utara itu juga meminta maaf jika ada tutur kata dan pergaulan yang kurang mengenakkan. Ibadah haji, diakui Hildi, adalah wajib bagi setiap muslim yang mampu. Oleh karenanya, sekalipun dirinya sibuk sebagai Bupati Kayong Utara, Hildi dan Istri tak ingin mengulur waktu untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Undangan yang menghadiri acara Selamatan yang dimulai pada pukul 13..00 WIB ini, mendoakan agar Bupati Kayong Utara Hildi Hamid dan istri dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar serta dapat menjadi haji yang mabrur. Hildi mengungkapkan, selama ibadah haji dia terpaksa harus cuti dari jabatan Bupati Kayong Utara. Dirinya kembali aktif seperti semula usai ibadah haji nantinya.

Oleh karenanya, secara terbuka, dirinya melaksanakan acara Selamatan Naik Haji. Dalam kesempatan ini, Bupati Hildi dan Istri bersama undangan yang hadir pada acara tersebut mendapatkan siraham rohani/taushiyah dari Ustadz H. Muhammad Ilham. Disini, dirinya berpesan bahwa sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, maka ada lima hal penting yang perlu dilaksanakan yakni tinggalkanlah masalah sosial kepada pihak-pihak yang dipercayakan.

Selanjutnya, selesaikan utang piutang baik kepada keluarga dan masyarakat. Kemudian meminta di istihlalkan atau dihalalkan. Berikutnya yakni tetap menjalin tali silaturahmi dan memperbanyak sholat-sholat tahajud. Karena dirinya mengatakan perjalanan haji adalah perjalan antara hidup dan mati. Selain itu, ibadah haji termasuk kongres tahunan umat Islam dengan berbagai nuansa. Jadi, disini Islam berkumpul dalam kondisi makro.

Dan perlu disadari bahwa dalam hal ini Allah SWT tidak pandang bulu. Oleh karena itu, pada kesempatan ini atas nama masyarakat Kayong Utara dirinya mengatakan untuk meminta oleh-oleh/buah tangan dari jemaah yang menunaikan ibadah ini. Tetapi, buah tangan ini bukanlah dalam bentuk barang melainkan adalah oleh-oleh berupa butiran-butiran hikmah dari ibadah haji.

Jumat, 22 Oktober 2010

Andalkan Pemasaran






SUKADANA. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian terutama terhadap tanaman obat-obatan, tidak hanya cukup dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat, tetapi agar upaya ini bisa tercapai maka perlu mengandalkan langkah-langkah pemasaran.

Pendapat ini diutarakan Kepala Badan Penyuluh dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kayong Utara, Ir H Uray Ramli MM di sela-sela kegiatan dirinya mengikuti kunjungan Bupati Kayong Utara di acara Pembinaan Teknis P2WKSS di Desa Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang, baru-baru ini.

Seperti halnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang saat ini ia pimpin, hingga kini telah melakukan berbagai pembinaan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing melalui program-program pembinaan, agar masyarakat bisa bergerak terutama dalam hal ini peran wanitanya.

Misalnya, melalui Balai Penyuluh Pertanian. Wadah ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan pentingnya membudidayakan tanaman obat keluarga (Toga). “Selain bermanfaat untuk kesehatan, tetapi bila diolah dengan profesional dan metode-metode pemasaran yang baik, maka berfungsi untuk membantu pendapatan masyarakat,” kupasnya.

Pengurus Dekranasda KKU Dikukuhkan


 



 SUKADANA. Sejumlah Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kayong Utara (KKU) masa khidmat 2009-2014, dikukuhkan Bupati Kayong Utara Hildi Hamid yang diketuai Diah Permata Hildi, Rabu (13/10).

Pada pengukuhan ini hadir sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, jajaran anggota DPRD KKU, dan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika).

Dalam sambutan, Hildi mengatakan sebagaimana dimaklumi Dekranasda merupakan suatu organisasi nirlaba (tidak mencari keuntungan) atau biasa juga disebut dengan “Non-Profit Organization”, keberadaannya merupakan mitra pemerintah, utamanya untuk melakukan pembinaan dan menumbuhkembangkan industri kerajinan berbasis seni dan nilai-nilai budaya.

“Peran dan fungsi Dekranasda ke depan, perlu terus ditingkatkan agar ia dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat. Khususnya peningkatan kesejahteraan kepada perajin,” tegas Hildi.

Berkenaan dengan hal tersebut, imbuhnya, dalam upaya meningkatkan peran dan fungsi Dekranasda dengan melakukan konsolidasi organisasi, baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota.

Dirinya menyambut baik sekali pengurus Dekranasda KKU telah terbentuk. Sehingga nantinya dapat merumuskan program dan kegiatan antara Dekranasda Kalbar dan Dekranasda kabupaten/kota se-Kalbar. Dapat pula dijadikan sebagai forum silaturahmi antara pengurus Dekranasda se-Kalbar.

“Untuk itu kepada kepengurusan ini dapat berkerja dengan baik karena banyak manfaatnya yang dapat diambil, demi kemajuan Dekranasda KKU,” pintanya.

Ia sangat mengharapkan kepada seluruh peserta pengurus untuk dapat optimal fungsi, sehingga yang berkaitan dengan masalah kelembagaan organisasi dapat berjalan dengan baik. “Mudah-mudahan dengan jalan demikian kegiatan yang dilaksanakan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua khususnya dalam memajukan dan mengembangkan Dekranasda di KKU,” doanya.

Mengingat keterbatasan yang dimiliki Dekranasda KKU untuk melakukan pembinaan kepada perajin secara optimal, Pemkab minta kepada seluruh jajaran pengurus Dekranasda KKU dapat menginventarisir dan menetapkan produk kerajinan unggulan daerah sesuai potensi yang ada.

Agen Proteksi


SUKADANA. Menanggapi permasalahan pemanfaatan hutan hak di Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kayong Utara, Ir Bimbing Parjoko menerangkan sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2010 (Perbup 9/2010), salah satunya pemerintah menjadi agen proteksi, Rabu (13/10).
“Ada beberapa hal yang kiranya dapat kita lakukan menyikapi persoalan ini, yakni perlu mengembalikan peran pemerintah sebagai agent proteksi, prevensi dan promosi bagi masyarakat,” tegas Bimbing.

Dikatakannya pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini perlu dievaluasi. Terutama untuk mengetahui apakah pemerintah sudah mampu memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat yang tinggal di dalamnya. Kondisi yang aman dan nyaman ini diperlukan untuk menunjang produktivitas masyarakat serta untuk mendorong masuknya investasi-investasi ke KKU.

Salah satu masalah penting yang sangat berkaitan ihwal pengelolaan kawasan hutan. Dari segi geografis, KKU dianugerahi Tuhan berada pada posisi strategis, yaitu berbatasan dengan Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya, serta dikelilingi kawasan Tanaman Nasional Gunung Palung dan pesisir pantai Selat Karimata.