Welcome Pontianak Centre
Tampilkan postingan dengan label Putussibau News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Putussibau News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2010

Ayo Dukung Investasi

PEMERINTAH Kabupaten Kapuas Hulu telah berusaha dan berupaya maksimal untuk mendatangkan investor ke Bumi Uncak Kapuas. Mengingat, untuk menggerakan perekonomian daerah sangat tergantung akan investasi.“Kita telah berupaya secara maksimal. Kehadiran para investor ini diharapkan membawa perubahan secara ekonomi kepada daerah. Tolong dukung investasi di daerah kita,” pinta Bupati Kapuas Hulu AM Nasir kepada koran ini.Dikatakan Nasir, mendatangkan dan meyakinkan para investor tersebut bukan perkara mudah. Membutuhkan perjuangan dan lobi-lobi ekstra. Mengingat Kapuas Hulu termasuk daerah yang jauh dan masih terbatas infrastruktur pendukung. “Karenanya, kita patut bersyukur telah ada investor yang mau menanamkan investasinya di kabupaten kita,” tambah Nasir.

Sebab itu, kehadiran para investor di daerah ini dikatakan bupati hendaknya dijaga. Memberikan kemudahan dan rasa aman, bukan kemudian malah membuat para investor tidak betah sehingga hengkang dari Kapuas Hulu. “Tidak ada yang sempurna, termasuk juga para investor. Tidak ada salahnya kita mengingatkan kalau para investor itu berlaku kesalahan. Tapi tentu dengan cara-cara yang elegan. Saya yakin semua persoalan itu pasti ada solusinya,” katanya.Oleh karena itu, Nasir berharap seluruh elemen daerah ini dapat mendukung program pemerintah mendatangkan investor diberbagai bidang. Tidak kemudian melakukan tindakan-tindakan yang justru kemudian merugikan daerah. Ketika daerah rugi, maka dampaknya dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Jumat, 29 Oktober 2010

DPRD Kapuas Hulu Dukung Provinsi Kapuas Raya

PUTUSSIBAU--Pemekaran Provinsi Kapuas Raya banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebab, akan terbentuknya Provinsi Kapuas Raya yang meliputi wilayah timur Kalimantan Barat ini merupakan kebutuhan masyarakat.“Karena itu merupakan kebutuhan masyarakat tentunya sebagai DPRD Kapuas Hulu kita mendukung dengan pemekaran provinsi baru, yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya yang berada di wilayah timur Kalimantan Barat,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Yusuf Habbie kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.

Menurut Yusuf baru-baru ini pihak legislatif dan eksekutif yang ada di wilayah timur mengadakan pertemuan di Kabupaten Sintang untuk menindaklanjuti kunjungan DPRD RI belum lama ini. Serta membahas pemenuhaan persyaratan yang belum lengkap. “Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukung pemekaran tersebut, sepenuhnya kita dukung. Hanya saja masyarakat diharapkan bersabar, karena realisasi terbentuknya Kapuas Raya harus melewati beberapa proses,” terangnya.Ditambahkan Yusuf, Provinsi Kapuas Raya menduduki urutan kedua dari tiga provinsi yang ada di Indonesia yang memiliki kualitas dan layak untuk dimekarkan. Ketiga provinsi tersebut yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kapuas Raya, dan Provinsi Selatan Papua.

“Untuk itu ada harapan Provinsi Kapuas Raya direalisasikan dan itu layak. Apalagi Kapuas Raya menduduki urutan kedua dari segi kelayakan untuk dimekarkan, dalam hal ini pada umumnya masyarakat mendukung penuh pembentukan provinsi tersebut,” papar Yusuf didampingi Abang Isnandar, ketua Komisi A DPRD Kapuas Hulu yang membidangi bidang pemerintahan.

Tarif Pemasangan Listrik Mencekik


PUTUSSIBAU--Sebanyak 200 orang konsumen yang berada di Kapuas Hulu mendapatkan pemasangan meteran baru, namun sejumlah konsumen merasa dirugikan dengan mengeluh mahalnya tarif pemasangan listrik.Informasi yang diperoleh koran ini bahwa pihak PLN cabang Sanggau yang berkedudukan di Kabupaten Sanggau, telah menentukan tarif pemasangan listrik di luar pemasangan instalansi 450 V dikenakan Rp3.332.950, pemasangan listrik 900 V dikenakan tarif Rp3.715.900, untuk daya 1.300 V dikenakan tarif sebesar Rp4.083.900. Sedangkan untuk 2.200 V sebesar Rp4.881.600 tarif tersebut berlaku disetiap ranting PLN di bawah cabang Sanggau termasuk Kabupaten Kapuas Hulu.

Sementara tarif yang dikeluhkan konsumen di Kapuas Hulu adalah, bahwa untuk pemasangan listrik daya 900 V di luar pemasangan instalasi oleh instalatir sebesar Rp5.500.000, sedangakan pemasangan sekaligus instalasi sebesar Rp6.500.000. Untuk tarif 1.300 V diluar instalasi sebesar Rp6.600.000, sedangkan tarif termasuk pemasangan instalasi oleh instalatir sebesar Rp7.280.000. Menurut salah satu konsumen yang enggan disebutkan namanya menuturkan, bahwa dengan tarif pemasangan listrik tersebut sangat memberatkan konsumen, namun karena listrik merupakan kebutuhan dengan terpaksa dirinya membayar sesuai permintaan, ironisnya menurut konsumen tersebut pembayaran dilakukan dengan menggunakan kuitansi biasa tanpa ada cap dari pihak PLN.

Ketika ditemui sejumlah wartawan Rabu (27/10) kemarin diruang kerjanya, Ph. Manager PLN Ranting Putussibau Suparyono, membantah telah melakukan pungutan yang tidak sesuai dengan rapat PLN cabang Sanggau. Menurut penjelasnya, bahwa tarif listrik yang pembayarannya melalui PLN sesuai dengan hasil rapat PLN cabang, dan hal tersebut sama seperti kabupaten-kabupaten lain. “Kita menerima pembayaran tidak lebih dari yang ditetapkan dari hasil rapat PLN cabang, jikapun ada lebih dari itu pihak PLN ranting Putussibau tidak tahu, karena memang kita bekerjasama dengan pihak ketiga yang memasang instalansi (sambungan PLN dalam rumah, Red) oleh instalatir, pihak kita mematok tarif berdasarkan hasil rapat dengan PLN cabang,” jelasnya.

Ditambahkan Suparyono, dalam pemasangan listrik, pihak PLN hanya bertanggungjawab dengan biaya penyambungan dan uang jaminan pelanggan. Hal tersebut berdasarkan aturan yang berlaku. Sementara itu, menurut dia, untuk pemasangan sambungan di dalam rumah yang bertanggung jawab adalah pihak ketiga yaitu instalatir. Mewakili Manager PLN ranting Putussibau sebagai pelaksana harian Suparyono mengimbau, agar masyarakat Kapuas Hulu terutama kepada 200 konsumen yang mendapat jatah pemasangan listrik supaya berhati-hati dalam melakukan pembayaran, jangan sampai konsumen yang menjadi korbannya. “Jika ditemui ada oknum-oknum tertentu yang sengaja melakukan penipuan dan menjual institusi PLN, kita mita kepada masyarakat untuk segera melaporkannya ke pihak PLN, untuk selanjutnya kita (pihak PLN, Red) melaporkan hal tersebut ke yang berwajib,” pintanya.

Anggota DPRD Kapuas Hulu Baco Maewa, pada Rabu (27/10) kemarin juga mendatangi pihak PLN ranting Putussibau yang diterima langsung Suparyono, selaku Ph. Manager, guna menyampaikan keluhan-keluhan para konsumen terutama terkait tarif yang memberatkan konsumen. “Tarif yang digunakan pihak PLN berbeda dengan hasil rapat PLN cabang Sanggau, sehingga hal tersebut menjadi tanda tanya besar di tengah-tengah masyarakat selaku konsumen. Untuk itu kita datang untuk minta penjelasan pihak PLN, yang terkesan menaikan tarif pemasangan tidak sesuai keputusan rapat PLN cabang, seharusnya sama tarifnya karena kita Putussibau ini adalah ranting,” ungkap Baco.

Menurut Baco, selaku wakil rakyat untuk mencari titik terang permasalahan dalam waktu dekat ini pihaknya (DPRD Kapuas Hulu) akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak PLN dan pihak instalatir, sehingga apa yang menjadi keluhan masyarakat terjawab, dan akan diketahui siapa yang menjadi oknum yang melakukan penipuan kepada para konsumen dan harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Diknas Harus Proaktif

DINAS Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kapuas Hulu, diminta untuk proaktif dalam mengawasi dunia pendidikan khususnya bagi guru yang berada di daerah-daerah terpencil.Pernyataan ini disampaikan Ketua Komis A DPRD Kapuas Hulu Abang Isnandar, yang membidangi pendidikan ketika ditemu di ruang kerjanya, Rabu (27/10) kemarin. Selaku wakil rakyat, Isnandar prihatin dengan kondisi dunia pendidikan yang berada di Kapuas Hulu khususnya yang berada di daerah terpencil, akibat ulah oknum guru yang malas-malasan murid menjadi terlantar. “Kita sangat prihatin karena hingga saat ini masih ada saja oknum guru yang tidak menjalankan tugasnya sebagai guru, akhirnya murid yang menjadi korbannya,” ungkap Isnandar serius.

Terkait kondisi murid SDN No. 18 Na. Enap Desa Cempaka Baru Kecamatan Putussibau selatan, yang hingga saat ini ditelantarkan akibat oknum guru yang tidak menjalankan kewajibannya, Isnandar menekankan kepada instansi terkait untuk mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku, dan untuk hal tersebut Isnandar berjanji pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kapuas Hulu untuk mengetahui apa penyebab jarang masuknya oknum guru tersebut. Padahal, menurut Isnandar, guru yang berada di daerah terpencil yang memenuhi keriteria mendapatkan tunjangan sebesar Rp1.350.000 per orang setiap bulannya. Dan sebagai PNS, kata Isnandar, harus bersedia ditempatkan di mana saja, dan harus tetap menjalankan kewajibanya. “

Jangan maunya dapat gaji tanpa bekerja itu namanya makan gaji buta, dan sangat kasihan murid yang menjadi korbanya, untuk itu kita akan menindak lanjuti terhadap instansi terkait agar segera mengambil langkah, bila perlu jika memang oknum guru tersebut sudah tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibanya sebagai guru bikin surat pernyataan, jangan murid yang dijadikan korbanya, bagai mana kualitas pendidikan Kita mau meningkat jika kelakuan para oknum guru seperti itu,” tegasnya kesal.

Tergantung Moral Kontraktor

TIDAK diperhatikannya atau diabaikannya mutu pekerjaan oleh sejumlah oknum kontarktor dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti moral oknum kontarktor yang tidak baik, sehingga menimbulkan niat-niat yang tidak baik salah satu contohnya ingin mengambil keuntungan pribadi. Pernyataan ini disampaikan oleh Joni Kamiso, ketua Komisi C DPRD Kapuas Hulu kepada koran ini melalui telepon selulernya, Selasa (26/10) kemarin. Menurut pria yang kerap dipanggil Bang Ajun ini mengatakan, bahwa sebelum melaksanakan suatu pekerjaan pihak kontraktor sudah terikat dengan perjanjian kontrak, yang mana pihak kontraktor dituntut harus komitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai perjanjian kontrak. Selama ini adanya sejumlah kontraktor yang tidak melaksanakan atau menepati perjanjian kontrak tersebut, disebabkan oleh moralnya yang tidak baik.

Tidak hanya itu, Ajun juga menekankan kepada pihak-pihakn yang ada dalam perusahaan para kontraktor yang sudah memiliki titel insinyur tersebut sebagai tenaga teknis untuk tidak melaksanakan tugasnya di atas meja saja, wajib turun kelapangan untuk melihat secara langsung sejauh mana mutu pekerjaan yang sudah dilaksanakan. “Sebab, jika tidak, maka pekerjaan yang dilakukan akan menyalahi perjanjian kontrak dan akan merugikan negara, masyarakat serta dirinya sendiri,” tegasnya serius.

Ditambahkan Ajun, bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan sangat dipengaruhi oleh moral dari kontraktor itu sendiri, jika memiliki moral yang baik maka tidakpun diawasi kontraktor tersebut akan melaksanakan pekerjaanya sesuai ikatan kontrak yang sudah mengikat. “Meskipun demikian kita berharap agar pekerjaan yang dilaksanakan oleh para kontraktor dapat terawasi dengan baik oleh pihak-pihak terkait, maupun seluruh masyarakat Kapuas Hulu, demi kemajuan dan berkembangnya Bumi Uncak Kapuas ini, mari kita bangun Kapuas Hulu ini dan tumbuhkan rasa memiliki untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kemajuan Kapuas Hulu merupakan kemajuan kita bersama,” pungkasnya.

Senin, 25 Oktober 2010

Guru Jarang Ngajar, Murid SD Na. Enap Terlantar


PUTUSSIBAU- Jarangnya masuk sejumlah guru untuk melaksanakan tugas mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dusun Na. Enap Desa Cempaka Baru Kecamatan Putussibau Selatan, membuat para orang tua murid mengeluhkan hal tersebut. Akibatnya, sekitar 40 orang murid yang ada terlantar dalam mencari ilmu. Ketua I Dusun Na. Enap, Pius Fernades Ayu Kontan, Senin (25/10) kemarin mengatakan, bahwa kondisi dunia pendidikan yang berada di dusunnya sangat memprihatinkan. Sebab, proses belajar mengajar tidak efektif yang disebabkan oleh ulah para guru yang sudah berstatus pegawai negeri tersebut jarang melaksanakan tugasnya.

“Selaku orangtua murid dan masyarakat, kita turut prihatin dengan kondisi yang saat ini terjadi. Karena, para siswa yang berniat mendapatkan ilmu di bangku sekolah malah tidak dapat hak mereka untuk mendapatkan ilmu, akibat para guru yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” keluh Pius. Selaku orang tua murid, pihaknya sudah sering mengadukan hal tersebut ke komite sekolah, namun hingga saat ini tidak ada perubahan.Menurut dia, kondisi dunia pendidikan di Na. Enap semakin memprihatinkan, para guru kontrak sekolah dan guru honorlah yang selalu merangkap untuk memberikan ilmu kepada murid-murid.“Kita sudah sering melaporkan dan bicarakan hal ini dengan komite sekolah, namun tidak ditanggapi bahkan para orang tua murid meminta agar ada rapat orang tua murid juga tidak dilaksanakan. Sementara itu pergantian gurupun silih berganti tetap saja kondisinya tidak berubah, dalam satu bulan dapat dihitung para oknum guru tersebut masuk sekolah,” jelasnya serius.

Menurut Pius, masyarakat sangat mengharapkan kepada pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kapuas Hulu untuk memperhatikan hal tersebut, agar para murid yang ada di Na. Enap bisa mendapatkan ilmu dengan proses belajar mengajar yang efektif, sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang dapat diandalkan kedepanya. “Semua orang tua pasti mengharapkan anaknya dapat menjadi orang yang berguna dan dapat diandalkan nantinya, namun dengan kondisi pendidikan di SDN Na. Enap harus kah para murid dibiarkan terlantar begitu saja, sehingga tidak mendapatkan ilmu dan pelajar untuk bekalnya nanti,” kesalnya.

Upayakan Bibit Padi dan Karet


DENGAN bencana banjir yang melanda Kabupaten Kapuas Hulu tidak sedikit lahan pertanian masyarakat tani yang rusak, bahkan bibit padi yang sudah siap tanam habis mati akibat banjir. Saat ini masyarakat khususnya yang bertani mengharapkan uluran tangan dari Pemerintah Daerah (Pemda), untuk mengatasi permasalahan yang mengancam kehidupan masyarakat tersebut. Dari informasi yang diperoleh koran ini di sejumlah kecamatan, bahwa akibat banjir yang merusak lahan dan mematikan bibit padi membuat masyarakat Kapuas Hulu khususnya di daearh pesisir Sungai Kapuas akan mengalami rawan pangan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana mengatakan, bahwa untuk mengatasi ancaman rawan pangan di daerah ini Pemda akan berupaya mencari solusinya, terutama masalah pertanian dan perkebunan dengan mengupayakan bibit padi dan bibit karet.

“Kita akan upayakan untuk masalah bibit padi dan karet. Namun, bukanlah semudah yang kita bayangkan dalam mengatasi masalah tersebut Pemda harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan itu butuh proses. Kita harapkan masyarakat bersabar, Pemda tidak akan tutup mata apalagi dengan banjir yang membuat masyarakat rawan pangan,” ungkap Agus.Lebih lanjut dia menambahkan, Pemda dengan kondisi yang menimpa Kapuas Hulu merasa prihatin, solusi-solusipun telah dipikirkan dan dibahas bersama pihak DPRD Kapuas Hulu dalam rapat paripurna pembahasan APBD perubahan.Menurutnya, dari hasil rapat tersebut pihak eksekutif dan legislatif komitmen untuk menganggarkan khusus penanganan pasca banjir seperti dibidang pertanian dan perkebunan. Di mana, kata Agus, saat ini masyarakat sangat membutuhkan bibit padi dan bibit karet.

“Apa yang menjadi keluhan masyarakat sudah kita bahas, dan untuk bibit padi atau benih serta bibit karet akan menjadi prioritas kita selain infrastruktur yang rusak. Untuk itu diminta kepada seluruh kecamatan yang menjai korban banjir untuk memberi data yang lengkap, terkait kerugian dan kebutuhan masyarakat khususnya di bidang pertanian dan perkebunan, agar Pemda dapat mengambil langkah dengan baik,” pungkasnya.

Pengusaha Punya Tanggung Jawab Pelihara Drainase


PUTUSSIBAU--Hampir 80 persen drainase dalam kota Putussibau menghilang dalam beberapa tahun terakhir. Selain karena pelebaran jalan, faktor kesadaran masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungan menjadi penyebab lainnya.Menurut fungsionaris LSM Peduli Kapuas Hulu M Syafei, sebagian masyarakat, salah satu diantaranya para pengusaha kurang peduli. Ia mencontohkan di ruas jalan protokol, sejumlah pengusaha di jalan itu terkesan cuek akan sekitarnya. Ia mencontohkan seperti di salah satu titik Jalan Komyos Sudarso. Kalau sudah hujan lebat turun, jalan tergenang. Itu terjadi karena drainase di kiri dan kanan jalan tertutup.

“Mestinya pelaku usaha di sekitar kawasan itu mau sedikit peduli. Membongkar areal lahan mereka dipinggir jalan dan membuat drainase secara mandiri, sehingga air hujan bisa mengalir dan tidak menggenangi jalanan,” kata Syafei.Tapi dikatakan Syafei, hal itu tidak terjadi. Justru yang kemudian lebih disalahkan adalah pemerintah daerah membangun jalan tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Seperti mengabaikan drainase di kiri dan kanan jalan.“Padahal informasi yang saya peroleh, saat hendak dibangun sudah terintegritas dengan drainase. Lantaran muncul persoalan ganti rugi, drainase urung dibangun. Dana pembangunan drainase dikembalikan,” katanya.

Pernyataannya itu dikatakan Syafei, bukan semata-mata membela pemerintah daerah. Akan tetapi, menurut dia, dalam sebuah proses pembangunan harus ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Termasuk dukungan masyarakat akan kelancaran pembangunan yang ada. “Kembali ke kasus jalan tergenang karena tiada drainase tadi. Mestinya masyarakat, khsususnya sejumlah pelaku usaha di kawasan itu mau sedikit peduli. Apalah ruginya menyisihkan sedikit tanah di pinggir jalan untuk dibuat drainase sendiri. Jadi pas hujan lebat, air mengalir lancar dan tidak menyebabkan genangan lagi dijalanan,” tandas Syafei.

Pemerintah Salurkan Bantuan Banjir


PUTUSSIBAU--Bantuan yang berhasil terhimpun melalui Tim Penanggulangan Bencana Banjir Kabupaten Kapuas Hulu, yang bersumber dari pemerintah dan pihak swasta maupun dari pihak lainnya telah disalurkan ke 10 kecamatan yang dinilai parah dilanda banjir. Sedangkan jenis bantuan berupa sembako. Penyaluran bantuan tersebut diawali dari Kecamatan Bika, yang kemudian dilanjutkan pada Rabu (20/10) hingga Kamis (21/10) dari Kecamatan Embaloh Hilir, Kecamatan Bunut Hilir, Kecamatan Jongkong, Kecamatan Selimbau, Kecamatan Semitau, Kecamatan Suhaid, Kecamatan Silat Hilir, Kecamatan Batang Lupar, dan Kecamatan Badau. Peneyerahan bantuan pun dilakukan langsung di kecamatan masing-masing dengan tempat dan waktu yang berbeda.

Dalam penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, Komandan Kodim 1206 Putussibau Letkol Inf. Rolando N Manggatas, Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Yusuf Habibie, Komandan Batlayon Letkol Inf. Prakoso, dan sejumlah unsur Muspida liannya. Dari sepuluh kecamatan masing-masing camat dalam laporannya dihadapan wakil bupati Kapuas Hulu mengeluhkan hal yang hampir sama, yang mana akibat bencana banjir yang melanda Kapuas Hulu menimbulkan kerugian ditengah-tengah masyarkat yang cukup serius, terutama dibidang pertanian dan mata pencaharian lainnya seperti nelayan serta perkebunan karet, yang mengancam kehidupan masyarakat.

Untuk bidang pertanian dari keasepuluh kecamatan tersebut mengeluhkan dan membutuhkan bibit padi yang bisa dipindahkan kelahan pertanian masyarakat, pasalnya bencana banjir tempo hari mengakibatkan bibit padi para petani mati terendam air. Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa dengan bencana banjir yang terjadi di daerah ini, Kabupaten Kapuas Hulu menetapkan sepuluh kecamatan sebagai korban banjir terparah, sehingga bantuan yang terhimpun dari berbagai pihak dan disalurkan langsung ke masing-masing ke 10 kecamatan tersebut. “Banjir yang melanda tempo hari merupakan banjir terbesar ada 20 kecamatan yang terendam air, namun hanay 10 kecamatan yang kita tetapkan sebagai kecamatan yang terparah mengalami banjir tersebut, yang hingga saat ini masih terendam air dan melumpuhkan aktivitas warga serta mengancam perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, dengan bantuan yang ada memang tidak sepenuhnya dapat mengatasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, namun menurutnya, diharapakan dapat mengurangi beban masyarakat korban banjir. Ia mengaskan, dengan bantuan yang sudah disalurkan tersebut untuk dapat didibagikan ke masyarakat yang membutuhkan dengan tidak menimbulkan dampak dikemudian hari. “Saya berharap bantuan dapat tersalur ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan, dan dapat diatur dengan baik agar tidak ada kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat, sehingga dengan demikian bagi masyarakat yang memerlukan benar-benar terbantu dengan adanya bantuan tersebut,” pinta Agus.

Akibat Banjir, Warga Pesisir Terancam Kelaparan


BANJIR yang masih bertahan di sepuluh kecamatan pesisir di Kapuas Hulu membuat ribuan masyarakat was-was. Kendati bantuan sudah mulai didistribusikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), namun sembako itu tidak akan bertahan lama.

Praktis ancaman kelaparan akibat rawan pangan menghantui masyarakat Kapuas Hulu. “Memang saat ini masih ada 10 kecamatan yang hingga sampai sekarang ini masih dilanda banjir. Bahkan ada beberapa kecamatan yang sudah direndam sejak 9 bulan yang lalu. Dan yang lebih mengejutkan lagi di Kecamatan Selimbau sudah 11 bulan air merendam,” ungkap Agus Mulyana, wakil Bupati Kapuas Hulu kepada wartawan di Gedung DPRD usai sidang paripurna, Rabu (20/10).

Menurut sekretaris DPD Golkar Kapuas Hulu ini, perkiraan lahan pertanian milik warga yang terendam sekitar 2.000 hektar. “Ini data yang kita himpun kemarin. Kemungkin bertambah bisa saja terjadi, sebab laporan dari seluruh kecamatan belum semuanya masuk. Dan kita terus menghimpun data dari desa dan kecamatan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Agus, banjir yang melanda Kapuas Hulu secara keseluruhan merendam 20 kecamatan. Dan 10 kecamatan lainnya sudah kering termasuk di kota Putussibau. “Saat ini memang masyarakat Kapuas Hulu sedang diuji. Bagi masyarakat pesisir, perkebunan karet dan lahan pertanian mereka masih terus terendam, akibatnya tanaman padi petani mati.

Sementara bagi masyarakat yang terbebas dari banjir dan berada di dataran tinggi tanaman padi mereka diserang hama dan belalang, yang pernah terjadi satu tahun lalu,” beber Agus tanpa menutup-nutupi bencana yang terjadi di Kapuas Hulu. Di lain pihak, kata dia, jika masyarakat kembali ingin menanam maka perlu proses. “Karena itu semua, kita sangat mengkhawatirkan terjadinya rawan pangan terutama pasca terjadinya banjir.

Baik masyarakat korban banjir maupun yang tidak terkena banjir,” ungkap mantan ketua DPRD Kapuas Hulu ini. Pemerintah daerah sendiri, sambungnya, sudah berupaya mengatasi krisis ini, namun dia berkeyakinan tidak akan tertampung semua dengan jumlah penduduk dan luasnya wilayah.

Jumat, 22 Oktober 2010

Batalyon 644 Walet Sakti Diacungi Jempol Tindakan Cepat Membantu Korban Banjir


PUTUSSIBAU. Prajurit Batalyon 644 Walet Sakti Putussibau mendapat acungan jempol dari masyarakat Kapuas Hulu, khususnya para korban banjir. Karena telah maksimal dalam memberikan bantuan kepada masyarakat pada saat terjadinya bencana alam, beberapa hari lalu.

“Kita salut dengan kerja cepat para prajurit, mereka benar-benar membantu masyarakat. Dan atas kerjanya tersebut kami atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih dan mengacungi jempol atas bantuan mereka. Khususnya kepada komandan batalyon,” kata Aliyanto, Ketua GP Ansor Kabupaten Kapuas Hulu, pada saat berada di posko bantuan banjir, kemarin.

Ketua YVC Kapuas Hulu Chapter Putussibau ini melihat begitu cepatnya kerja para prajurit di sana. Dari mulai membantu mengevakuasi, patroli di sejumlah kawasan banjir, menurunkan bantuan yang mulai berdatangan hingga mendirikan posko kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kapuas Hulu.

“Kami bersama prajurit yang ditugaskan ikut menurunkan ratusan kotak yang diberikan pengusaha dan dermawan dari mobil pengangkut barang. Rasa-rasanya masyarakat Kapuas Hulu khususnya Putussibau tidak akan mampu membalas pengorbanan Batalyon 644 Walet Sakti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Batalyon 644 Walet Sakti bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mendirikan posko kesehatan yang dikhususkan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah banjir.

“Bersama saudara kita dari Batalyon 644 Walet Sakti kita juga menyediakan Puskesmas keliling yang melayani tempat lokasi banjir. Mereka kami tugaskan untuk menyusur setiap gang dan jalan yang masih tergenang air,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, H. Harisson.

Harisson mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungannya terutama pasca banjir.

“Untuk itu masyarakat harus selalu mengkonsumsi air telah di masak, jangan membiarkan anak-anaknya berendam terlalu sampai lama di dalam air, jika batuk filek segera bawa ke posko atau rumah sakit,” ujar Harisson. Menurut Direktur RSUD Dr Achmad Diponegoro Putussibau ini kebiasaan penyakit yang ditimbulkan pasca banjir terjadinya diare, ispa dan campak. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan dan kebersihan selama banjir dan pasca banjir.

Dihubungi terpisah Komandan Batalyon 644 Walet Sakti, Letkol Inf Heri Prakoso Ponco Wibowo mengatakan kalau bantuan yang diberikan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian prajurit kepada negara dan masyarakat dan bangsa.

“Ini menjadi tugas kami sebagai prajurit, tidak semata-mata berperang mempertahankan NKRI,” katanya.

Heri sendiri secara institusi sudah melaporkan bencana banjir yang melanda Kapuas Hulu kepada atasannya. “Kita sudah melaporkan bencana banjir yang terjadi,” jelasnya.

Bupati Terima Bantuan PT SMG Apresiasi kepada Penyumbang

PUTUSSIBAU. Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir secara simbolik menerima bantuan dari PT Sinar Mas Group (SMG), Kamis (14/10) siang.

Atas bantuan tersebut, jelas Nasir memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada PT SMART TBK atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kapuas Hulu. Apresiasi dan penghargaan juga diberikan Nasir kepada seluruh pihak yang telah membantu musibah banjir Kapuas Hulu.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kapuas Hulu saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh penyumbang termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar,” ucap Nasir setelah menerima bantuan yang diberikan PT. Sinar Mas Group.

Nasir juga mengungkapkan kalau Sinar Mas Group merupakan perusahaan perkebunan sawit yang beberapa anak perusahaannya ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada PT. Sinar Mas Group atas sumbangan yang diberikan,” katanya.

Sementara bantuan yang disalurkan PT. Sinar Mas Group diangkut menggunakan tiga truk besar, berupa beras 10 ton 800 kilo, air mineral 800 dus, makanan kaleng atau sarden 300 dus, mie instant 1524 dus dan Minyak Goreng Filma 1500 liter.

“Kita berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan harapan kami dari perusahaan bisa dimanfaatkan,” kata Mr. Yap Jia Jiunn Eksekutif Director PT. Sinar Mas Group wilayah Kapuas Hulu.

Menurut Mr. Yap Jian Jiunn bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian PT Sinar Mas Group terhadap musibah banjir yang menimpa Kabupaten Kapuas Hulu. “Bantuan ini tidak seberapa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dan sekali jangan lihat isi tapi lebih kepada apa yang diberikan dan ketulusan serta keiklasan kami,” kata Mr.Yap Jian Jiunn didampingi stafnya Abdul Hakim.

Perusahaan kata dia berharap agar banjir yang melanda sebagian besar Kapuas Hulu bisa secepatnya turun, sehingga masyarakat bisa secepatnya beraktivitas dengan normal dan bisa menghidupi kebutuhan sehari-harinya.

“Harapan kami semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat korban banjir,” harapnya.

PT. Sinar Mas Goup sendiri kiprahnya di Kapuas Hulu sudah sangat dirasakan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sudah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat. Baru-baru ini melalui corporate social responsibility membangun gedung sekolah SD Tekalong Jaya, melakukan pengobatan gratis dan sunatan massal.

“Ini semua kita lakukan sebagai bentuk tanggung jawab kami dari perusahaan. Karena itu kami hadir tidak semata-mata mencari untung tapi ada banyak aspek. Salah satunya aspek lingkungan dan sosial dan pada akhirnya kami berbagi dan peduli kepada masyarakat,” tegas Abdul Hakim.

Komitmen TNBK untuk Warga Hovat


PUTUSSIBAU. Taman Nasional Betung Karihun (TNBK ) sejak tahun 2009 telah melaksanakan program terpadu usaha tani mandiri di Dusun Nanga Hovat. Dusun yang dihuni masyarakat Suku Dayak Bukat berjumlah 74 kepala keluarga (KK) atau 150 jiwa ini merupakan daerah penyangga terdekat kawasan yang berada di DAS Mendalam.

Berladang dan berburu di kawasasn hutan merupakan aktivitas masyarakat sehari-hari guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi demikian dalam jangka panjang tentunya akan menimbulkan dampak negatif dari sisi konservasi.

Untuk mengenalkan sistem pertanian menetap sehingga dapat mendukung upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, tahun 2009 pihak TNBK telah membuat demplot percontohan tanaman karet unggul seluas 10 hektar dengan jumlah bibit 5.000 batang. Selain karet kepada masyarakat juga diberikan bibit jagung sebagai tanaman semusim. Demplot tersebut dikelola oleh kelompok Tani Insan Dunyan yang beranggotakan 16 orang.

Agar program tersebut dapat berhasil, pihak TNBK melakukan pendampingan secara intensif. Dua orang petugas penyuluh telah ditugaskan secara khusus guna melakukan pembinaan teknis budi daya karet maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan konservasi.

“Mengubah perilaku masyarakat memang tidak gampang, banyak kendala dan masalah yang dialami oleh petugas. Susah pak ngumpulkan masyarakat untuk melakukan penanaman sekarang,” ujar Idroez salah satu petugas penyuluh kepada penulis sewaktu mengunjungi lokasi bertepatan dengan musim panen di ladang.

“Paling banyak dua-tiga orang yang datang pak,” tambahnya.

Sebagai sarana percontohan yang lain di sekitar Pos Resort juga dilakukan penanaman sayuran dan pembuatan kolam ikan air tawar secara kecil-kecilan. Kegiatan ini murni inisiatif para petugas yang di tempatkan di Pos Resort Nanga Hovat.

“Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh masyarakat pak,” kata Muslimat, salah satu Polhut dan Kepala Resot yang baru menempati posnya sekitar tiga bulan yang lalu.

Segala usaha terus dilakukan, karena pihak TNBK telah berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat di dusun tersebut secara berkelanjutan hingga menunjukkan hasil yang nyata.

Saat ini, yakni tahun 2010 TNBK telah dilakukan pemeliharaan terhadap demplot tersebut dengan pemberian pupuk, penyuluhan, dan pemberian insentif berupa bibit jagung dan bibit tanaman sayuran.

Demikian untuk tahun-tahun berikutnya akan dilakukan pemeliharaan lanjutan. Kegiatan penyuluhan saat ini juga telah menggunakan peralatan audio visual sehingga lebih menarik bagi masyarakat. Di tahun-tahun mendatang penggalian potensi dan pengembangan sumber daya alam hayati TNBK terus akan dilakukan agar kehadiran TNBK di lokasi tersebut dapat berperan secara nyata dalam perbaikan taraf hidup masyarakat.