Welcome Pontianak Centre

Senin, 01 November 2010

Bakar Rumah Alihkan Perhatian Modus Baru Maling di Ketapang



KETAPANG--Aksi tamu tak diundang di kawasan Kalinilam Kecamatan Delta Pawan membuat masyarakat khawatir. Betapa tidak, belakangan aksinya semakin nekat. Jika biasanya melakukan aksi dengan mencongkel rumah atau memilih rumah kosong, belakangan kekerasan kerap mewarnai operasi mereka, termasuk menghabisi korbannya.

Masyarakat Kalinilam resah, karena modus maling kini disertai dengan pembakaran rumah. Pembakaran yang dimaksudkan sebagai pengalihan perhatian. Hal ini diungkapkan oleh Rahman Ketua RT 04 RW 02 Kalinilam. “Warga kali Nilam terutama di Gang Hikmah dibuat kalang kabut. Hampir satu minggu warga diteror maling yang berusaha membobol rumah dengan cara membakar rumah,” ungkapnya Rahman

Pembakaran yang dilakukan lanjut Rahman bertujuan untuk mengacaukan suasana atau mengalihkan perhatian. Salah satu korban pembakaran rumah yang diakukan oleh maling ini adalah rumah Amat yang dibakar malam Jumat lalu sekitar pukul 21.30 WIB. “Pembakaran ini merupakan yang ketiga kalinya, sebelumnya beberapa korban yang mengalami, yaitu Aji, Martin, yang ke tiga rumah amat. Sudah satu minggu berlalu pelaku pencuraian belum dapat terungkap,” katanya.

Akibat aksi ini, kata Rahman, masyarakat mengintensifkan siskamling yang diback-up aparat kepolisian. “Bahkan beberapa waktu lalu warga dan masyarakat melakukan penyisiran di wilayah Kalinilam terutama tempat kejadian menemukan sepeda mini yang diduga milik maling tersebut,” tandasnya. Terpisah dihubungi Minggu (31/10), Kapolres Ketapang AKBP Badya Wijaya SH, mengatakan tindakan warga dinilai tepat dengan meningkatkan siskamling.

Hal tersebut merupakan upaya nyata antisipasi tindak kriminal. Bagaimanapun, kata Badya, setiap daerah memiliki potensi kejahatan. ”Kita meminta siskamling ditingkatkan untuk mengantisipasi kejahatan,” ajaknya. Siskamling ini merupakan salah satu cara efektif menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.
Selain itu, kata dia, Polres Ketapang juga akan mengintensifkan dan meningkatkan patroli di wilayah terpencil.

“Saya sudah instuksikan ke anggota agar patroli ditingkatkan terutama di malam hari demi memantau situasi kamtibmas,” tegasnya. Kemudian ia juga meminta kerjasama masyarakat, apabila ada kejadian kejahatan harap segera lapor ke polisi baik pos polisi, polsek atau ke polres langsung. “Kalau ada laporan maka akan kita terjunkan anggota untuk melakukan tindakan di lapangan,” tandasnya.

Pengunjung Ponticomtech Membludak




PONTIANAK—Hingga hari ketiga Ponticomteck di PCC pengunjung masih memadati. Bahkan lalu lalang ruangan PCC sangat penuh. Para pengujung begitu antusias ingin melihat pameran yang terbesar dan terlengkap di akhir tahun 2010. Pengunjung datang mulai dari anak kecil, remaja, hingga orang tua. Ini membuktikan bahwa kota Pontianak juga sebagai tempat yang menarik untuk perkembangan bidang IT. Apalagi beberapa saat lalu, Paryadi, wakil walikota Pontianak mengatakan bahwa suatu kota dikatakan berkembang bisa dilihat dari salah satu indikatornya, yaitu perkembangan dunia IT.

Fani, panitia pagelaran pemeran tersebut Sabtu (29/10) malam sempat menutup pintu masuk PCC karena padatnya pengunjung. “Saya sempat malam kemaren menutup pintu PCC karena ruangan sudah sangat padat. Para pengunjung begitu ramai ingin melihat pameran IT yang terlengkap ini. Padahal kemaren sempat hujan,” jelas Fani kepada Pontianak Post Minggu (31/10). Ia manambahkan, siang hingga malam suasana di PCC sangat padat. Meski hujan sempat terjadi tidak menyurutkan para pengunjung untuk datang.

Pameran tersebut banyak penawaran yang menarik dari 36 stand yang ada. “Kali ini pameran padat sekali, saya saja sempat kewalahan juga saking ramainya. Apalagi datang ke sini juga disediakan stand makanan sehingga membuat pengunjung jadi tidak kelaparan,” ujarnya lagi. Salah satu pengunjunng yang sempat diwawancarai Pontianak Post Erni Novita mengatakan, bahwa pameran tersebut sangat beraneka ragam IT yang dipamerkan. Belum lagi diskon yang diberikan setiap brand begitu besar, sehingga membuat kita ingin membeli. “Kapan lagi bisa dapat barang bagus dengan harga yang terjangkau,” kata pengunjung yang saat itu seusai membeli laptop salah satu brand. Kompetisi Game Hari Ini

Senin (1/11), akan digelar kompetisi game online di PCC. Para peserta yang menyenangi dunia game online bisa langsung mendaftarkan kepada panita lomba. Kompetisi tersebut boleh diikuti siapa saja tua maupun muda. Peserta ada lima orang dalam satu tim dan membayar registrasi sebesar Rp100ribu untuk satu tim. Pendaftaran berakhir hingga pukul 10.00WIB hari ini. Bagi yang berminat bisa langsung menghubungi panitia yang bersangkutan.

Barak Pelajar Ludes Asrama SMA TBK Terbakar

 
 

PONTIANAK – Dua barak milik asrama Sekolah Menengah Atas Taruna Bumi Khatulistiwa Pontianak di Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya terbakar, sekitar pukul 09.00 pada Minggu (31/10). Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Kebakaran disertai kepulan asap tebal itu dalam sekejap menghanguskan dua graha, lima dan enam, asrama putra SMA Taruna. Semua barang kedua penghuni graha ludes dimakan api.

“Hanya sisa pakaian sehelai sepinggang,” kata Erick Dakosa, penghuni graham enam. Ia menyaksikan asap mulai mengepul dari gedung graha lima. Kemudian kepulan asap membesar jadi api. Dengan cepatnya langsung merembet ke graha enam. Lantaran posisi kedua gedung saling berhimpitan. Sebelum timbul asap, Erick mendengar suara ledakan. Sumber bunyinya di graha lima. Penyebab ledakan diduga karena korsleting listrik. Sebab di graha Asrama Taruna tidak ada kompor. “Graha hanya ada kamar timur dan kamar mandi,” kata siswa kelas X ini. Sewaktu kebakaran Erick sedang mencuci pakaian di belakang graha yang terbakar. Namun ia tetap tidak mampu berbuat banyak menghadapi amukan si jago merah. Barangnya yang tersimpan di kamar pun harus direlakan karena telah menjadi abu semua. Dia menambahkan ketika kebakaran, kondisi graha sedang kosong. “Kawan banyak yang ke kantin,” katanya.

Guru sekaligus Koordinator Asrama SMA Taruna, Agus menyatakan, sewaktu terbakar graha dalam keadaan kosong karena hari libur. Banyak siswanya yang berlibur ke luar. “Hanya ada tujuh siswa yang berjaga,” katanya. Dia menambahkan kemunculan api mula dari atas dek bangunan. Dua graha yang terbakar, setiap grahanya memiliki 12 kamar. Tiap kamar berpenghuni dua orang. Di SMA TBK khusus asrama putra mempunyai enam buah graha. Letaknya berdampingan dengan rumah dinas kepala sekolah dan rumah dinas koordinator asrama. Api berhasil dibendung hingga kebakaran tidak sampai meluas berkat kesigapan tim regu pemadam. Sebanyak belasan mobil regu pemadam berjuang menjinakkan api di lokasi kebakaran.

Kepala SMU TBK Stevanus Purwanto mengatakan, tidak tahu persis kebakaran. “Lonceng dibunyikan. Pihak sekolah langsung menghubungi pemadam. Untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran,” katanya. Bunyi lonceng yang dia maksudkan adalah sebagai tanda tanggap darurat bagi seluruh penghuni komplek SMA TBK. Siswa SMA TBK yang lain, Jasri mengatakan, mendengar suara lonceng, kepulan asap telah mulai membesar. Ia penghuni di graha enam. Ketika mendengar suara lonceng dirinya lagi berkunjung ke asrama seniornya.

Suasana kepanikan kebakaran masih terlihat meski api telah mampu dikuasai. Penghuni graha putra maupun putri sibuk mengemaskan barang. Walau hanya graha lima dan enam yang terbakar. Barang penghuni graha selain lima dan enam bertumpuk di halaman. Macam buku dan pakaian. Mengantisapsi kemungkinan terburuk, mereka mengevakuasi semua barang dari kamar. Buku milik SMA TBK di halaman atau depan graha basah. Akibat tersiram air dari regu pemadam. Sementara pihak kepolisian langsung melokalisir tempat kejadian dan memasang garis polisi. Kapolsek Sungai Raya AKP Ahmadi mengatakan petugasnya masih menyelidik penyebab utama kebakaran dua gedung graha lima dan enam, tempat pelajar kelas 1 SMA TBK ini. “Kita masih selidiki. Namun berdasarkan dugaan dan keterangan tiga siswa diduga asal api dari korsleting listrik,” ujar dia.

Ia menuturkan kalau ketiganya mengatakan api berasal dari atap dek. Kemudian api membesar hingga menghanguskan gedung tersebut. Tak lama pemadam kebakaran datang bersama warga dan penghuni SMA TBK bahu membahu memadamkan api. Sayangnya dalam perjalanan api sudah menjalar hingga menghanguskan dua barak. Graha lima dan enam dihuni sebanyak 44 pelajar. Dari kejadian tersebut, penyidik menyimpulkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. ”Diperkirakan lebih dari Rp500 juta taksiran kerugiaannya,” ucapnya.

Pembukaan Ponticomtech Diserbu Pengunjung

   


PONTIANAK—Jumat (29/10) pembukaan Ponticomtech di Pontianak Convention Centre diserbu masyarakat. Ruangan pameran sudah ramai sejak dari siang hingga malam. Berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua tampak datang menyaksikan pameran IT yang spektakuler diakhir tahun 2010. Acara seremonial dibuka wakil kota Pontianak Paryadi sekitar pukul 19.30 wib. Dalam pembukaan itu diramaikan juga oleh drum band ceria persembahan dari SD Al Azar Pontianak, kemudian diikuti oleh konvoi. Suasana pembukaan, diwarnai keramaian. Terlihat juga yang hadir saat itu Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Paryadi, wakil walikota Pontianak memberikan apresiasi terhadap pegelaran pameran spektakuler tersebut yang digelar Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, ia mengatakan dalam perkembangan jaman, IT merupakan salah satu perkembangan kemodernan yang tidak bisa terlepaskan lagi saat ini. “Suatu negara akan dikatakan berkembang, jika memang dalam IT nya juga berkembang dan merupakan sebuah penguatan,” ujarnya saat pembukaan. Paryadi mengatakan yang digelar di Pontianak tidak kalah saing dengan beberapa kota besar seperti Jakarta. “Saya mengajak Apkomindo, dengan pameran tersebut bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan anak didik, terutama untuk SMK. Agar SMK atau pelajar Kalbar bisa bersaing dan punya skil,” jelasnya.

Ia berharap agar, lulusan Kalbar terutama SMK yang diharap bisa memiliki skill lebih, kedepannya bisa bekerja dengan Apkomindo, dan ini bisa sebagai perangsang dan memperkuat minat masyarakat dalam bidang teknologi. Ryan, ketua Apkomindo Kalbar mengatakan, bahwa pameran IT di kota Pontianak sangat baik, apalagi sebelumnya pameran sangat susah diikuti oleh peserta. Namun kali ini pameran ini banyak yang mengikuti, bahkan penuh. “Sekarang ramai pesertanya, ini menunjukan peluang pasar di kota Pontianak kedepannya semakin banyak yang melirik dengan harga yang murah dan produk yang semakin banyak,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ponticomtech kali ini juga sebuah persembahan kepada Kota Pontianak yang saat ini sedang berulang tahun. Untuk itu, dengan pameran tersebut merupakan sebuah perwujudan untuk memberikan yang terbaik. “Kegiatan ini persembahan untuk Kota Pontianak,” katanya.Sementara Eddy Sutrisno, ketua panitia mengatakan pameran iptek kali ini, bertujuan bukan hanya melihat dari peluang bisnis, namun juga berusaha mengenalkan produk terbaru dan terkini dalam dunia IT kepada masyarakat kota Pontianak. Pameran kali ini sangat ramai diikuti oleh peserta, bahkan ada sekitar 31 dealer yang ikut berpartisipasi.

Delay Tiga Jam, Bandara Tutup Batavia Kembali ke Jakarta



PONTIANAK--Tutupnya Bandara Supadio Pontianak, Minggu (31/10) malam, mengharuskan pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan Y-209 dari Jakarta ke Pontianak kembali lagi ke Jakarta.“10 menit mau mendarat di Pontianak, tiba-tiba saja kapten mengumumkan pesawat harus kembali ke Jakarta karena bandara tutup. Waktunya sekitar jam 21.25,” aku Fransiska, salah satu penumpang dihubungi kemarin.Menurut Fransiska, seharusnya ia bersama 61 rombongan Majelis Adat Dayak Nasional, Dewan Adat Dayak se-Kalimantan Barat, dan penumpang lain berangkat sesuai jadwal di tiket, pukul 17.45 WIB. Tapi, ternyata mereka baru bisa berangkat pukul 20.30 WIB. “Pesawat delay karena ini itu. Biasalah alasan klasik. Tidak ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak Batavia,” katanya.

Penundaan hampir tiga jam itu, sepertinya tidak dikomunikasikan dengan baik oleh pihak Batavia Air pada petugas Bandara Supadio Pontianak. Alhasil, saat akan mendarat, bandara sudah tutup dan pesawat harus kembali ke titik awal.Merasa ditelantarkan diawal, anggota rombongan lain melakukan negosiasi dengan pihak Batavia. “Masa manajemen Batavia hanya menyediakan 25 kamar dan hanya diperuntukan bagi yang punya keluarga. Lainnya diberi penggantian Rp200 ribu untuk cari penginapan. Ini sama saja penghinaan,” kesal Sekretaris Perhimpunan Perempuan Dayak Kalbar itu.“Apalagi, pakaian kami semuanya masih ada dalam bagasi. Tidak ada selimut, bagaimana jadinya,” sambungnya.

Fransiska pun menceritakan, sebelumnya, ia bersama rombongan MADN dan DAD berangkat ke Palangkaraya untuk mengikuti Musyawarah Nasional MADN ke-III, Rabu 27 Oktober lalu. Pada Hari Minggu semua rombongan berencana kembali ke Pontianak, pukul 14.00 WIB mereka sudah bertolak dari Palangkaraya. “Tiket ke Pontianak kami urus setiba di Jakarta dan dapat Batavia yang jadwal penerbangannya 17.45 WIB ini,” ujarnya.Saat dihubungi, Fransiska mengaku semua penumpang masih terlantar di bandara dalam kondisi kelaparan. Tapi, sekitar pukul 23.00 WIB, melalui handphone Fransiska terdengar pengumuman yang dibacakan pihak Batavia Air.

Isinya, pihak Batavia Air meminta maaf dan bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa penumpang. Batavia akan memberangkatkan para penumpang, Senin 1 November pukul 06.00 WIB. Saat itu juga, pihak Batavia menyiapkan makan malam untuk penumpang, menyiapkan akomodasi satu malam, satu kamar untuk dua orang, transportasi ke bandara dan bagasi di pesawat menjadi tanggungjawab Batavia. Pernyataan pihak Batavia itu sedikit meringankan beban penumpang yang sudah lelah dan emosi. “Untuk kejadian ini kami memang menuntut tanggungjawab pihak Batavia, tapi tidak sampai membawanya ke ranah hukum,” pungas Fransiska.

Ratusan Kampel Capcuan Diamankan



 

PONTIANAK-- Jajaran Kepolisian Pontianak Selatan kembali mengamanakan ratusan kampel minuman keras. Pengungkapan tersebut kali kedua dalam jeda sepekan terakhir. Kini kasusnya masih terus dikembangkan dan diselidiki. Satu orang polisi amankan terkait pengungkapan tersebut. Sebanyak 347 kampel jenis capcuan yang diamankan pada Jumat (29/10) malam di Gang Media Jalan Ahmad Yani tersebut berkat laporan yang pihak kepolisian himpun dari masyarakat. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pengintaian. Sewaktu sedang mengintai, polisi mencurigai dua pria. Lantaran keduanya mendorong sepeda motor sambil meminum capcuan.

Polisi kemudian menyergap kedua pria tersebut. Tapi seorang diantaranya berhasil meloloskan diri dari sergapan. Diketahui pria yang disergap bernama Slamet (24). Dari keterangannya polisi berhasil mengembangkan laporan masyarakat terkait lokasi penjualan Cap Cuan. Slamet lalu menunjukkan lokasi tempatnya membeli minuman keras tersebut. Bersama Slamet, polisi lalu menggerebek kediaman Ari,38. Di rumah Ari, ratusan kampel cuap ditemukan. Dia pun akhirnya digelandang ke kantor polisi. Sebelumnya Ari, menyangkal kediaman tempat menjual minuman keras. Sebab pertama penggerebakan hanya dua kampel cap cuan yang polisi temukan. Tapi penggerebakan tidak berhenti atas pengakuan Ari. Polisi terus menggeledah kediamannya.

Penggeledahan membuahkan hasil. Ari tidak lagi mampu mengelak ketika jajaran Polsek Selatan menemukan sebuah tas penuh berisikan cap cuan. Tas tersebut Ari sembunyikan di belakang rumahnya. “Awalnya dia (Ari, red) tidak mau menunjukkan dimana capcuannya. Namun setelah kita geledah ditemukan satu tas berisikan capcuan dibelakang rumahnya,” kata Kapolsek Selatan Ajun Komisaris Abdul Hafidz.Sementara menurut keterangan Ari, capcuan siap edar tersebut ia terima dari seseorang. Ia sendiri tidak mengantongi alamat tempat tinggal pemasok capcuan. Sebab capcuan langsung diantar ke rumahnya. “Per kampel dibeli Rp 4 ribu dan dijual Rp 5 ribu,”kata Ari.

Jumat, 29 Oktober 2010



PONTIANAK—Jumat (29/10) pembukaan Ponticomtech di Pontianak Convention Centre diserbu masyarakat. Ruangan pameran sudah ramai sejak dari siang hingga malam. Berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua tampak datang menyaksikan pameran IT yang spektakuler diakhir tahun 2010. Acara seremonial dibuka wakil kota Pontianak Paryadi sekitar pukul 19.30 wib. Dalam pembukaan itu diramaikan juga oleh drum band ceria persembahan dari SD Al Azar Pontianak, kemudian diikuti oleh konvoi. Suasana pembukaan, diwarnai keramaian. Terlihat juga yang hadir saat itu Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Paryadi, wakil walikota Pontianak memberikan apresiasi terhadap pegelaran pameran spektakuler tersebut yang digelar Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, ia mengatakan dalam perkembangan jaman, IT merupakan salah satu perkembangan kemodernan yang tidak bisa terlepaskan lagi saat ini. “Suatu negara akan dikatakan berkembang, jika memang dalam IT nya juga berkembang dan merupakan sebuah penguatan,” ujarnya saat pembukaan. Paryadi mengatakan yang digelar di Pontianak tidak kalah saing dengan beberapa kota besar seperti Jakarta. “Saya mengajak Apkomindo, dengan pameran tersebut bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan anak didik, terutama untuk SMK. Agar SMK atau pelajar Kalbar bisa bersaing dan punya skil,” jelasnya.

Ia berharap agar, lulusan Kalbar terutama SMK yang diharap bisa memiliki skill lebih, kedepannya bisa bekerja dengan Apkomindo, dan ini bisa sebagai perangsang dan memperkuat minat masyarakat dalam bidang teknologi. Ryan, ketua Apkomindo Kalbar mengatakan, bahwa pameran IT di kota Pontianak sangat baik, apalagi sebelumnya pameran sangat susah diikuti oleh peserta. Namun kali ini pameran ini banyak yang mengikuti, bahkan penuh. “Sekarang ramai pesertanya, ini menunjukan peluang pasar di kota Pontianak kedepannya semakin banyak yang melirik dengan harga yang murah dan produk yang semakin banyak,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ponticomtech kali ini juga sebuah persembahan kepada Kota Pontianak yang saat ini sedang berulang tahun. Untuk itu, dengan pameran tersebut merupakan sebuah perwujudan untuk memberikan yang terbaik. “Kegiatan ini persembahan untuk Kota Pontianak,” katanya.Sementara Eddy Sutrisno, ketua panitia mengatakan pameran iptek kali ini, bertujuan bukan hanya melihat dari peluang bisnis, namun juga berusaha mengenalkan produk terbaru dan terkini dalam dunia IT kepada masyarakat kota Pontianak. Pameran kali ini sangat ramai diikuti oleh peserta, bahkan ada sekitar 31 dealer yang ikut berpartisipasi.