Welcome Pontianak Centre
Tampilkan postingan dengan label Sampingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010

Mengecek Penjahat dari Balik Dinding


Kita mungkin sering melihat di film-film dimana banyak polisi yang tertembak, karena tidak dapat mengetahui situasi yang ada di dalam gedung/ruangan. Inilah yang membuat perusahaan Cambridge Consultant menciptakan alat yang satu ini.

Prism200 seperti dilansir dari www.otakku.com, adalah sistem radar yang memungkinkan kita untuk melihat situasi yang ada di balik dinding. Alat ini akan menditeksi benda bergerak, dalam hal ini manusia.

Melalui softwarenya, kita bisa melihat posisi orang yang ada di dalam (di balik dinding) dan bentuk ruangan dalam bentuk grafik 3D. Prism200 juga bisa dihubungkan ke notebook, sehingga situasinya bisa juga dianalisa di tempat yang berbeda.

Millimeter-wave TV Camera Deteksi Manusia Pakai Gelombang 60 GHz


Mendengar kata NHK, Jepang, pasti yang kita tahu berhubungan dengan stasiun TV. Tapi inovasi teknologi yang disebut Millimeter-Wave TV Camera ini justru lebih mirip radar untuk mendeteksi orang dari balik dinding.

Berbeda dengan radar biasa, laman www.otakku.com menegaskan kalau teknologi yang juga menggunakan gelombang 60 GHz ini tidak hanya menditeksi saja, tetapi juga sekaligus menampilkan gambar atau sketsa orang dalam dua dimensi (2D) tersebut ke layar yang ada, serta hasil pemindaian lebih cepat dari teknologi yang ada saat ini.

Teknologi ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu bencana, seperti kebakaran. Dimana kemungkinan ada orang yang terjebak dalam gedung, atau bisa juga untuk mendeteksi orang yang tersesat di gunung yang biasanya tertutup oleh kabut.

Lihat videonya, bagaimana kamera bisa mendeteksi keadaan seseorang (tepatnya boneka dalam demo ini), dan langsung menampilkan sosok boneka tersebut ke layar.

Minimalisir Kabel Berseliweran


Pernah bongkar komputer atau Tv? Pasti sering kita lihat di dalamnya terdapat banyak kabel untuk menyambungkan satu electronic board dengan electronic board lainnya. Millimeter-Wave Wireless Technology buatan Sony ini mampu mengurangi berseliwerannya kabel-kabel tersebut.

Teknologi ini seperti ditulis www.otakku.com, dapat mentransfer data secara nirkabel (wireless) dengan kecepatan sampai 11 Gbps. Salah satu tujuannya, yaitu bagaimana mengurangi banyaknya kabel yang berseliweran dalam sebuah produk elektronik. Selain itu, teknologi ini juga bermanfaat untuk mengurangi masalah, seperti kabel lepas atau kendor di bagian dalam, sehingga produk tidak berfungsi dengan baik.

Millimeter-Wave Wireless sendiri selain berkecepatan mencapai 11 Gbps, juga mempunyai jarak yang sangat pendek (antara transmitter dengan receiver) yaitu sekitar 14 mm saja dan berjalan di frekuensi 30GHz to 300GHz.

Dengan jarak pendek itu, tentu anda tidak perlu kuatir dengan masalah radiasi seharusnya. Jadi untuk komunikasi antar modul yang ada di dalamnya, nantinya akan menggunakan koneksi ini bukan kabel lagi. Namanya juga masih tahap pengembangan, jadi belum tahu kapan teknologi ini akan mulai diterapkan.

Teknologi Nirkabel Agar Rumah Pintar


Wi-Fi a/b/g/n dan WiMax sudah dikenal sebagai teknologi nirkabel (wireless). Lain halnya dengan Z-Wave. Ini merupakan teknologi nirkabel yang akan membuat sebuah “rumah pintar” (smart home).

Z-wave mempunyai jangkauan hingga 30 meter untuk indoor dan 100 meter untuk outdoor, serta beroperasi di frekuensi 900 MHz. Berbeda dengan Wi-Fi atau WiMax seperti dipaparkan www.otakku.com, kecepatan transfer data Z-Wave hanya 9600 bps dan itu karena memang Z-Wave sendiri bukan ditujukan seperti WiFi dan WiMax.

Masih bingung kegunaan Z-Wave? Pada dasarnya dengan menggunakan Z-Wave pada setiap alat elektronik yang kita miliki, maka kita bisa mengontrol semuanya itu pada satu tempat, baik dengan menggunakan remote control maupun web based, dimana kita bisa mengaksesnya dari jauh melalui koneksi internet.

Selain mengontrol, kita juga memprogram semua alat elektronik untuk berjalan/ berhenti sesuai dengan jadwal yang kita inginkan, misal setiap jam 8 rumah akan kosong, maka dengan memprogramnya, semua peralatan yang tidak dibutuhkan akan mati dengan sendirinya, sehingga bisa menghemat listrik dan juga menghindari hubungan arus pendek yang bisa saja terjadi.

Sayangnya, tetap saja Z-Wave membutuhkan biaya yang masih mahal, walaupun mereka mengklaim bahwa Z-Wave lebih murah dibandingkan dengan teknologi nirkabel lainnya. (tk)

Beberapa kelebihan Z-Wave :
- Mudah diintergrasikan ke segala macam alat elektronik.

- Karena berbentuk modul, kita bisa menambahkan setiap alat tanpa harus melakukannya secara bersamaan, misal sekarang mau lampu saja yang dipasang Z-Wave kemudian baru pintu otomatis dan sebagainya.

- Z-Wave tidak memerlukan instalasi apapun, terutama tidak repot dengan masalah kabel.

- Setiap alat yang menggunakan Z-Wave bisa digunakan sebagai sebuah tim, misal pada saat anda membuka pintu garasi, otomatis juga akan menyalakan lampu dan lainnya.

- Dengan satu alat kontrol Z-Wave, kita bisa menyambungkan sebanyak 232 alat elektronik dalam satu jaringan.

Radar Portabel Penembus Dinding


Bersembunyilah di balik dinding, maka kamu akan tidak terlihat oleh musuh-musuhmu. Siapa bilang tidak terlihat? Radar portabel yang satu ini justru dengan mudah akan menemukan lokasi Anda.

Teknologi radar portable seperti dirilis dari www.otakku.com dapat melihat sesuatu atau seseorang di balik dinding, dan mungkin akan sangat berguna bagi pihak Kepolisian sebelum melakukan “penggerebekan” di suatu lokasi.

Sayang, belum ada informasi mengenai detail alat ini. Tapi yang pasti alat ini akan sangat berguna di masa-masa yang akan datang.

Mengubah Ampas Tebu Menjadi Briket


 


Energi adalah salah satu unsur yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Sayangnya, sumber energi yang digunakan sekarang mayoritas bergantung pada sumber energi yang tidak terbarukan (non renewable energy resources). Untuk mengatasinya, sangat urgen mencari, meneliti dan menemukan sumber energi terbarukan tersebut.

“Sejauh ini, sumber energi terbarukan di sekitar kita yang potensial belum dikembangkan secara massal,” ujar Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UMP) Pontianak Masrum H SPd ST MT kepada Equator, belum lama ini.

Salah satu contoh energi terbarukan yang belum dikembangkan kata Masrum, adalah potensi ampas tebu. Sebagai sisa hasil pemerasan atau daun tebu sisa panen, ampas tebu sering disia-siakan. “Ampas tebu dipandang sebagai sampah atau barang yang tidak berguna, sehingga harus dibersihkan,” bebernya.

Pada umumnya, pembersihan ampas tebu dilakukan dengan dibakar atau ditumpuk pada tempat-tempat pembuangan sampah. “Padahal cara-cara pembersihan ini tentu saja memerlukan energi, sekaligus membuang energi potensial yang terkandung dalam ampas tebu tersebut,” terangnya.

Menurut Masrum, merupakan keuntungan tersendiri bila kita dapat mengelola potensi energi pembakaran ampas tebu menjadi sumber energi terbarukan, yang pada gilirannya akan dapat menghemat sumber energi konvensional. Hal ini sekaligus akan meningkatkan penghasilan rakyat petani, karena nilai ekonomi yang menyertainya. Karena itu, sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian khusus pada pengembangan sumber energi bahan bakar alternatif tersebut.

“Pemanfaatan ampas tebu sebagai sumber energi dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi briket. Proses pengolahannya sendiri terbilang mudah dan tidak memerlukan peralatan yang canggih,” tuturnya.

Briket Ampas Tebu Teknologi Mudah dan Murah


 




Pemanfaatan ampas atau daun tebu menjadi briket, tak hanya memenuhi prinsip bahwa teknologi mesti murah, ekonomis, praktis dan bukan hi-tech, tapi teknologi juga harus tepat, berdayaguna dan dapat diselenggarakan oleh masyarakat secara mudah dan murah.

Untuk itu, jelas Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UMP) Pontianak Masrum H SPd ST MT, penerapan teknologi harus dilakukan dengan menumbuhkan pemahaman, sikap hidup dan sisi ekonomis bagi masyarakat. Sehingga teknologi yang disajikan benar-benar acceptable. “Dengan proses secara pyrolisis, maka akan didapatkan bahan briket yang sangat mudah dibakar. Untuk keperluan ini, maka dilengkapi pula dengan dapur atau kompor briket arang daun tebu yang dibuat secara khusus,” ujar Masrum.

Bahan baku (raw material) yang digunakan, adalah ampas atau limbah sisa hasil pemerasan penjualan air tebu yang sudah kering. Sementara proses pembakaran ampas tebu dilakukan dengan cara pyrolisis. “Dengan cara ini ampas tebu tidak dibakar langsung, tapi menggunakan media kaleng tiner sebagai wadah ampas tebu yang akan dibakar. Kemudian, dimasukkan ke dalam drum pemanas (kiln) yang sudah terisi ampas tebu sebagai pembakarnya, dan ditutup dengan cukup rapat,” terangnya.

Untuk mengeluarkan asap pembakaran, maka pada bagian atas penutup dibuat lubang penyalur asap keluar. Setelah 30 menit pembakaran selesai, penutup dibuka dan disiram air secukupnya untuk pendinginan. Selanjutnya, kaleng-kaleng tiner keluarkan dari dalam drum dan diambil arangnya, barulah dimasukkan ke dalam karung plastik. “Biomass atau arang ampas tebu yang telah diperoleh, selanjutnya dapat dicetak ke bentuk yang diinginkan menurut pasaran atau konstruksi kompor yang akan digunakan,” jelas Masrum.

Pembentukan briket ujarnya, menggunakan alat yang sangat sederhana, yaitu dengan potongan pipa paralon dan sepotong kayu belian sebagai penyodoknya. Setelah melalui proses pengeringan yang cukup, maka briket-briket tersebut dikemas dalam kantong-kantong plastik transparan ukuran 1 kilogram. Selanjutnya, untuk merapatkan kemasan digunakan nyala api lilin atau dengan alat pelipat plastik listrik (plastic sealer).

Untuk tujuan komersil, pemasaran produk merupakan mata rantai yang penting. Tanpa adanya pemasaran yang baik, maka usaha komersial tersebut secara otomatis akan terhenti. Hasil dari kegiatan pemasaran akan dapat menentukan apakah suatu usaha tersebut menguntungkan, tidak menguntungkan atau hanya impas saja.

“Oleh karena itu, bagi pengusaha baik skala besar, menengah maupun kecil harus memahami benar segala sesuatu yang berkaitan dengan pemasaran produk. Hal yang harus dipahami, antara lain permasalahan distribusi pemasaran, penetapan harga dan cara pembayarannya,” pungkas Masrum.

Manfaat Briket Ampas Tebu





Pembuatan atau rekayasa briket dari ampas tebu merupakan usaha yang sangat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Teknologi daur ulang ini dipastikan mampu mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah sisa hasil pemerasan air tebu.

Manfaat lain, briket ampas tebu akan menginspirasi usaha-usaha produktif untuk mencari sumber energi yang murah dan terbarukan. Selain itu akan mengatasi permasalahan kependudukan, yaitu pengangguran dan kemiskinan.

Usaha pembuatan briket ampas tebu akan mampu memberdayakan masyarakat, namun tetap mempertimbangkan variabel-variabel teknologi selain dari sisi ekonomis, komersial dan benefit agar usaha/rekayasa yang ditawarkan benar-benar acceptable dan friendly terhadap environment, prospektif untuk dijaga dan dikembangkan.