Welcome Pontianak Centre

Minggu, 24 Oktober 2010

Sungai Laur Digoyang Gempa Dua Kali, Terasa Hingga Lereng Gunung Palong



KETAPANG—Panik dan terkejut. Itulah yang dirasakan masyarakat Desa Sempurna Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang. Pasalnya masyarakat di desa tersebut tiba-tiba dikejutkan dengan gerakan atau goyangan menyerupai gempa bumi sekitar pukul 12.30 wib, Sabtu (23/10).

Rumah mereka rata-rata bergoyang. Goncangan terjadi dua kali. Karenanya, warga begitu meyakini kalau hal tersebut adalah gempa. Neti Kusendang, istri Kepala Desa Sempurna, mengatakan gempa pertama terjadi sekitar pukul 12.00 wib. Kemudian, tak lama sesudahnya menyusul gempa lanjutan. Awalnya terdengar suara gemuruh. Bahkan rumahnya yang baru ditempanti atap sengnya bergoyang dan menimbukan suara.

Neti pertama ia tak curiga, karena disangka tupai atau tikus yang sedang berlari di atas atap. Tapi ia baru sadar kejadian kedua kalinya, dimana banyak warga yang berhamburan keluar rumah. “Saya pun segera keluar rumah. Eh, di luar sudah banyak tetangga lainnya yang juga mengalami kejadian serupa, rumah bergoyang, dan mereka langsung keluar,” ungkapnya kepada Pontianak Post via ponsel, Ahad (24/10) kemarin.

Diperkirakan lamanya gempa selama kejadian sekitar lebih 5 detik, karena getarannya cukup terasa. “Seingat saya, kejadiannya dua kali. Getaran pertama cukup kuat dibandingkan yang keduanya. Selang waktu antara getaran pertama dan kedua sekitar 3 menitan-lah,” bebernya.Ia mengatakan daerah paling kuat terjadi getaran sekitar dekat lereng gunung hutan lingdung di Laur, sebuah wilayah persawahan.

“Disana getarannya lebih kuat dibandingkan kami di wilayah pesisir sungai ini,” katanya. Ia mengaku cukup kaget dengan peristiwa langka tersebut dan pertama kalinya terjadi di Sungai Laur. “Cukup kaget, karena selama ini kami belum pernah merasakan kejadian ini sebelumnya,” timpal istri Kades Bambang Sempurna ini.
Padahal saat terjadi gempa cuaca di Desa Sempurna cerah dan baik.

Bahkan tak ada tanda-tanda getaran tersebut dari longsornya tanah atau hal lainya. Sehingga ia dan masyarakat yang ada di desa tersebut cukup heran kejadian tersebut. Sementara itu warga Sungai Laur lainnya, Rahmat, mengatakan memang terjadi gempa diwilayah Sungai laur. Menurutnya warga berhamburan keluar rumah saat terjadi peristiwa bahakn banyak juga perangkat dapur warga seperti piring dan gelas berjatuhan dari tempatnya karena kejadian tersebut dan pecah.

Menurutnya getaran pertama sangat kuat terutama di wilayan lereng gunung hutan lindung laur tersebut. “Kejadian ini membuat warga kaget karena memang langka. Hampir semua warga merasakan kejadian ini,” katanya. Saat kejadian selain banyak pecah belah warga rusak dikarenakan getaran membuat rumah bergoyang, warga juga panik terutama warga di sekitar lereng Gunung di Laur tersebut.

“Dekat lereng gunung Palung di Laur getaran sangat terasa,” jelasnya. Ia mengatakan kejadian ini aneh, mengingat Ketapang dan Kalbar khususnya bukanlah wilayah rawan gempa. Getaran ini pun tidak menyebabkan rumah warga rusak berat karena getaran berlangsung tidak lama.

“Sampai sekarang belum diketahui seberapa besar dampak kerusakan dan kerugian yang terjadi akibat gempa ini,” tandas Ketua Panitia pemilihan kecamatan Kecamatan Sungai Laur ini. Sayangnya, untuk memastikan apakah kejadian di Sungai Laur dan sekitarnya itu adalah gempa, pihak BMG Bandara Rahadi Oesman saat dihubungi, teleponnya tidak aktiv.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar